Teguran Tuhan untuk Tuan Ganjar

Foto: Jurnalekonomi.co.id
Ekspansi industri pabrik semen adalah sirine tanda bahaya bagi penyelamatan kelestarian alam di Provinsi Jawa Tengah. Jateng Ijo Royo-Royo Sang Gubernur menjadi semakin ditantang untuk segera diwujudkan secara riil di tengah kehidupan masyarakat. Atas nama pembangunan dan kesejahteraan, pabrik semen hadir di Jawa Tengah bersiap mengeruk kekayaan alam sentral Pulau Jawa dan mengubah tatanan masyarakat dimana pabrik semen didirikan.

Rembang, Pati, Grobogan, Kebumen, dan Kendal adalah sederet nama wilayah yang menjadi destinasi untuk disinggahi. Paling tidak ada dua pilihan yang bisa diambil oleh Sang Gubernur. Pertama, memosisikan diri sebagaimana yang disampaikan oleh Tan malaka, “Tuan rumah tak akan berunding dengan maling yang akan menjarah rumahnya”. Kedua, memosisikan diri sebagai tuan rumah yang siap menyambut tamu agung di rumahnya.

Kita tak perlu berfikir lama untuk mengerti posisi atau pilihan sikap mana yang diambil oleh bapak gubernur. Melihat langsung beberapa kabar dan kondisi masyarakat di Jawa Tengah seperti pendirian tenda perjuangan ibu-ibu rembang di pegunungan Kendeng, longmarch dengan tema menjemput keadilan yang dilakukan gabungan elemen masyarakat dan berakhir dengan kemenangan warga Pati di PTUN Semarang (meskipun perjuangan masih berlanjut), aksi dipasung semen di depan Istana Negara dan masih banyak lainnya yang menjadi bukti kepada siapa beliau berpihak.

Kondisi ini datang sebagai peringatan keras rakyat kepada gubernurnya. Jika bapak gubernur sudah tidak lagi ingat dan percaya bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, maka sesungguhnya teguran Tuhan melalui firman-Nya dalam Al-Quran sudah sangat keras dan jelas telah lama diturunkan. Melalui firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 11-12.
و إذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون {11} ألآإنهم هم المفسدون و لكن لا يشعرون {12}
Artinya:
“(11) dan bila dikatakan kepada mereka, “janganlah kamu membuat kerusakan di bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”, (12) ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”

Ayat ini menggambarkan bagaimana kelompok-kelompok yang melakukan perusakan alam atas nama perbaikan, pembangunan dan kesejahteraan. Tentu bukan mereka saja yang melakukan perusakan di bumi, tapi mereka yang mendukung dan berpihak pada mereka yang melakukan perusakan di bumi, bahkan yang hanya diam membiarkan terjadinya perusakan di bumi, termasuk dalam kategori mufsidun.

Tuhan dengan tegas menyeru kepada manusia (tuan Ganjar juga manusia, bukan) untuk menghambakan diri kepada Tuhan yang telah menghamparkan bumi, menurunkan air dari langit yang kelak menghasilkan segala macam tumbuhan, sayuran dan buah-buahan sebagai rizqi untuk manusia, sekaligus untuk tidak menyekutukan-Nya dengan segala bentuk tandingan dan sekutu (uang, pemodal, dan lain sebagainya) pada QS. Al-Baqarah: 21-22:
يأيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم و الذين من قبلكم لعلّكم تتقون {21} الذي جعل لكم الأرض فراشا و السماء بناء و أنزل من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا و أنتم تعلمون {22}
Artinya:
“(21) Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa, (22) Dialah yang menjadikan bumi sebagi hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air itusegala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Suatu ketika sang gubernur pernah bertanya kepada para kartini pegunungan kendeng, “sampun maos amdal, bu?” sungguh, ini adalah pertanyaan konyol yang dilontarkan oleh seorang gubernur yang rakyatnya sedang ditindas dan direnggut kehidupannya. Sungguh, tuan ganjar dalam kondisi yang telah disebutkan Al-Quran,
صم بكم عمي فهم لا يرجعون
Artinya:
“mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)”

Wahai Tuan, jika teguran Tuhan belum mampu memberi pencerahan dan perubahan padamu, lantas bolehkah jika pesuruh Tuhan (Izroil) suatu ketika hadir sebagai tamumu?

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Teguran Tuhan untuk Tuan Ganjar
Teguran Tuhan untuk Tuan Ganjar
https://2.bp.blogspot.com/-bIiQ-fMWOGE/VywfritOs6I/AAAAAAAAAKk/YfaYu3R3aMo-sbntR8zjLZwrU_BSWe_QwCLcB/s200/ganjar.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-bIiQ-fMWOGE/VywfritOs6I/AAAAAAAAAKk/YfaYu3R3aMo-sbntR8zjLZwrU_BSWe_QwCLcB/s72-c/ganjar.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/05/teguran-tuhan-untuk-tuan-ganjar.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/05/teguran-tuhan-untuk-tuan-ganjar.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy