Jangan Sampai Salah Berempati



Jama'ah ngeProf, sering makan di pujasera? Di sana, selain ada Mbadogan dan tenggakan, ada juga pengamen dan pengemis. kalo kita ngasih uang sama pengamen "profesional" penulis maklumlah, karena pengamennya udah "kerja-keras" menyajikan nyanyian yang menghibur. tapi untuk pengemis, tunggu dulu, kita pikir-pikir dulu. kadang kita gampang banget berempati trus ngasih duit gitu aja.

Sementara di pinggir-pinggir jalan deket pujasera situ ada beberapa pedagang kaki-lima, yang harga dagangannya jauh lebih murah ketimbang warung atau toko konvensional. Yang sering penulis amati selalu ada perempuan hobi nawar" sama pedagang kaki lima ini, tega banget deh. Prempuan itu seringnya nawar bukan karena hitungan untung-rugi buat pedagangnya, tapi Cuma ingin memuaskan hasrat “hobi nawar”nya semata.

Coba kita renungkan bersama. Saat mereka menemui pengemis di Pujasera yang cuman modal muka melas, akting tingkat dewa dan wardrobe sekelas make-up artis, perempuan-perempuan hobi nawar itu langsung ngasih gitu aja gak pake tawar-menawar sama pengemisnya, ironis kan. Kasus pada beberapa pengemis, mereka malah sebenarnya sangat laik buat kerja. Fisik dan usianya masih sangat memungkinkan untuk terus bekerja (selain mengemis tentunya, karena mereka pikir mengemis juga salah satu profesi pekerjaan).


Renungkan sekali lagi. Untuk pengemis yang seharusnya bisa kerja keras, mereka mudah berempati. Tapi kepada pedagang kaki-lima yang kerja beneran dan gak pake korupsi, mereka tega-tegaan nawarnya. Terkadang penulis mikir bahwa banyak orang sering salah berempati. Mereka berempati secara irasional. Diperdaya totalitas akting pengemis yang habis ngemis malah beli buah di pinggir jalan gak pake nawar…

Comments

Popular posts from this blog

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

Tebarkan Kasih di Gersangnya Hati

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter