Membincang Reformasi, Kalo Kalian Mau....

foto:cnnindonesia.com
Reformasi merupakan gerakan yang menghendaki adanya perubahan bermasyarakat yang lebih baik. Perubahan tersebut melingkupi bidang politik, hukum, ekonomi, dan pendidikan, atau perubahan yang membuat kehidupan masyarakat lebih bebas, lebih luas, lebihbermartabat dan lebihdemokratis berdasarkan prinsip persamaan dan persaudaraan. Satu hal yang menjadi pemicu gerakan tersebut adalah krisis kepercayaan terhadap penguasa. Reformasi di anggap gerakan yang tak dapat di tawar-tawar lagi, maka dari itu seluruh rakyat indonesia serentak mendukung. Dengan semangat reformasi rakyat indonesia menghendaki adanya pergantian pemimpin nasional yang mampu mengantarkan kepada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang lebih terjamin. Dalam perspektif ini pemimpin nasional yang baru diharapkan akan peduli terhadap kebutuhan dan kesulitan rakyat. Tapi kenyataannya hari ini, elit pimpinan negara justru semakain dalam untuk menghisap rakyat. Ironis

Reformasi secara umum berarti perubahan dari suatumasa yang lama pada suatu masa yang baru. Di Indonesia, Reformasi merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto. Persoalan pokok yang mendorong reformasi adalah krisis ekonomi tahun 1997. Pada saat itu terjadi krisis moneter yang menyebabkan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan mata uang asing lainnya. Serta naiknya harga sembako dan pada akhirnya menyebabkan bencana krisis ekonomi. Masyarakat di buat antri untuk mendapatkan sembako murah. Sementara itu situasi politik semakin tidak menentu, saat masyarakat berharap pemerintah mampu merubah keadaan justru keadaan semakin semrawut. Akhirnya masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan RI saat itu. Harapan masyarakat akan perbaikan politik dan ekonomi semakin jauh dari kenyataan, pemerintah orde baru di nilai gagal menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Dengan kata lain reformasi lahir untuk menciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan pancasila dan UUD 45.

Apa itu reformasi?

Ada beberapa kelompok yang berbeda dalam mempersepsikan reformasi. Kelompok pertama berpendapat yang paling pokok adalah reformasi politik dimana KKN di hilangkan, keadilan ditegakkan, transparansi, kejujuran dan moralitas politik diperbaiki serta hukum yang adil menjadi nyata. Kelompok kedua berpendapat yang paling penting adalah reformasi ekonomi. Bagi kelompok ini reformasi yang diperlukan adalah turunnya harga, menyediakan lapangan kerja, menjaga kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Kelompok ketiga berharap bahwa hasil dari reformasi adalah hidup dalam masyarakat yang lebih aman dan rukun. golongan ini mayoritas adalah kelas ekonomi menengah ke atas, termasuk orang yang masih trauma dengan kerusuhan yang terjadi saat itu. Kelompok keempatadalah golongan terbesar dari seluruh masyarakat indonesia yang sama sekali tidak tahu apa itu reformasi. Biasanya mereka dari golongan petani dan pekerja informal yang tidak merasakan apapun saat reformasi terjadi di tahun 1998. Mereka betul-betul tidak mengerti makna reformasi dan hanya menunggu untuk mengetahui hasilnya.

Sebelum tanggal 21 Mei 1998, makna reformasi jelas dan sederhana: turunkan Presiden Soeharto. Bukan hanya mahasiswa yang bersatu berjuang untuk reformasi, tetapi mereka didukung oleh hampir semua suku, agama, ideologi dan ras di Indonesia. Lebih dari itu, mereka didukung oleh pasar global, pemerintah-pemerintah negara lain dan akhirnya oleh Golkar dan militer sendiri. Aksi penurunan Presiden Soeharto sama sekali tidak ada perang saudara, hal ini perlu mendapat ’standing aplouse’. Kenapa tak ada perang saudara? Karena kita sepakat, yang harus dilakukan hanya turunkan Soeharto. Dan menjadi kejutan juga ketika soeharto turun dengan sukarela.

Setelah delapan belas tahun

Sekarang sudah delapan belas tahun berlalu setelah era orde baru, dan makna reformasi menjadi sangat kompleks. Tujuan dan cara untuk mencapai cita-citanya tidak lagi sama dan belum ada kesepakatan tentang bagaimana cara mencapainya. Bukan hanya oleh karena perbedaan di antara yang menekankan reformasi ekonomi dengan yang mengutamakan reformasi politik. Mungkin semua bisa setuju dengan reformasi yang ingin menghasilkan negara yang adil  dan makmur. Tetapi bentuk dan struktur negara yang bagaimanakah bisa disebut adil dan ekonomi macam apa yang bisa disebut makmur? sulit untuk mencari jalan yang benar menuju kepada tujuan yang masih kabur. Dan yang paling sulit bagaimana memahamkan masyarakat awam yang ada di pelosok desa, daerah perbatasan, atau masyarakat pinggir kota yang rata-rata taraf hidupnya ada di garis bawah.
Yang paling mendekati benar dari tujuan reformasi adalah, menjadikan masyarakat makin baik secara moral, taraf pendidikan meningkat, dan semakin berbudaya. bukan hanya keadilan atau kemakmuran masyarakat. Peter Maurin dan Dorothy Day pernah menyatakan, “Kami bermimpi tentang masyarakat di mana lebih gampang seseorang bisa menjadi manusia yang baik.” Oleh karena itu, keadilan dan kemakmuran sangat penting. Tetapi lebih penting lagi adalah struktur sosial, budaya, ekonomi, hukum dan politik yang menghasilkan manusia baik dan mengeliminasi manusia bermoral bejat. Sebenarnya orang Indonesia sudah mempunyai masyarakat yang baik di antara yang paling baik di dunia. Tetapi struktur kekuasaan di sini sudah terlalu korup dan harus direformasi supaya kemunaikan tidak menjadi jalan paling aman menuju kekuasaan.

Perbincangan tentang reformasi

Akhir-akhir ini perbincangan tentang reformasi sudah mulai surut, reformasi sekarang ini hanya di maknai sebagai pristiwa sejarah belaka. Seluruh elemen Negara termasuk rakyatnya sedang focus kepada isu-isu politik yang sempit seperti pemilu, pilkada, atau bahkan pemilihan kades. Mulai ada kegelisahan dan keragu-raguan apakah seluruh elemen bangsa mampu melaksanakan agenda refomasi? atau akan gagal.

Pada awal-awal reformasi para pengamat telah mengungkapkan kekhawatiranya. Pertama proses transisi reformasi selama ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam hal pemulihan hukum dan pemulihan ekonomi. Justru sebaliknya praktik KKN masih marak terjadi dan kian merajalela tanpa pernah berakhir dengan keputusan yang jelas. Sejak munculnnya reformasi, para tokoh reormasi belum mampu membawa isu ini sampai kelapisan masyarakat yang paling bawah sehingga tidak ada soliditas di level masyarakat arus bawah. Atau dengan kata lain isu reformasi hanyalah isu elit-sektoral.

Kedua, adanya kepentingan pribadi para tokoh reformasi yang berlomba-lomba membentuk partai baru demi merebut kekuasaan. Sudah pasti tak ada konsolidasi demokrasi untuk mewujudkan cita-cita reformasi. sehingga mereka lupa dengan cita-cita reformasi yang mereka buat sendiri. Ini adalah persoalan paling mendasar yang harus di selesaikan, jika tak ada kesamaan visi, sudah pasti cita-cita reformasi akan sirna.

Ketiga, hadirnya para tokoh-tokoh senior yang dulunya ada di lingkaran orde baru. Para tokoh ini mengkonsolidir kekuatan lama yang di kolaborasi dengan kekuatan baru dengan tujuan agar kepentingan mereka tidak hancur setelah era reformasi ini. Kekuatan-kekuatan lama ini mengusung isu stabilitas politik dan ekonomi yang sebetulnya hampir sama sistemnya dengan era orde baru. Tapi herannya justru kekuatan lama ini yang sangat mendominasi percaturan ekonimi-politik Indonesia. bisa di pastikan jika mereka ikut serta dalam setiap pertarungan politik mereka akan menang. Hal ini sangat berpengaruh terhadap wacana reformasi yang sedang di galakan.

Tiga hal itu di anggap mewakili analisis problem yang selalu membayangi agenda reformasi sehingga malenceng dari cita-cita reformasi itu sendiri. Reformasi hanya menjadi jargon politik semata, tak ada semangat untuk setidak-tidaknya merakyat, merasuk kedalam alam pikir masyarakat yang kemudian menjadi wacana bersama sehingga cita-cita yang di impikan segera tercapai.

Tapi sungguh malang nasib ‘reformasi’ jangankan masuk kedalam wacana ilmiah, di bicarakanpun tidak. Malahan hanya di gunakan sebagai jargon para politisi yang masih bergelayut dengan kepentingan mereka masing-masing. Sehingga istilah reformasi selesai hanya menjadi jargon tanpa makna. Sebegitu rendah makna reformasi menjadikannya sebagai sampah dalam kubangan kotor para politisi bejat.

Tapi benarkah demikian? Di tengah pertarungan elit politik, ketika ada kemauan untuk membangun konsolidasi demokrasi yang di galang oleh masyarakat sendiri secara massif kita harus optimis bahwa wacana reformasi masih bisa untuk di bangun kembali dan meletakkannya di deretan istilah-istilah yang mengguncang dunia yang selalu di perbincangkan dalam arus sejarah peradaban manusia. Di dalam istilah itu ada revolusi, komuinsme, kapitalisme, dan yang menjadi kebanggaan kita bersama adalah reformasi.

Reformasi budaya dan budaya reformasi

Sesungguhnya kita bisa belajar dari budaya dan kearifan local. Dengan belajar dari budaya local  kita akan menemukan jalan yang terang untuk mereformasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya adalah ruang makna yang menjadi tradisi dan keseharian masyarakat Indonesia yang beragam suku dan agamanya. Budaya adalah cara hidup dimana individu dan masyarakat menghayati perannya dalam kehidupan sehari-hari. Budaya itu tercermin dari perilaku keseharian di rumah, keluarga, masyarakat, tempat kerja, warung kopi, komunitas, organisasi, kafe-kafe, jalan-jalan, kelompok bermain, cermah-ceramah keagamaan, menonton TV dan di manapun kita berada.

Melalui kebudayaan, masyarakat di ajak untuk membangun karakter dan berpartisipasi dalam perbaikan-perbaikan serta pembaruan system demokrasi mulai dari cara berfikir hingga perilaku sehari-hari. Dalam ranah keseharian individu dan masyarakat inilah akan terlihat dengan jelas reformasi itu. Dan kita beri kesimpulan bahwa reformasi yang sesungguhnya adalah reformasi budaya. Kemudian masyarakat membuat sebuah siasat kebudayaan untuk merombak struktur birokrasi lembaga-lembaga Negara. Dengan siasat kebudayaan ini masyarakat akan sadar dengan sendirinya betapa penting budaya reformasi.

Setelah berhasil mereformasi budaya maka masyarakat akan membudayakan reformasi sebagai ‘alat bedah’ untuk selalu mengkoreksi kahidupan berbangsa dan bernegara termasuk konstitusi Negara serta strukturnya. Melalui budaya, masyarakat mampu melakukan perlawanan secara halus. Contoh paling halus adalah ketika masyarakat yogya mengekspresikan kekecewaan terhadap pemilu 1992 dengan melakukan ritus-ritus budaya local seperti bersih-bersih desa, selamatan dan upacara adat yang kita kenal dengan ‘peristiwa yogya’ di mana masyarakat yogya serentak menolak pemilu.

Saat watak Negara cenderung oligarkis upaya kultural ini amat di perlukan, karena melalui ritus-ritus budaya local dan keseharian masyarakat yang berbudaya inilah masyarakat mampu menggerakkan reformasi. LSM-LSM, organisasi keagamaan semacam NU dan Muhammadiyyah, serta organisasi gerakkan semacam HMI, KAMMI, IMM, dan PMII bisa menjadi ‘intelectual organic collective” yang membuka komunikasi dan kanal kesadaran kritis kepada masyarakat arus bawah.

Kontekstualisasi reformasi

Memang berat tugas reformasi, dia butuh nafas yang panjang dan stamina yang “joss”. Reformsi ekonomi, politik, dan hukum tidak akan bertahan dalam jangka yang panjang. Dewaasa ini sering di kumandngkan reformasi birokrasi. Kita apresiasi saja bahwa ini adalah komitmen pemerintah untuk mereformasi struktur Negara. Namun patut kita teladani bahwa reformasi birokrasi memberi kita pelajaran bahwa jika kita ingin mengabdi kepada Negara (dengan menjadi PNS) maka kita tidak boleh ingin kaya darinya. Ketika kita mengabdi pada Negara maka harus total melayani masyarakat..

Tapi tatap saja reformasi birokrasi bukanlah reformasi total, hal itu hanyalah bagian kecil dari reformasi. Satu langkah yang memang cukup bermakna, namun butuh komitmen dan pengawalan yang ketat supaya yang dicita-citakan oleh reformasi birokrasi segera tercapai. Dan ini yang menjadi agenda reformasi birokrasi Terbangunnya  perubahan  pola pikir, budaya  kerja, komitmen, partisipasi, dan perubahan  perilaku  yang berkarakter.

Semisal lagi dalam reformasi pendidikan, yang di inginkan adalah pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama demi tercapainya pemberdayaan manusia yang berkualitas demi kemajuan bangsa. Serta sistem pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan harus sesuai pula dengan tuntutan yang terkini.

Dan yang pernah di canangkan pemerintah adalah reormasi pembangunan nasional yang psangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah harus saling menunjang, saling mengisi, saling melengkapi dalam memajukan masyarakat dan nasional pada umumnya. Atau dalam paradigma ini pembanguna yang baik adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Yang pasti ada empat agenda reformasi paska tragedi 1998 yaitu; demokratisasi dalam bidang politik, peningkatan kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi, meningkatkan integritas hukum dan keadilan sosial, serta kesetaraan dalam bermasyarakat dan bebas berpendapat demi integerasi bangsa Indonesia.

Contoh-contoh tadi adalah bagian-bagian dan cara-cara untuk mewujudkan cita-cita reformasi dan yang paling pokok adalah kita sebagai masyarakat harus lebih terbuka. 

COMMENTS

Name

artikel,254,berita,108,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Membincang Reformasi, Kalo Kalian Mau....
Membincang Reformasi, Kalo Kalian Mau....
https://4.bp.blogspot.com/-XU6HDH_038I/V0EM4jLKVLI/AAAAAAAAApI/1iHV70rkVicicKhPsoRyQScPfpjMmuptwCKgB/s640/reformasi%2Bdibajak.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-XU6HDH_038I/V0EM4jLKVLI/AAAAAAAAApI/1iHV70rkVicicKhPsoRyQScPfpjMmuptwCKgB/s72-c/reformasi%2Bdibajak.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/membincang-reformasi-kalo-kalian-mau.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/membincang-reformasi-kalo-kalian-mau.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy