Leicester City dan Pelajaran yang Dapat Kita Petik

Sabtu (7/8) lalu Jamie Vardy dkk resmi mengangkat trophy Liga Inggris setelah mengalahkan Everton 3-1 (2-0) di kandang sendiri. Kepastian gelar juara Liga Inggris sebetulnya sudah digenggam Leicester sejak pekan sebelumnya setelah pesaing terdekatnya, Tottenham Hotspur, ditahan imbang oleh Chelsea. Selisih poin yang tidak terkejar lagi di dua pertandingan sisa, menjadikan Leicester otomatis menjadi juara Liga Inggris musim ini. Sebuah pencapaian yang sulit diprediksi oleh siapapun di awal musim.

Pada Agustus lalu, saat Liga Inggris  tinggal hitungan hari untuk di mulai, Rumah taruhan di Inggris menempatkan Leicester City pada koefisien 5000:1 untuk bisa menjuarai Liga Inggris. Dengan koefisien tersebut, rumah taruhan akan memberikan 5000 kali lipat plus uang yang ditaruhkan sebagai imbalan bagi mereka yang memasang pada Leicester. Intinya adalah Leicester dianggap tidak mungkin dapat memuncaki klasmen Liga Inggris setelah menuntaskan 38 pertandingan Liga. Mengingat musim sebelumnya Leicester terseok-seok di papan bawah klasmen Liga Inggris.

Sebagai perbandingan saja, rumah taruhan Ladbrokes ‘cuma’ memasang koefisien 1000:1 untuk Ratu Elizabeth dapat memuncaki tangga lagu Inggris. Ratu Elizabeth tentu saja belum —atau dapat dipastikan tidak pernah sama sekali—  mengeluarkan album. Ini artinya Ratu Elizabeth dianggap lima kali lebih berpeluang dibandingkan Leicester City memenangi gelar Liga Inggris. Hal absurd lainnya adalah. Rumah taruhan Paddy Power menilai Kim Kardhasin punya peluang menjadi Presiden Amerika Serikat lebih besar dibanding Leicester City. Paddy Power memberi koefisien 2000:1 untuk aktris sensasional ini menggantikan Barrack Obama.

Dan lebih tidak masuk akal lagi. Paddy Power memberi koefisien 2000:1 bahwa Elvis Presleay masih hidup. Raja rock and roll ini meninggal pada tahun 1977 silam. Namun banyak teori konspirasi yang meyakini kalau dia masih hidup sampai sekarang ini. Sehingga kalau ini diteruskan. Tentu saja ini masih lebih masuk akal jika sahabat saya, Mushonnifin, berpeluang memiliki pacar dibanding Leicester City juara. Karena bagaimanapun Mushonnifin adalah tokoh paling berpengaruh di Ngaliyan. Meski untuk ini saya memberi koefisien 1000:1.

Lalu apakah Leicester berhasil menjuarai Liga Inggris musim ini hanya faktor keberuntungan saja? Dari 37 pertandingan yang dilakoni Leicester. Hanya tiga kali Leicester mengalami kekalahan. Jika ini keberuntungan. Barangkali ini adalah keberuntungan yang paling sulit di nalar.

Daripada kita terus bepikir bahwa pencapaian Leicester sebagai keberuntungan semata. Dan kita nyinyir bahwa musim depan Leicester tidak lagi mampu mengulangi. Lebih baik kita menarik sesuatu untuk dipelajari. Ngeprof institut kali ini ingin menyajikan rekor yang berhasil Leicester torehkan untuk dapat kita pelajari bersama. Siapa tahu Ngaliyan tahun-tahun kedepan juga mampu memberi kejutan. Meski hanya semisal kabar dek Pi’i berubah kurus atau Kak Ali Mahmudi menikah.

Leicester Juara Liga Inggris Setelah Menunggu Selama 132 Tahun

Sebagai usia, angka 132 adalah usia yang panjang. Tidak terkecuali bagi klub sepak bola yang merangkak dari kasta terbawah sampai kasta tertinggi Liga Inggris. Apalagi lalu berhasil menjuarainya. Jika melihat ini membuat kita lebih gampang menyetujui satu semboyan the right man on right place and on the right time. Bahwa di balik keberhasilan Leicester musim ini pasti terdapat orang tepat yang hadir di waktu dan tempat yang tepat. Dia adalah Claudio Ranieri. Ranieri mengganti pelatih sebelumnya, Martin O’neill.

Pelatih gaek berusia 64 tahun ini juga sebetulnya butuh waktu lama untuk memenangi gelar bergengsi setelah menukangi banyak tim. Sebelumnya Ranieri hanya mampu memenangi gelar-gelar kecil, seperti titel divisi dua Liga Italia dan Prancis, trofi Coppa Italia, Copa del Rey, Piala Super Italia, dan Piala Super Eropa.

Namun setelah dua dekade dan tujuh tahun berkarier sebagai pelatih di kompetisi profesional, Ranieri akhirnya mendapatkan gelar bergengsi bersama Leicester. Klub yang musim ini skuadnya, berdasarkan laporan BBC, cuma seharga 63 juta poundsterling. Jauh di bawah Manchester City dengan 415 juta poundsterling, MU 395 juta poundsterling, dan Chelsea dengan 280 juta poundsterling.

Lalu pelajaran apa yang dapat kita petik dari hal ini? Apalagi kalau bukan pentingnya kesabaran dalam menunggu momentum datang lalu menggunakannya secara tepat. Jika kalian masih ragu dengan hal demikian ini sebab terbiasa pada hal yang serba instan. Saya sarankan supaya belajar kepada kak Ali ‘che’ Mahmudi. Konon maqom kejombloannya sudah mencapai makrifat. Namun berkat kesabarannya menunggu momentum ada dedek khilaf. Kini ia tidak lagi sendiri. Wuar Byaasaa kan?

Begitu juga dengan Ngeprof.com yang baru saja rilis, diperlukan kesabaran dalam menemukan momentum untuk ngehits. Semoga.

Ranierri Hanya 28 Kali Mengubah Line-up Leicester Sepanjang Musim Ini

Catatan menarik lain dari perjalanan Leicester pada musim adalah Ranieri hanya mengubah skuad Leicester sebanyak 28 kali dan menggunakan starting line-up yang sama 13 kali dalam 37 pertandingan Liga sejauh ini. Ini menunjukkan keyakinan besar pada skuad yang dimiliki oleh Ranieri serta konsistensi permainan Leicester. Catatan menarik tim besutan Ranieri hanya dapat dikalahkan oleh MU pada tahun 1992/1993 yang menggunakan starting line-up yang sama sebanyak 17 kali dan hanya melakukan perubahan sebanyak 26 kali. Hal ini turut mengantarkan MU juara Liga Inggris di era Eric Cantona itu.

Konsistensi dan keyakinan besar pada skuad yang dimiliki adalah pelajaran penting yang dapat kita petik. Dengan konsistensi dan keyakinan besar apapun bisa terjadi. Bagaimanapun pepatah sering menyindir kita. Yaitu rumput tetangga selalu lebih hijau. Kita sering berpikir bahwa SDM kelompok lain lebih unggul dibandingkan dengan SDM yang kita miliki sendiri. Dengan skuad seadanya dan tidak ada satupun pemain yang dapat dikategorikan bintang. Ranieri kembali mengingatkan kita bahwa sepakbola adalah seni mengelola kemungkinan.

Dan tidak menutup kemungkinan bahwa Ngaliyan suatu saat nanti bisa menjadi sentrum gerakan dan peradaban. Tinggal bagaimana kita mengelola seni kemungkinan tersebut. Dan mulai belajar mempercayai SDM yang ada. Bukan begitu?

Torehan Pemain Leicester City Yang Gemilang

Leicester di pekan ke 37 ini berhasil mengumpulkan 80 poin. Jauh meninggalkan Arsenal di posisi ketiga dengan 68 poin, Manchester City dengan 65 poin, MU dengan 63 poin dan Southampton di urutan keenam dengan 60 poin. Ini tidak terlepas dari torehan pemain Leicester yang tampil begitu gemilang. Meski pada mulanya banyak yang meragukan mereka. Termasuk meragukan Vardy yang mulai berumur gaek tersebut.

Namun perjalanan Leicester musim ini mematahkan pesimistis yang lahir di awal musim tersebut. Jamie Vardy menjadi top skorer kedua dibawah Harry Kane dengan torehan 23 gol. Riyadh Mahrez mencetak 16 gol dan memuncaki daftar assist terbanyak bagi Leicester dengan 11 assist. Marc Albrighton mencipatkan peluang terbanyak buat Leicester dengan 61 peluang. N’Golo Kante membuat tekel lebih banyak daripada pemain lain di Liga Inggris musim ini dengan 158 tekal, dan intersep paling banyak, 148. Dan hanya Andy Kng pemain pertama yang menjuarai League One, Championship, dan Premier League dengan satu klub yang sama.

Kegemilangan pemain Leicester musim ini bisa jadi bukan sesuatu yang begitu saja terjadi. Namun mereka adalah potensi yang telah jauh hari dipersiapkan dan menemukan momentumnya musim ini. Penulis pikir Ngaliyan juga memiliki banyak sekali potensi yang bakal gemilang di masa depan. Siapa coba yang dapat meragukan alumni pergerakan di Ngaliyan. Baik kini yang sudah terjun di politik, praktisi pendidikan, wartawan, aktivis LSM, advokat, dan pengusaha. Apalagi pemred Ngeprof.com, Kak Musso, yang kini tengah mengupayakan calon profesor dan provokator di Ngaliyan dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.

Karena beliau sebagai pemuka Ngeprof Institut terlanjur meyakini bahwa Ngaliyan, terutama Indonesia, memerlukan dua prof. Yaitu profesor dan provokator.


Tabique!


*
M. Risya Islami
pria desa yang terbiasa merantau. Meyakini bahwa hidup seringkali lahir dari dua perspektif saja, yaitu perspektif dari manusia yang dolanne kurang adoh atau manusia yang dolanne kadohan.

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Leicester City dan Pelajaran yang Dapat Kita Petik
Leicester City dan Pelajaran yang Dapat Kita Petik
https://4.bp.blogspot.com/-hG1l2C6R6Ls/VzLrlLsPClI/AAAAAAAAAV0/AQG0aTD3nmcztjRp3HxtQ5dvJgQBm_mYgCLcB/s400/Leicester%2Bdan%2BBo.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-hG1l2C6R6Ls/VzLrlLsPClI/AAAAAAAAAV0/AQG0aTD3nmcztjRp3HxtQ5dvJgQBm_mYgCLcB/s72-c/Leicester%2Bdan%2BBo.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/leicester-city-dan-pelajaran-yang-dapat.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/leicester-city-dan-pelajaran-yang-dapat.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy