Kata

foto:katasaya.mywapblog.com
Begitu sakit hati ini, jika mencintaimu hanya karena perintah dari kata-katamu” Salah satu kutipan dari film ”frekuensi ini menunjukkan kekuatan kata. Hanya dengan kata, seseorang bisa mencintai yang lain. Dengan lebih simpel kata bisa menggerakkan bahkan merubah hati orang lain.

Kalau direnungkan, betapa banyak orang yang benci dan suka hanya karena kata-kata. Ketika ada seseorang berkata padamu tentang hal yang kau tak sukai, mendadak dirimu benjadi marah, bahkan benci dengannya. Begitu pula ketika ada seseorang yang berkata manis, kita bisa menjadi tersenyum dan bahagia.

Kekuatan kata juga bisa dilihat dalam  film Mahabarata. Hanya dengan kata-kata yang keluar dari mulud seorang Kunti, yang secara tidak sengaja menyuruh Arjuna untuk membagi hadiah yang diperolehnya, padahal hadiah itu berupa seorang wanita, yang orang-orang memanggilnya Durupadi. Akhirnya, kata-kata Kunti menjadi darma bagi ke lima anaknya. Bahkan Kunti sendiri tidak bisa mencabut kata-katanya.

Naruto, pemeran utama dalam komik yang ditulis oleh Masasi Kimoto, juga mengatakan bahwa dirinya bangkit dengan kekuatan kata-kata. Benarkah kata-kata mempunyai kekuatan?

Akhir-akhir ini, rame dengan profesi yang orang-orang menamainya motivator. Orang yang bergelar motivator digadang-gadang bisa membangkitkan mereka yang patah harapan menjadi bersemangat dengan kekuatan kata-kata. Pada awalnya, saat motivator masih belum menjadi latah, banyak orang yang menglukannya, namun sekarang banyak yang mencibirnya dengan mengatakan, hidup ini tidak seindah apa yang dikatakan motivator. Inilah yang mungkin dinamakan kata sebagai candu.

Rumi berkata: “Jika pikiran sudah mampu menggerakkan, apalah gunanya kata-kata”. Dalam Fihi Ma Fihi-nya, Rumi menceritakan bahwa pikiran bisa menggerakkan orang untuk datang dan berkumpul. Dengan cerita Rumi ini, jangan-jangan kata tidaklah punya kekuatan, melain pikiranlah yang menggerakkan kata, sehingga terlihat memiliki kekuatan.

Pernyataan bahwa kata-kata memiliki kekuatan, kiranya perlu ditinjau ulang, karena jangan-jangan itu adalah “mitos”.  Karena sering kita merasakan efek yang berbeda saat mendengarkan kata-kata dari orang yang berbeda. Ketika kita mendengarkan kata-kata dari seseorang yang secara keilmuan  mendalam dan sesorang yang tak punya pengetahuan mendalam, tentu kita merasakan perbedaan efeknya.

Ilmu dan pikiran mempunya hubungan yang erat. Maka kiranya benar, bahwa pikiranlah yang punya kekuatan, bukan kata-kata. Jika kau bisa digerakkan oleh kata-kata dari orang yang tak kuat pikirannya, maka bukan berarti kata-kata itu memiliki kekuatan, namun jiwamulah yang terlalu lemah, bukan?    




Comments

Popular posts from this blog

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya