Posts

Showing posts from August, 2016

Mas Joko yang sedang digelendengi

Image
Saya ingin ngerasani sahabat karib bapak saya yang dulunya tukang meubel yang sekarang suka sibuk mikirin Negara, namanya mas joko. Saya gak mau ngomongin yang jelek-jelek, saya Cuma mau ngudo roso bagaimana pusingnya beliau mikirin Negara. Semoga kalian juga ikut memikirkan apa yang di pikirkan mas joko, dan lebih bagus lagi jika kalian mau memikirkan perasaan mas joko yang saat ini kesepian. Beliau gak punya temen yang bisa di ajak nongkrong, duduk santé sambil ngobrol dan nyeruput kopi bareng-bareng, tapi sayangnya beliau gak suka udud jadi kalo mau udud beli sendiri…hee
Saya sebetulnya sudah lama gak ketemu beliau (lebih tepatnya emang gak pernah ketemu) tapi karena beliau sering nongol di passo benggala saya jadi menduga-duga jangan-jangan beliau sedang menderita, di lihat dari raut wajahnya saja sudah kalihatan begitu. Sayangnya beliau gak mungkin ngomongin perasaannya di depan umum, gak kaya kakanya, sibuya, yang suka curcol. Sebagai orang jawa tulen, beliau sebisa mungkin menye…

#Bangga itu Keren

Image
Ayo kita berbangga. Bangga jadi ini, bangga jadi itu, bangga jadi keluarga besar ini dan itu. Bangga bangga dan bangga. Gak penting kamu tau soal ini dan itu yang penting bangga dulu.
#bangga… kayaknya udah jadi trend masa kini. Semua hal yang kita anut atau bahkan yang sebenernya baru aja kita kenal wajib fardhu ‘ain hukumnya untuk kita bangga-banggakan. Di era narsis dan selfie yang semakin merajalela ini, kita dikasih kesempatan seluas-luasnya buat membanggakan sesuatu.
Kapan lagi kita bisa dengan mudah menunjukkan rasa bangga kita sama hal-hal yang ada di sekitar kita. Punya kandang ayam baru, bangga. Punya kampus baru, bangga. Punya sepeda baru, bangga. Punya pacar baru, bangga. Punya mantan baru, bangga.
Coba pikir, kapan lagi…??
Udah gak usah-malu-malu kalo mau ngebanggain sesuatu. Baru-baru ini Ada satu organisasi pergerakan yang menurut saya terbesar di negeri ini yang dengan Percaya Diri tinggi bikin satu frame foto profil Facebook yang didesain dengan tulisan #BanggaJadiP**I
H…

Antara Rektor, Kepala Sekolah, dan Pelatih Sepakbola

Image
Apa yang saya tulis di sini mungkin tidak valid. Selain unsur subjektifitas yang besar karena  keberpihakan saya yang berlebihan kepada kaum bawah, miskin, terpinggirkan, dan yang seharusnya dituntun. Tulisan ini terinsirasi dari cerita seorang kawan, tentu kalo hanya cerita dari mulut seorang kawan gak mungkin dianggap sebagai refrensi ilmiyah. Boro-boro ilmiyah, dianggap sebagai sumber saja tidak. Yah begitulah kira-kira kalo nalar berpikir kita terlalu ilmiyah seperti bapak-bapak dosen yang…ah, begitulah mereka…
Kalau sudah begini, terserah kalian saja, apakah mau percaya atau tidak.
Semalam, ketika kami selesai melakukan ritual rutin, dhiba’an, kita rame-rame nonton pertandingan sepakbola, Manchester City VS West Ham United. Pertandingan berjalan seru yang cerita akhirnya City keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.
Di tengah nikmatnya nonton pertandingan itu, kawan saya tiba-tiba bertanya dengan pertanyaan klise dan polos, “mas, kenapa sih kalo klubnya selalu kalah yang jadi korban…

Uang Kuliah vs Uang Rokok

Image
Alkisah, suatu hari seperti biasa ketika saya sedang asyik-asyiknya nikmatin kopi sama rokok buat ngilangin rasa pusing di kepala, ada temen yang sekarang udah jadi pegawe di kampus tempat saya kuliah. Kebetulan temen saya ini gak ngerokok tapi dikit-dikit masih mau nenggak kopi lah. Temen saya ini hebat banget, lulus cepet dan langsung berkarir di kampus tempat dia kuliah. Kalo gak ada aral melintang sebentar lagi doi lulus S2 trus jadi dosen dah di kampus itu.
Tapi bukan soal karir temen saya yang mau saya ceritain di sini, saya mau cerita singkat aja soal obrolan kita hari itu. Hari yang mendebarkan dan paling ngguaplekiseumur hidup saya. Hari itu saya pusing banget ngurusin keuangan kuliah yang udah dinaikin harganya, kebetulan sistem keuangan di kampus udah on-line yang bikin semua sistem administrasi keuangan sifatnya otomatis, kalo telat bayar uang kuliah, saya harus cabut sementara alias cuti dari kampus…. Ampun…
Kenaikan harga perkuliahan sebabnya karena buat menuhin kebutuhan …

Testimoni Sang Pemberontak

Image
Alam semesta tercipta karena ada sebuah benturan. Ada yang menyebut sebagai big bang, ada yang juga yang berpendapat partikel atomik (kabut asap). Setelah itu terciptalah bintang-gemintang, planet-planet, dan asteroid-asteroid yang masing-masing memiliki gravitasi yang saling tarik-menarik.
Jauh sebelum manusia lahir, benturan antar spesies sudah tercipta. Dimanapun ada makhluk hidup di situ pasti ada pertengkaran. Mulai dari berebut makanan, tanah, sumber daya, hingga kekuasaan entah itu komunal ataupun kolegial. Dalam sudut pandang ini, persahabatan dan persaudaraan hanyalah lapisan suprastruktur yang teramat tipis sehingga mudah di tembus oleh nafsu persaingan.
Hingga pada akhirnya manusia lahir, makhluk yang konon diciptakan lebih sempurna daripada makhluk lain. Makhluk ini di lengkapi dengan nurani dan akal budi, tapi sayangnya (dan nampaknya tuhan lupa) ternyata nafsu untuk bersaing masih tersimpan dalam sanubari setiap individu. individu-individu berakal budi ini tidak hanya lapa…

Ibnu Parna dan Akoma yang tenggelam dalam Pentas Sejarah Semarang

Image
Dalam tiap-tap pertempuran, wajar kalau melahirkan kisah pemuda heroik yang kemudian jadi simbol perlawanan. Jangankan pertempuran besar, pertempuran-pertempuran kecilpun akan melahirkan tokoh sejarah, pertempuran antar kampungpun melahirkan pahlawannya sendiri-sendiri. Kepopuleran tokoh lahir seiring kontradiksi besar maupun kecil, sesuai tingkatannya, sesuai kualitas dari pertempuran itu.
Pertempuran Surabaya 1945 telah melahirkan sosok Bung Tomo (demikian juga halnya pertempuran-pertempuran lain di Tanah Air era Revolusi Fisik), tapi ke mana tokoh pemuda dalam Pertistiwa Pertempuran Lima Hari Semarang?
Namanya Ibnu Parna, ketika situasi masih di bawah ancaman Jepang yang melarang pengumuman Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan secara terbuka, dia dengan kawan-kawannyalah yang dengan keras mendatangi dan mendesak Gubernur Jateng Wongsonegoro supaya mengumumkan adanya Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta ke publik Semarang, dia juga yang dengan kawan-kawannya membawa senjata, k…

Kado Terindah buat Aktifis itu Ketika Dituduh Provokator

Image
Jam 07.30 mataku sedikit melek kaget ndenger HP bergetar keras di samping kupingku, seketika aku matikan getarannya dan aku tidur lagi. Jam 08.30 aku bangun trus aku buka pesan singkat di HP ku ternyata ada SMS dari seorang pejabat kampus. Aku langsung merasa terhormat dan terharu. Mahasiswa bangkotan kayak gini ternyata di SMS sama pejabat juga. Alhamdulillah….
Aku baca langsung apa isi SMS itu, eh ternyata bapak pejabat itu Cuma mau bilang “mas, tolong adek-adekmu dijaga.” Semakin merasa terhormatlah aku. Gimana enggak coba, aku yang selama ini jarang kekampus itu dan kuliah lagi di kampus lain ternyata dikasih amanat yang besar dari seorang pejabat di sebuah kampus besar yang dulu pernah aku tinggali. Beneran, dulu aku tinggal di dalem kampus itu selama dua tahun. Layaknya tempat tinggal ya segala keperluan dan aktifitas harianku di kampus itu. Nyci baju, masak, makan, tidur, dan segala macam aktifitas dari yang paling sopan sampe yang paling kurang ajar pernah aku lakukan di kampus…

Gerakan Mahasiswa dan Sengkarut Kepentingannya

Image
PADA perayaan ulang tahunnya yang ke-81 di tahun 2006, Pramoedya Ananta Toer mengajukan sebuah pertanyaan yang cukup menarik: mengapa pemuda yang dengan gemilang menyingkirkan rezim Soeharto, tidak menghasilkan tokoh politik nasional? padahal pemudalah yang memberikan kepemimpinan dan energi dalam setiap perubahan penting disepanjang sejarah Indonesia serta tampil menjadi tokoh politik nasional. Mengapa sekarang tidak?. (Indoprogress, 25 maret 2015)
Pernyataan pram itu kemudian perlu kita renungkan. Pada satu sisi pram mengharap ada seorang tokoh mahasiswa yang mampu menggantikan generasi tua karbitan di pentas nasional ataupun lokal atau bahkan juga di kampus masing-masing. Karena kita tahu, hingga saat ini yang mengendalikan sistem birokrasi masih saja orang-orang tua warisan jaman orba yang pola pikirnya sangat identik dengan orbaisme yang serba anti dengan kritik. Bahkan mereka tidak segan memberlakukan peraturan-peraturan yang mengekang kebebasan berekspresi, berpikir, dan berpend…

UKT, Masuk ideot Keluar goblok

Image
Ups… saya gak ada maksud buat nyinggung satupun lembaga pendidikan di nagara kita tercinta ini. Saya cuman nguping sedikit obrolan mahasiswa yang roman-romannya nyesel setelah bertahun-tahun kuliah. Sambil nguping saya mbatin keheranan, udah nyesel kok masih kuliah aja.
Sebetulnya udah lama obrolan ini terjadi, tapi mumpung momennya masih tahun ajaran baru baik di tingkat dikdasmen atau dikti, saya ulas lagi lah obrolannya.
Suatu hari di sebuah halaman kampus yang gak asri-asri amat, ada dua mahasiswa yang kelihatannya kecapekan nunggu panggilan di antrian loket registrasi. Ini cerita jaman dulu waktu registrasinya masih pake manual. Registrasi harus dateng ke loket.
Mahasiswa 1  : Ndes, gimana registrasinya udah selesai?
Mahasiswa 2  : Belum, panjang banget ngantrinya…
Mahasiswa 1  : Kok kita gak dipanggil-panggil ya?
Mahasiswa 2  : Sabarlah, tellernya aja sampe teler-teler gitu manggilin mahasiswa satu      persatu…
Mahasiswa 1 : kayaknya bentar lagi istirahat nih. Kekantin aja yuk…
Mahasis…

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme