Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LDK Berpotensi Sebarkan Paham Radikalisme



SEMARANG II Semarnews.com - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly mengatakan, paham radikalisme muncul secara nyata di kampus, khususnya kampus negeri non Institut Agama Islam (IAIN)/Universitas Islam Negeri (UIN) melalui lembaga dakwah agama (LDK) kampus.

Dampaknya, paham radikal masuk ke berbagai sektor swasta maupun pemerintah lantaran para lulusan LDK kampus atau yang berada dibawah binaannya menduduki posisi tertentu di berbagai perusahaan.

"Mereka sudah punya banyak posisi strategis di beberapa pos. Dan itu yang menopang di beberapa gerakan yang ada," kata Sholahuddin Aly saat menjadi narasumber di seminar pencegahan paham radikalisme di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Pria yang akrab disapa Gus Sholah ini melanjutkan, setelah kembali ke kampung halaman, kemudian mendirikan lembaga pendidikan dengan sumber daya manusia yang sepaham dengan mereka untuk dijadikan sebagai tenaga pendidik.

Selain itu, dia mengingatkan pentingnya membuat kontranarasi di media sosial sebagai upaya menangkal persebaran radikalisme di dunia maya.

"Kita harus mampu membuat kontranarasi sebanyak-banyaknya," imbuh aktifis NU asal Jepara itu.

Tak hanya itu, dia juga menyebut pihak yang menganggap radikalisme sebuah rekayasa adalah orang yang terpapar paham radikalisme.

"Orang yang sering koar-koar bahwa terorisme itu adalah rekayasa. Mereka sebenarnya bagian dari radikalisme itu sendiri," imbuhnya.

Narasumber lain, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Samsul Maarif mengatakan betapa beruntungnya menjadi bangsa Indonesia dengan berbagai kekayaannya.

"Anda punya bonus yang luar biasa, bonus kekayaan alam, bonus multikultural, bonus demografi," kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini mengingatkan, radikalisme berbasis agama di Indonesia, terlebih Islam kerap berhadapan dengan Islam.

Kekuatan Indonesia dalam melawan radikalisme adalah local wishdom yang menyejukkan seperti, adanya lagu sluku-sluku batok dalam proses penyebaran Islam di tanah Jawa.

"Namun lambat laun, budaya ini terus digerus agar tidak bisa lagi guyup dan rukun," jelasnya.

Pengasuh PP Riset Al Khawarisme Mijen ini berpesan pentingnya sebuah strategi khusus dalam menangkal persebaran radikalisme-terorisme. Teroris dalam aksinya selalu melakukan tindakan yang bertolak belakang dari ajaran agama.

"Karena itu teroris disebut kejahatan kemanusiaan yang luar biasa atau extra ordinary crime," imbuhnya.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo. Kemudian, Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri dan sejumlah pihak lainnya.

Seminar pencegahan paham radikalisme diadakan oleh Pelita Kota Semarang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, jajaran pimpinan Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, GP Ansor Kota Semarang serta beberapa pihak lainnya. (HW-)

Post a Comment for "LDK Berpotensi Sebarkan Paham Radikalisme"

Berlangganan via Email