Lima Tokoh Ngaliyan Paling Berpengaruh

tokoh paling berpengaruh di Ngaliyan

Sungguh tidak mudah menentukan tokoh Ngaliyan paling berpengaruh. Apalagi jika tokoh yang harus saya pilih adalah muda, berbakat dan berbahaya. Sebab ciri-ciri tersebut telah menjadi satu identitas tersendiri pada setiap tokoh yang pernah besar di Ngaliyan.

Pertama-tama saya juga harus menentukan berpengaruh dalam ranah apa. Bisa jadi ia adalah selebtwit atau selebfesbuk. Tapi jika ia tidak pernah berkarya, atau kerja nyata dalam organisasi. Harus saya coret. Akhirnya saya putuskan di wilayah pergerakan, lengkap dengan pendukungnya: media sosial, basis massa, dan kelembagaan.

Tapi ternyata hal ini pun tidak mudah. Ada puluhan nama yang masuk di daftar saya. Dan kebanyakan dari mereka saya kenal baik. Bahkan tidak sedikit yang saya kategorikan sebagai guru. Namun dengan berat hati saya terpaksa harus menghapus nama tersebut dari daftar saya. Dengan alasan ya mau gimana lagi.

Sebagai contoh adalah Ndan Hadi Ma’ruf. Sebagai tokoh ia cukup berpengaruh di basis massa. Ia pendiri Ngeprof.com dan pengelola Harmony Camp yang setiap harinya menyediakan fasilitas logistik dan internet bagi kader lintas fakultas dan angkatan. Di kelembagaan dia juga pernah menjadi presiden BEMF Tarbiyah dan sekretaris PMII Rayon Tarbiyah tahun 2010.

Tapi akhirnya, nama Ndan Hadi Ma’ruf saya tendang dari daftar ini karena ia tidak memiliki akun di media sosial sama sekali. Di era dimana kita bisa mengkritik Jokowi sambil makan mie instan. Tidak memiliki akun di media sosial berarti pengaruhnya bakal stagnan dan tidak meluas. Tidak ada ruang bagi tokoh kudet semacam itu.

Tokoh lain yang namanya terpaksa saya singkirkan semena-mena adalah Ndan Ahmad Rouf. Ndan Ahmad Rouf boleh saja aktif di media sosial dengan follower ribuan. Memiliki basis massa karena ia sebagai pendamping diskusi pendidikan dan pemilik Angkringan Songo. Secara organisasi, ia pun pernah menjabat sebagai ketua PMII Rayon Tarbiyah tahun 2010.

Namun karena alasan tertentu saya terpaksa menyingkirkannya dari daftar ini. Alasannya sederhana sih. Sebagai sahabat ia telah menikah lebih dahulu daripada sahabat yang lain (maksudnya saya). Tentu karena yang menulis ini adalah saya, namanya harus saya singkirkan semena-mena agar ia bikin tulisan tandingan. Atau setidaknya agar dia mau mendoakan saya agar tahun ini saya lancar menyusulnya.

Lalu siapakah para tokoh Ngaliyan yang memiliki pengaruh besar tersebut?

5. Faqih Yahullah

Di urutan kelima bertengger nama Faqih Yahullah atau akrab disapa Fafa. Pria asal Bondowoso ini adalah perintis diskusi filsafat di Ngaliyan. Sebagai tokoh, ia termasuk junjungan semacam dewa. Seakan tanpa menyebut nama Fafa, para juniornya akan merasa bersalah. Terlebih lagi para junior yang menggeluti kajian pendidikan dan filsafat. Dari cowok keren macam kak Muso sampai dedek gemes semacam Liana menjadikan Fafa sebagai panutan. Mungkin mirip Karl Marx bagi para revolusioner kiri.

Fafa bukan saja pemikir ulung. Ia seperti paket lengkap. Ia bisa menulis, berorasi dan menghimpun massa. Ia gemar membaca dan mendirikan forum diskusi. Namun yang utama adalah ia bisa bergitar sambil menyanyikan lagu-lagu dangdut dengan suara merdu. Sebagai tokoh ia membangun pengaruhnya di setiap lini. Bagi junior yang tak suka diskusi, ia bisa mengajaknya aksi. Yang tak suka aksi, ia bisa membangun kedekatan lewat dentingan gitar. Baru bagi kader yang tak suka semuanya, dan ia cewek, baru ia akan membribeknya.

Hanya saja karena Fafa mulai jarang di Ngaliyan. Maka saya terpaksa menaruhnya pada urutan kelima.

4. Amin Suroso

Kalau kita bertemu dengan tokoh satu ini. Seakan kita bertemu dengan petapa sakti yang menyamar sebagai musafir di makan kramat. Ia tempat berpulang bagi kader Ngaliyan yang kadang-kadang menjelma sebagai kaum miskin kota jika kiriman dari ortu terlambat datang. Selain sebab kedermawanan, tokoh ini juga memiliki jejak rekam pengetahuan yang meyakinkan. Seperti Fafa, Suroso ini juga salah satu tokoh yang mengenalkan filsafat di Ngaliyan. Ia juga pegiat diskusi Laku Bijak Bajik (Labiba) dan baru saja merampungkan magisternya di UIN Walisongo.

Sampai sekarang saya tak habis mengerti kenapa rektor UIN Walisongo belum juga merekrutnya sebagai dosen. Saya kira dunia pendidikan kita membutuhkan sosok semacam Suroso ini, selain berkarakter ia juga terdidik dengan baik. Kalau alasannya tokoh ini belum mengajukan lamaran ke kampus. Ya rektor yang aktif merekrut dong. Bagaimanpun tokoh ini adalah aset. Lagian sejak awal sudah dijelaskan bahwa tokoh ini seperti petapa sakti yang sedang menyamar. Dan asal tahu saja ya. Beliau sekarang ini tengah menyamar sebagai agen bus travel untuk liburan mamah-mamah muda.

3. Tedi Kholiludin

Cowok lulusan IAIN dan UKSW ini dikenal sebagai penulis, peneliti dan aktivis yang tenar di Semarang. Kerjaannya mengajar, advokasi dan menulis. Tulisannya di berbagai media menjadi salah satu rujukan perkembangan kasus toleransi agama baik di Semarang maupun di Jawa tengah. Berbeda dengan rata-rata para penulis lain, tulisan Tedi Kholiludin kadang berisi hal-hal sederhana namun menarik. Tapi disitu justru karakter tulisan Tedi. Di tangan tokoh ini, Perkara seperti gang 41, bukit Ngaliyan, bisa menjadi tulisan yang renyah dan informatif.

Ia sampai saat ini juga masih aktif di eLSA. Lembaga yang mengkaji hal-hal terkait dengan sosial dan agama. eLSA sejak ditanganinya beberapa tahun terakhir berubah menjadi lembaga yang cukup disegani. Kabar terakhir eLSA menjadi dua hal. Yaitu sebagai LSM dan Yayasan. Sebagai tokoh di Ngaliyan ia juga turut serta membawa nama Ngaliyan ke dunia luar. Asyiknya lagi ia tidak lupa untuk terus membekali kader Ngaliyan dengan pengetahuan dan memperkenalkan dunia luar kepada kader Ngaliyan. Atau sebaliknya, memperkenalkan tokoh-tokoh luar dengan kader Ngaliyan.

2. Ruchman Basori

Sampailah kita di rangking dua. Rangking ini diduduki oleh Ruchman Basori. Awalnya Ruchman Basori dikenal sebagai ‘senior Jakarta’. Maksud saya dari senior Jakarta disini adalah senior Ngaliyan yang tengah sibuk mengurusi Jakarta. Kebetulan tokoh ini memang bekerja di Kementerian Agama yang berkantor di ibu kota. Perjumpaan saya pertama kali dengan tokoh ini adalah ketika pada tahun 2010 membedah buku beliau yang membahas pemikiran Wahid Hasyim, Menteri Agama pertama republik Indonesia, di acara RTAR PMII Rayon Tarbiyah.

Pertemuan kedua saya dengan tokoh ini adalah sebagai tamu. Yaitu sepulang dari mengikuti kegiatan workshop JIL di Wisma Tempo Bogor, dimana selesai acara kita dikumpulkan kembali di Utan Kayu Jakarta. Karena kebetulan di ibukota, lalu saya sempatkan diri bersilaturahmi dengan senior-senior disana. Dan kebetulan tokoh ini adalah satu senior yang berhasil saya temui. Dan bersedia menerima saya dengan baik.

Namun bukan perjumpaan ini yang menjadikan Ruchman Basori masuk dalam daftar ini. Karena sebagai sosok yang dibesarkan di Ngaliyan. Beliau kini telah go nasional. Beliau merampungkan pendidikan sarjana di IAIN Walisongo, magister di UNJ Jakarta. Dan kini tengah proses merampungkan disertasi di kampus yang sama. Sebagai tokoh, Ruchman kini cukup diperhitungkan sebagai salah satu tokoh asal Ngaliyan. Kini ia tercatat sebagai sebagai salah satu ketua di PP GP Ansor yang masih peduli dengan kehidupan Ngaliyan.

1. M. Husni Mushonnifin

Dia merupakan salah satu aset terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, baik dunia dan akhirat. Jika sistem demokrasi memperlakukan semua sama. Tidak peduli baik sesuatu itu mutiara atau krikil. Dalam daftar ini saya akan memperlakukan mutiara sebagai mutiara. Dan tentu saja berbeda dengan krikil. M. Husni Mushonnifin sebagai pemuda bernama banyak ini —ia sering disapa Kang Mus, Kamerad Musso, atau Bojes– merupakah tokoh paling berpengaruh di Ngaliyan. Setidaknya versi khilaf saya.

Pengaruh Mushonnifin bisa ditelusuri dari sejak ia bangun tidur. Ketika ia membikin kopi, ia sudah membawa pengaruh bahwa Ngaliyan memerlukan kopi agar tetap selow menghadapi pasar modern dan perumahan yang kian menggurita. Atau ketika ia berselancar di dunia maya. Setiap ketikan kalimat yang keluar dari jarinya seringkali mencerahkan umat. Ia juga sosok yang humoris dan dekat dengan basis massa. Hanya saja bukan basis dedek-dedek gemes. Karena ia terlanjut meyakini bahwa derita cinta tiada akhir.

Sebagai tambahan, kini ia adalah penulis paling produktif di situs Ngeprof.com. Dalam semalam ia bisa memproduksi tiga sampai empat tulisan. Dengan konsistensi ini maka tidak keliru saya memberi Mushonnifin rangking satu pada klasmen daftar tokoh Ngaliyan paling berpengaruh.

Meskipun saya tahu. Setelah ini saya akan panen protes.

*M Risya Islami

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Lima Tokoh Ngaliyan Paling Berpengaruh
Lima Tokoh Ngaliyan Paling Berpengaruh
https://3.bp.blogspot.com/-UB1LZD1BaCw/Vyvvj2wwUHI/AAAAAAAAAJk/rn2_5tqeTYgaf3CH9snRRd5umEZRNACUwCLcB/s640/PicsArt_1462474190335.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-UB1LZD1BaCw/Vyvvj2wwUHI/AAAAAAAAAJk/rn2_5tqeTYgaf3CH9snRRd5umEZRNACUwCLcB/s72-c/PicsArt_1462474190335.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/lima-tokoh-ngaliyan-paling-berpengaruh.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/lima-tokoh-ngaliyan-paling-berpengaruh.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy