Jalan Raya Daendels; 500 M dari Barat ke Kiri


 
Jalan Pos Daendels Anyer-Panarukan
geliat pagi ini,
sekawanan mesin berduyun
merayapi jejalanan
menyapalah, kisah duka
yang terserak di buku-buku

Romusha;
daya cipta penjajah
eksploitasi
kekejaman
mesin bernyawa tanpa bahan bakar modern,
bahan baku tulang belulang dan darah buangan,
menjadi kaki-kaki panggung sejarah
ah ngilu!

1808,
Gubernur Deandles,
dari anyer sampai panarukan
dari batavia sampai semarang
iya, semarang.
di bawah aku jadi pijakan

truk muatan berat,
rayap roda dua
becak
taksi
bus-bus mikrolet dari saudagar swasta
sampai bus plat merah
mereka adalah motif memorial
yang mengkangkangi ribuan nyawa
tumbal gubernur deandles

1000 km
diapit dua pantai
berlawanan arah mata angin
jalan pantura
jalur selatan
tempat dimana
sirkulasi kehidupan
menguasai narasi-narasi ekonomi
deandles, aku dari tanah barat
500 km ke kiri mengumpatmu.

Semarang, Pertigaan arah jam 09.00. 28 okto 2014
Berkelana, menjadi manusia merdeka
 

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya