Gerwani


50 tahun yang lalu, gerakan perempuan ini dihancurkan.
 
Pada dini hari yang gulita, tanggal 1 Oktober 1965. Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Letnan Jenderal Ahmad Yani dan lima orang staf umumnya diculik dari rumah-rumah mereka di Jakarta, dan dibawa dengan truk ke sebidang areal perkebunan di selatan kota. Para penculik membunuh Yani dan dua jenderal lainnya pada saat penangkapan berlangsung. Tiba di areal perkebunan beberapa saat kemudian pada pagi hari itu, mereka membunuh tiga jenderal lainnya dan melempar enam jasad mereka ke sebuah sumur mati. Seorang letnan, yang salah tangkap dari rumah jenderal ketujuh yang lolos dari penculikan, menemui nasib dilempar ke dasar sumur yang sama.

Kisah tersebut dituturkan oleh Jhon Roosa dalam Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto. Tapi kita tahu, Orde Baru tidak menceritakan pembunuhan tujuh perwira tinggi tersebut dengan cepat — dan tanpa tragedi.

Melalui surat kabar Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha, dua surat kabar milik angkatan Darat yang hanya boleh terbit kala itu, Orde Baru merekonstruksi kisah pembunuhan tersebut dengan “Matanya dicungkil”, Angkatan Bersendjata, 6 Oktober 1965. “Deru mesinnya yang seperti harimau haus darah”, Angkatan Bersendjata, 6 Oktober 1965. Dan “Ada yang dipotong tanda kelaminnya”, Berita Yudha 10 Oktober 1965.

Pada hari-hari berikutnya sekurangnya satu setengah juta manusia dibunuh. Tanpa melalui proses pengadilan dan tanpa dibuktikan kesalahannya. Karena mereka keburu dituduh sebagai pelaku pembunuhan perwira tinggi dan perencana kudeta 30 September 1965. Orde Baru menyebut mereka sebagai komunis.

Begitu juga dengan Gerwani. Ia kena tuduh.

Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) lahir di Semarang — kota merah kala itu. Enam organisasi perempuan Indonesia yang terdiri dari Rukun Putri Indonesia (Rupindo), Persatuan Wanita Sedar, Istri Sedar, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwindo), Wanita Madura, dan Perjuangan Putri Republik Indonesia (PPRI) pada 4 Juni 1950 melebur dalam satu organisasi yaitu Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis). Dan memilih Tris Metty, yang pernah menjadi anggota Laskar Wanita Jawa Tengah, sebagai ketua pertama.

Pada kongres ke-2 tanggal 4 Juli 1954, Gerwis merubah nama menjadi Gerwani. Haluan organisasi pun ikut berubah. Dari organisasi yang hanya menyasar perempuan sedar — perempuan terdidik. Beralih dengan merangkul segenap lapis perempuan. Strategi perubahan haluan ini pun berhasil. Tahun 1954 Gerwani memiliki 40 cabang dan 80.000 anggota. Dan pada tahun 1964, anggota Gerwani mencapai 1,7 juta anggota.

Gerwani digerakkan oleh tokoh-tokoh perempuan pejuang kemerdekaan. Kita mengenal SK Trimurti, pejuang pergerakan anti kolonial bersama bung Karno sejak tahun 1930-an. Yang kemudian diangkat sebagai Menteri Perburuhan pertama kali dalam sejarah republik. Begitu juga dengan tokoh Gerwani lainnya semisal Salawati Daud. Ia adalah walikota Makassar pertama sekaligus walikota perempuan pertama di Indonesia.

Sebab itu, Gerwani aktif membela perempuan tidak diwilayah sosial saja namun juga politik — yang waktu itu masih wilayah laki-laki saja.

Namun tahun 1965 adalah tahun yang sulit mengatakan Orde Baru keliru dan Gerwani benar.

Gerwani terus-menerus digambarkan Orde Baru melalui surat kabar, buku sekolah, dan film sebagai perempuan sundal dan atheis. Secuil scene film Pengkhianatan G30S/PKI menggambarkan Gerwani sebagai berikut;

“Bola mata para jendral dicungkil dari tempatnya, sekujur tubuhnya dikuliti dan kemaluan mereka dipotong. Mayat yang tak lagi utuh tersebut dikumpulkan dalam satu sumur mati di wilayah Lubang Buaya, Jakarta. Diatas sumur mati tersebut para wanita sundal menari ‘Tari Harum Bunga’ dengan bugil merayakan kemenangan. Tarian setan tersebut diiringi lagu Gendjer Gendjer yang bernuansa mistis. Maka, lengkap sudah kengerian di malam jahanam 1 Oktober 1965 tersebut”

Ditengah sakit-sakitan pada tanggal 13 Desember 1965, Soekarno sempat membantah kabar penyiksaan terhadap perwira tinggi tersebut. Namun suara Soekarno terlalu lirih akibat menjadi tahanan politik Orde Baru dan dituduh mengetahui gerakan 30 September 1965. Baru pada tahun 1998, melalui interview dengan salah satu tokoh yang terlibat otopsi, Dr. Lim Joe Thay (Arief Budianto) dengan majalah D&R. Kita sadar, Penyikasaan Gerwani terhadap tujuh perwira tinggi di Lubang Buaya adalah rekaan belaka.

Pernyataan Dr. Lim Joe Thay dikuatkan kembali oleh Indoprogress dalam dua bagian wawancana Alfred D. Ticoalu dengan Dr. Liauw Yan Siang, dokter pelaksana otopsi pada ketujuh jenazah perwira tinggi tersebut, yang dimuat di laman Indoprogress pada tanggal 21 dan 22 September 2015 lalu. Bahwa betul tak ada penyiksaan sama sekali atas ketujuh perwira tinggi tersebut.

Lima puluh tahun setelah 1 Oktober 1965, Kita kini menyadari bahwa Gerwani bukan pelaku dan tidak bersalah pada peristiwa Gerakan 30 September. 

Selamat tinggal Orde Baru. Cahaya itu kembali berkerlip.


*M. Risya Islami

COMMENTS

Name

artikel,253,berita,105,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Gerwani
Gerwani
https://1.bp.blogspot.com/-W2H6k62rCUQ/VzbOtylQLnI/AAAAAAAAAaM/av7rtMPxRCclqGySYsn7HiH0DvhduABsQCLcB/s320/gerwani.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-W2H6k62rCUQ/VzbOtylQLnI/AAAAAAAAAaM/av7rtMPxRCclqGySYsn7HiH0DvhduABsQCLcB/s72-c/gerwani.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/gerwani.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/gerwani.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy