Sahabat Tanpa Kata Terlambat


Lukisan keindahan itu menandai kita dengan hubungan tanpa ikrar


Mempertahankan “kita” di gelanggang singa betina

Berbagi peran: dijakarta dan ngalian kita lakukan atas kesalahan “lintingan”

Ya….

Identitas kita, kita sembunyikan, dan kita jaga

Paska perwakilan oposisi hadir….

Aku ingin tetap bersamamu….

Namun ibu kota memanggilku.

Dan kamu menjadi kesatria paska itu…

Menjaga hubungan dan berpesan, jangan sampaikan…..

Sedangkan aku hanya sebatas mendengarkan kabarmu…

Diserambi kita ngopi bertiga dengan sang “kakek”

Lagi-lagi kamu berpesan, “ya… suara itu masih kusimpan”

Aku mencoba mengingat Jas Merah

Aku mencoba melawan untuk nominal tidak ada artinya

Aku mencoba menunggu digarisku

Seusai berdiri diatas awan dan diatas surga yang tak dirindukan….

Lagi-lagi kabar kurang sedap menyertaimu

Satu kata yang tertanam dalam relungku “maaf…”

Keberadaanku tak seindah kemaren

Ya, sampai sekarang pesanmu masih kusimpan

Dan aku akan buka nanti setelah kamu

Selamat malam, pukul 12.43 WIB, sehatlah…..


Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya