Mendukung Konsistensi Gerakan JM-PPK

www.distance-fromto.com
Beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan dunia internasional saat ada aksi sembilan “kartini” kendeng membelenggu kakinya dengan dicor semen. Aksi di depan istana itu akhirnya mendatangkan ramai riuh dukungan dari kalangan masyarakat luas. Ada yang menganggap sembilan perempuan tersebut sebagai kartini modern, bahkan di Semarang mereka disambut sebagai pahlawan sepulang dari Jakarta.

Ditengah keriuhan dukungan ternyata juga ada beberapa pernyataan nyinyir dari berbagai pihak. Sembilan “kartini” kendeng yang dianggap masyarakat sebagai pahlawan dicurigai Ganjar Pranowo bahwa gagasan aksinya bukan berasal dari mereka sendiri. “siapa ya yang mendesain kotaknya?”  Bapak Gubernur Jawa Tengah meragukan kalau rakyatnya punya ide cemerlang untuk menginisiasi aksi tersebut. Gila betul apa yang dipertanyakan Ganjar.
Pada kesempatan yang lain Ganjar juga pernah menanyakan KTP para simpatisan aksi apakah asli dari daerah terdampak atau tidak. Lha kalo KTPnya dari luar Kendeng atau rembang memangnya tidak boleh jadi simpatisan?

Sesungguhnya banyak streotip yang sering dilabelkan pada setiap aksi masyarakat hanya karena sedikit dari mereka yang menyentuh kursi pendidikan formal tinggi (kuliah atau bahkan SMA). Karena stigma yang melekat di masyarakat kita, apabila sekolahnya tidak tinggi maka dia tidak kreatif.

Membantah Streotip

Bagi penulis hal tersebut adalah pembunuhan karakter terhadap rakyat kecil. Hanya sebatas tidak mengenyam pendidikan tinggi dengan bonus gelar di belakang nama, mereka dianggap tidak mampu menelurkan strategi aksi yang keatif. Ada streotip bahwa pelaku aksi penolakan pabrik semen yang selama ini terwadahi dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) hanya boneka.

Mereka dianggap sekedar menjalankan arahan aktor intelektual dibelakang layar. Kita harus tahu bahwa sebenarnya para aktor JM-PPK sudah terdidik berorganisasi. Gun Retno misalnya,  bersama rekanya Hardi berhasil membawa Karya Tani Maju sebagai kelompok tani yang mampu menembus Gudang BULOG. Mereka sudah berorganisasi sebelum kasus semen ini mencuat ke permukaan.

Tentu tidak hanya stereotip seperti itu, menanyakan simpatisan aksi apakah warga asli daerah terdampak sering dijadikan alasan menyerang JM-PPK. Padahal Pram lewat “Anak Semua Bangsa” pernah menyatakan bahwa semua persoalan di kolong langit adalah urusan setiap manusia yang berfikir. Camkan baik-baik, hanya manusia yang berfikirlah yang merasa senasib-sepenanggungan jika ada masalah kemanusiaan. Pertanyaannya, apakah Ganjar berfikir soal Kendeng?

Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila yang memang berjiwa kriminil, biarpun dia seorang sarjana. Masalah pegunungan kendeng yang menyangkut hajat orang banyak ini nyatanya mampu menyedot animo masyarakat luas. Solidaritas masyarakat datang dari lintas kabupaten yang bahkan tidak menjadi daerah terdampak. Saat membicarakan lingkungan dan warisan apa yang bisa diberikan kepada generasi selanjutnya batasan ikatan primordialisme seketika luntur. Semua lebur atas nama solidaritas jaringan, atas nama kesadaran akan darurat lingkungan. Maka wajar jika banyak simpatisan aksi yang tidak berasal dari daerah terdampak.

Dua hal yang sering dijadikan alat penyerangan pada aksi jaringan ini terbukti tidak mampu melemahkan JM-PPK. Kekonsistenan mereka dalam memilih aksi nir-kekerasan dalam setiap aksinya sejak awal perjuangan membuat jaringan aksinya semakin luas. Sadar perjuangan kekerasan hanya akan menghambat perjuangan, aksi jaringan ini selalu menampilkan berbagai aksi nir-kekerasan yang terus mengundang simpati masyarakat luas. Mulai dari membawa sapi dan bajak di alun-alun Pati, pencabutan tapal batas pabrik semen, pagar betis manusia, lagu, film, teater, jalan kaki Pati – Semarang, sampai yang mengecor kaki. Bandingkan dengan aksi repressif serdadu KODAM IV Diponegoro yang mengintimidasi dengan senjata kepada masyarakat di kecamatan mirit dan setrojenar, Kebumen dalam kasus sengketa lahan.

Banyak dari aksi masyarakat yang menempatkan prempuan di barisan terdepan. Beberapa pihak menganggap hal itu salah karena bagian dari eksploitasi prempuan. Tetapi, jika kita mau melihat lebih dekat, banyak jawaban kita bisa temukan. Pertama, secara antropologis memperjuangkan lingkungan (ibu pertiwi) mereka asosiasikan denngan sosok ibu (prempuan). Maka wajar jika Sukinah atau Gunarti menjadi sosok yang banyak melakukan gerakan perlawanan karena internalisasi pemahaman nilai tersebut. Kedua, komitmen terhadap aksi nir-kekerasan. Mereka yakini lebih efektif menempatkan prempuan berhadapan dengan pihak polisi ataupun militer dibanding menempatkan lelaki. Dengan catatatan, pihak lelaki selalu ada di barisan yang tepat di belakang mereka di setiap aksi.
Hal ini juga menunjukan suatu studi postkolonial yang menarik. Setelah kalah di perang Jawa, Deandels sebagai Gubernur Jenderal (jabatan tertinggi di Hindia Belanda) ingin menghilangkan kesan perlawanan yang ada pada perempuan Jawa yang ikut turun gelanggang untuk berperang. Diawal abad 19 inilah mulai ada program prempuan-prempuan Jawa di indekoskan kemudian dilabeli lemah lebut untuk dijadikan orientasi seksual. Sukinah dan Gunarti adalah sosok prempuan Jawa yang meruntuhkan bias kontruksi pembagian kerja di rumah tangga berdasarkan jenis kelamin. Mereka yang sudah 700-an hari bertenda lebih baik dalam mempraktikan apa itu kesetaraan gender, bahkan mungkin lebih baik dibanding yang sering menyuarakanya. Jika dilihat lebih dekat dan mendalam, dugaan picik tentang eksploitasi prempuan seketika runtuh.

Dari hari ke hari JM-PPK terus mendapat suntikan dorongan semangat dari berbagai gerakan solidaritas. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sipil kita tidak lagi mudah dibohongi. Masyarakat kita juga sudah terlalu lelah menanggung akibat dari kekerasan struktural dan kultural yang dilakkukan oleh pemerintah. Momentum perlawanan ini harusnya menjadi kesempatan untuk membangkitkan dan menguatkan gerakan solidaritas masyarakat sipil. Munculnya gerakan-gerakan solidaritas ini tentunya akan selalu menyambung nafas perjuangan penolakan pabrik semen.

Bencana liberalisasi ekonomi selalu membawa kerusakan terhadap pertahanan kebudayaan masyarakat setempat. Hal itu tentu karena hampir selalu kebijakan ekonomi tidak pernah melihat aspek masyarakat. Kesejahteraan yang ditawarkan pemerintah dan pabrik semen tentu berbeda makna dan nilainya dengan kesejahteraan dalam benak masyarakat. Dalam kajian konflik ada adagium what we really want but we dont say. Apa yang sebenarnya diinginkan pabrik semen mungkin tidak akan pernah mereka sampaikan secara langsung. Mereka pasti hanya akan berbicara perbaikan infrastruktur, peningkatan APBD dengan janji pelestarian lingkungan. Sementara rakyat hanya benar-benar menginginkan pegunungan mereka untuk tidak ditambang karstnya. Mereka ingin bertani untuk sejahtera. Sesulit itukah permintaan mereka?

Tulisan ini hanya berdasarkan pengamatan jarak jauh dan hasil beberapa pengamatan langsung aksi JM-PPK. Ditulis sebagai ajakan ikut berpaartisipasi pada “Long March Kendeng Ngrungkebi Bumi”. 2000 orang menempuh 20.000 KM, dari makam Ki Ageng Ngerang Menuju Alun-Alun Pati. Berkumpul pada tgl 16 Mei 2016 pukul 20.00 di Makam Ki Ageng Ngerang.

*AhmadMuqsith : Pegiat di KSMW UIN Walisongo


COMMENTS

Name

artikel,253,berita,105,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Mendukung Konsistensi Gerakan JM-PPK
Mendukung Konsistensi Gerakan JM-PPK
https://1.bp.blogspot.com/-Rnds1FPGQ6Y/Vzw57aGKzBI/AAAAAAAAAiU/1HV84rV55toWpGkCzw5q_-aNp7G-G7dwACLcB/s1600/12784040_1015753875129795_1898025371_n.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Rnds1FPGQ6Y/Vzw57aGKzBI/AAAAAAAAAiU/1HV84rV55toWpGkCzw5q_-aNp7G-G7dwACLcB/s72-c/12784040_1015753875129795_1898025371_n.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/mendukung-konsistensi-gerakan-jm-ppk.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/mendukung-konsistensi-gerakan-jm-ppk.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy