Sebagian Merajuk, Sebagian Membisu

google
Dalam siang dan panasnya udara

Sedikit rasa yang membeku dalam setiap tanya yang hadir dan pergi

Apapun yang berkeliaran dalam nada dan suara di otakku

Selalu akan dirimu, wahai dzat semestta alam

Bukan hanya karena engkau tak kukenal, namun inilah alasanku untuk lebih mengenalmu

Setiap kata dan bait yang menari ini mencoba menafsirkan semua

Menafsirkan akan keindahan dan ke misteriusan bahkan kecantikannya

Begitu meledak-ledak diri ini, ketika kata dan bait ini tak bias q sampaikan dalam setiap kata



Wahai engkau yang membisu

Masihkah kau medengar jeritan dan kisah klasikku

Masihkah kah aku bias menjadi teman baikmu

Walau hanya kata dan bait yang bias ku sampaikan

Namun bukan berarti adanya diriku tidak mau mengenal dan berteman baik denganmu

Aku masih si kecil yang mencari jalan kedamaian dan pekajaran di setiap  langkah

Aku masihlah si kecil yang berjuang untuk mendapatkan perhatian dan kasih saying darimu

Dan aku masihlah si kecil yang mencoba membuka dan mendekati apa saja yang pernah 
engkau perlihatkan padaku



Namun semua itu akan sia, jika tanpa bimbingan dan petunjuk cahaya darimu

Tanpa adanya kasih yang kau hadirkan untuk bertemu denganku, semua akan tetap sama

Namun keyakinan dan usaha dan harapku akan selalu ku rajuk dan ku sandarkan 
bersamamu.

Agar bias dari itu semua menjadi bekal terhadap semua perjalananku.




*M Mujaddedi Hiddayatullah

Comments

Popular posts from this blog

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

Tebarkan Kasih di Gersangnya Hati

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter