Membincang Mimpi-Mimpi di Ngaliyan

foto:lokanesia.com
Ngaliyan, bukan kampung halaman juga bukan tempat pulang, tapi di kota itu terhampar mimpi-mimpi garakan yang menggelora. Entah dari mana datangnya “pujangga-pujangga” yang mendaku diri sebagai “sang revolusioner” itu. Walaupun ia sekejap ada dan setelah itu hilang entah kemana. Memang tak semua hilang, tapi sangat terasa ketika ribuan orang berjemur dengan seragam putih hitam di smester satu sekarang hanya tinggal segelintir yang tersisa setelah sekian tahun menjalani proses. “Ah, toh itu hanya seleksi alam, yang penting kita tetap semangat.” Begitu ungkapan yang sering saya dengar.

Hilangnya mereka bermacam-macam sebab, ada yang di panggil orang tua, ada yang di pinang tetangganya, ada yang sudah punya tanah-sawah, dan ada pula yang ndilalah kok ada tawaran kerja di kampung. Tapi kita jangan berburuk sangka kepada revolusioner yang hilang itu, setidaknya mereka terus menggelorakan semangat gerakan madzhab Ngaliyan di kampung mereka masing-masing.

Sekali lagi hilangnya mereka karena seleksi alam. Seperti seleksi alam darwinian, mereka yang mampu mempertahankan eksistensi dalam suatu perkembangan berarti merekalah yang akan membangun peradaban. Atau menurut herbert spencer inilah yang di sebut sebagai survival of the fittest, hanya saja kita mencapainya melalui mimpi-mimpi.

Berbicara soal mimpi, menurut guru besar tafsir mimpi kita M. Busro Asmuni, yang unik dari sahabat-sahabat di ngaliyan selalu membincang tentang mimpi-mimpi, entah itu di kucingan, di kos-kosan, di kampus, di jalan, bahkan saat menjelang tidur. Mereka tak bosan-bosannya membangun dan mengokohkan mimpi-mimpi itu. Tak peduli jadi kenyataan atau tidak.

Ngaliayn memang kota primadona, setidaknya bagi cecunguk-cecunguk yang tak berdaya melakukan travelling. Dan di kota ini, anak-anak ndeso yang tersesat untuk melakukan studi tingkat tinggi bisa membincangkan mimpinya.

Yang perlu diingat, membincangkan mimpi-mimpi di ngaliyan, tak harus berujung menjadi kenyataan. Karena ngaliyan, hanyalah tempat membincangkan mimpi.



Comments

Popular posts from this blog

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

Tebarkan Kasih di Gersangnya Hati

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter