Kalo Negara punya BIN, Ngaliyan punya BIS (Badan Intelijen Swasta)


Akhir-akhir ini media sedang ramai memberitakan bagaimana Badan Intelijen Negara (BIN) sedang bersusah payah melepaskan WNI yang sedang ditawan oleh kelompok perompak abu sayyaf. Sebagai penggemar berat film-film yang menceritakan kerja-kerja agen intelijen semacam Mission Impossible, saya ingin mengambil bagian nyocot untuk menanggapi sekaligus ngrusuhi.

Setelah beberapa kali menonton film yang hot dan menegangkan sebagaimana aksi ethan hunt dalam film Misssion Impossible; Nacion Secreta, saya memiliki asumsi bahwa kerja intelijen digunakan, pertama, sebagai bank data dengan seambrek analisanya untuk bahan pengambilan keputusan. Kedua,sebagai upaya pencegahan dan penyelesaiannya terhadap segala bentuk permasalahan kekinian dan yang akan datang dengan gerakan bawah tanahnya. Prinsip kerjanya tentu berdasarkan dua hal, dalam bahasa jawa-nya kita sebut dengan Velox(kecepatan) dan Exactus (ketepatan). Tentu dalam dua hal inilah  semua badan intelijen dimanapun termasuk BIN, tetangga saya yang berasal dari gunungpati itu, dan CIA sekaipun perlu juga untuk belajar kepada pimpinan agung Badan Intelijen Swasta Ngaliyan, Prof Ngabdul Gopang ibnu Nasikin alaihimas salam yang dulu pernah menjadi peternak Celeng.

Saya bukan tanpa alasan yang kuat mengatakan hal ini, tentu sebagai salah satu pengelola Jamaah Rasan-Rasan, saya memiliki beberapa argumentasi yang cukup logis mengapa Badan Intelijen Swasta di Ngaliyan layak untuk dijadikan dan dicatat sebagai daftar pustaka makalah dalam konteks kecepatan dan ketepatan dalam bergerak, memperoleh dan menganalisa data untuk bahan tindak lanjut.

1.    Persebaran Agen yang Terpercaya secara Merata
BIS sebagai badan intelijen yang tidak memperoleh lungsuran dana dari negara harus bersusah payah dalam melakukan kerja-kerja intelijen-nya. Minimnya anggaran dan bantuan teknologi yang kurang memadai tidak menjadi halangan yang berarti dalam melaksanakan operasinya. Terbukti dengan minimnya dana dan teknologi seadanya BIS mampu beroperasi menjalankan misinya dengan optimal. Hal ini dikarenakan tersebarnya agen yang berhasil disusupkan tanpa harus mengeluarkan dana dan membutuhkan teknologi yang canggih dalam memperoleh data. Cukup dengan melakukan sebuah pertemuan family time yang aduhai dengan pacarnya masing-masing, atau melakukan “pertemuan gelap” dengan dedhek-dedhek emez, Agen BIS mampu memperoleh tumpukan berkas informasi yang akan dicari, mulai dari informasi isu-isu ter-update yang berkembang di kampus, problem dan bencana yang akan dihadapi aktivis di kampus sampai gosip telikung-menelikungmasyarakat kampus. Hal ini mensyaratkan satu hal, bahwa agen BIS dilarang Jomblo! (duh, kasian ndan Pi’i).

2.    Revitalisasi Kucingan sebagai Pusat Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data
Perlu diketahui juga, bahwa mayoritas agen yang bergerak menjalankan operasi-operasi senyap adalah para pejuang, aktivis yang sudah terbiasa menahan lapar dan dahaga namun tak siap menahan luka di dada. Maksudnya ialah kebanyakan agen bukanlah yang memiliki sekarung uang untuk bekal menjalankan operasinya, tentu setiap kali melakukan konsolidasi, datanglah mereka ke kucingan yang memiliki buku sakti tempat para agen melakukan transaksi non-rupiah. Tak perlu khawatir jika para pengunjung angkringan mengetahui kerja-kerja agen ini, karena mereka tak akan sadar bahwa para agen sedang asyik berdiskusi menggodhogdata yang diperoleh di tengah mahasiswa yang sedang rapat membahas organisasinya masing-masing di kucingan. Maklum, para pimpinan organisasi kampus sadar betul jika rapat di kucingan akan menekan biaya konsumsi rapat, alias bayar dewe-dewe.

3.    Analisa yang Mendalam dari berbagai Perspektif
Alasan selanjutnya ialah bahwa setiap kali pertemuan atau konsolidasi BIS selalu mendatangkan pakar-pakar terkait yang siap dimintai analisanya dalam menelaah data dan informasi yang diperoleh. Tak jarang, perspektif yang hadir menjadi beragam. Ini menjadikan betapa banyaknya opsi rencana jika di tengah operasi mengalami kegagalan. BIS tidak hanya menghadirkan perspektif filosofis dari seorang yang bijaksana seperti Prof. Imam Syafi’i al-wakidi dalam membedah persoalan, namun juga menghadirkan pakar perdukunan semacam Kang Andi RaharjoSaputro, pakar media Soe Fahmi As Sidiqi, pakar penakluk dedhek-dedhek emezSofan Adi Hartono dan masih banyak pakar lainnya. Seringkali, saya juga meminjam jasa mereka dalam membahas tema rasan-rasan di kucingan.

4.    Gerakan Cepat Tanggap
Hal yang penting dari kerja intelijen adalah gerakan yang cepat dan tepat dalam melancarkan operasinya. Ngaliyan sebagai wilayah tujuan kaum urban yang datang untuk mencari Ijazah dan Ijab sah memiliki segudang bibit-bibit yang siap tumbuh menjadi persoalan. Banyaknya komunitas, beragamnya karakter setiap daerah dimana kaum urban berasal, terlebih dengan berbagai kepentingan masing-masing akan muncul berbagai problem dan konflik horizontal. Gerakan cepat tanggap ini selalu menjadi program yang masih diunggulkan, melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan kampus yang bermasalah adalah salah satu wujud riil bagaimana gerakan cepat tanggap bisa dilihat. Meskipun dalam beberapa kasus BIS juga mengalami keggalan dalam mencapai misinya, seperti maraknya perkelahian batin yang dikarenakan kasus telikung-menelikung.

Begitulah BIS, badan intelijen yang fiktif dan semi nyata ini bekerja. Saya katakan fiktif karena tidak benar-benar ada secara definitif dan semi nyata karena bisa jadi ini terjadi dalam kenyataan di sekitar kehidupan anda.


“Sungguh beruntung mereka yang menggunakan jasa BIS dalam menyelesaikan segala persoalannya” (Bukan Hadis).

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Kalo Negara punya BIN, Ngaliyan punya BIS (Badan Intelijen Swasta)
Kalo Negara punya BIN, Ngaliyan punya BIS (Badan Intelijen Swasta)
https://2.bp.blogspot.com/-DIywC2OCJzg/Vy1Sdnbh5yI/AAAAAAAAAMs/rwg8fHbwzhwbH8EH6hFOBYOdYleOp0QCACLcB/s1600/logo%2BBIN.png
https://2.bp.blogspot.com/-DIywC2OCJzg/Vy1Sdnbh5yI/AAAAAAAAAMs/rwg8fHbwzhwbH8EH6hFOBYOdYleOp0QCACLcB/s72-c/logo%2BBIN.png
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/kalo-negara-punya-bin-ngaliyan-punya.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/kalo-negara-punya-bin-ngaliyan-punya.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy