Antara Rektor, Kepala Sekolah, dan Pelatih Sepakbola

Tihana Nemcic, Pelatih wanita yang menangani tim sepak bola pria di korasia
foto:www.pinterst.com

Apa yang saya tulis di sini mungkin tidak valid. Selain unsur subjektifitas yang besar karena  keberpihakan saya yang berlebihan kepada kaum bawah, miskin, terpinggirkan, dan yang seharusnya dituntun. Tulisan ini terinsirasi dari cerita seorang kawan, tentu kalo hanya cerita dari mulut seorang kawan gak mungkin dianggap sebagai refrensi ilmiyah. Boro-boro ilmiyah, dianggap sebagai sumber saja tidak. Yah begitulah kira-kira kalo nalar berpikir kita terlalu ilmiyah seperti bapak-bapak dosen yang…ah, begitulah mereka…

Kalau sudah begini, terserah kalian saja, apakah mau percaya atau tidak.

Semalam, ketika kami selesai melakukan ritual rutin, dhiba’an, kita rame-rame nonton pertandingan sepakbola, Manchester City VS West Ham United. Pertandingan berjalan seru yang cerita akhirnya City keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Di tengah nikmatnya nonton pertandingan itu, kawan saya tiba-tiba bertanya dengan pertanyaan klise dan polos, “mas, kenapa sih kalo klubnya selalu kalah yang jadi korban pemecatan pelatihnya bukan pemainnya?”.

Saya jawab saja sekenanya, “gak tahu lah, mungkin pelatihnya makan gaji buta.”

“ah, masa sih mas”, sergah kawan saya tadi dengan penasaran.

“mungkin gak mas karena pelatihnya ditugaskan untuk meningkatkan prestasi klub?” tanya kawan saya tadi.

Saya jadi berpikir, bener juga omongan kawan saya ini. Tumben dia bisa secerdas ini, walaupun cerdasnya gak sengaja.

Di dunia olahraga, terutama sepak bola. Sosok pelatih memang memegang tanggungjawab besar ketika timnya sedang bertanding di lapangan. Seorang pelatih harus mempertanggungjawabkan semua progam latihan kepada pemilik tim agar progres dari kepelatihannya berjalan sesuai keinginan pemilik tim itu.

Apalagi sepakbola adalah olahraga industri yang sudah kita ketahui bersama. Olahraga ini yang paling banyak memutar uang. Dalam sekali bursa transfer saja di benua eropa, perputaran uang bisa mencapai 10 triliun lebih untuk jual beli pemain. Pelatih dituntut jeli untuk melihat pemain-pemain potensial untuk direkrut, sekaligus harus hati-hati jika ingin melepas pemain.

Yang namanya olahraga, ukuran sukses hanya satu, selalu memenangi pertandingan yang dijalani. Tidak ada kompromi. Karena hanya ada tiga hal yang mungkin didapat sebuah tim dalam bertanding. Kemungkinan pertama adalah kemenangan, hal inilah yang diharapkan Tim dan para pendukungnya. Kemenangan adalah ukuran sahih sebuah tim dikagumi, disegani, dan ditakuti.

Kemungkinan kedua adalah hasil imbang. Hasil ini tak ada yang mengharapkan terjadi, tapi jika hasil ini terjadi paling tidak sebuah tim tidak terlalu malu dalam menyelsaikan sebuah pertandingan.

Kemungkinan ketiga adalah kekalahan. Semua tim olahraga, apalagi sepakbola, akan berusaha sekuat tenaga menghindari kejadian yang tidak diinginkan ini. Kekalahan adalah aib. Seorang pelatih jika didapati mengalami kekalahan beruntun pasti akan langsung “diadili” di meja menejemen tim. Pilihannya ada dua, tolong carikan pengganti pelatih lain atau diganti paksa alias dipecat, tentunya pemecatan dengan hormat sembari diberi pesangon secukupnya.

Pelatih adalah sesosok menejer, kepala, sekaligus guru dan pengasuh bagi para pemain-pemainnya. Jika dia ingin pemainnya bermain maksimal dan sesuai dengan arahannya, maka dia harus jelas memberikan program bagi pemainnya. Karena jika programnya salah maka prestasi klub taruhannya.

Jika kita refleksikan dengan kedudukan seorang kepala lembaga pendidikan, rektor ataupun kepala sekolah. Maka posisi pelatih sama dengan mereka. Rektor atau kepala sekolah dituntut untuk membuat program untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi anak didiknya, entah akademik ataupun akademik. Program mereka akan dipertanggung jawabkan kepada pemangku kebijakan pendidikan. Setelah itu diukur seberapa besar progress pencapaian prestasi anak didiknya.

Persamaan lai dari seorang pelatih dan kepala lembaga pendidikan adalah, mereka dilarang menekan secara mental para peserta didiknya. Bermain keras boleh, bermain fisik boleh, tapi bukan karena emosi dan rasa benci, mereka boleh keras dalam bertindak untuk menggembleng peserta didiknya. Semua konsentrasi seorang rektor dan kepala sekolah hanya untuk peningkatan kapasitas peserta didiknya, bukan hanya demi prestasi akademiknya belaka, tapi yang terpenting untuk prestasi kehidupannya.

Jika seorang pelatih saja harus dipecat karena prestasi tim yang jeblok. Lalu bagaimana dengan rektor yang kesulitan mengangkat prestasi lembaga pendidikannya.

Sayangnya, apa yang dialami pelatih sepakbola tidak berlaku dalam dunia pendidikan. Terutama pendidikan tinggi. Para rektor saya kira belum sempat berpikir bagaimana caranya untruk meningkatkan prestasi mahasiswanya. Mereka hanya fokus melakukan pengembangan fisik bangunan kampus saja.

Bagi mereka, semakin megah bangunan berarti semakin majulah lembaga pendidikannya. Semakin banyak mahasiswa yang kuliah di kampusnya, maka semakin besar potensi keuangannya. Mereka bahkan tidak pernah memkirkan, bagaimana mengelola potensi mahasiswa yang berjumlah ribuan itu.

Sekali lagi, bagi rektor yang hanya fokus pada menejemen keuangan tapi lupa terhadap potenis mahasiswanya. Seharusnya bagaimana?


Bisa meneladani para pelatih sepakbola kan…??

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Antara Rektor, Kepala Sekolah, dan Pelatih Sepakbola
Antara Rektor, Kepala Sekolah, dan Pelatih Sepakbola
https://1.bp.blogspot.com/-iyAypkQZ7QU/V8NApRHh7YI/AAAAAAAABFk/CFdRUnLqyP4tqHnzYJFpie5zj8B5-iTNwCLcB/s640/pelatih%2Bwanita%2B2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-iyAypkQZ7QU/V8NApRHh7YI/AAAAAAAABFk/CFdRUnLqyP4tqHnzYJFpie5zj8B5-iTNwCLcB/s72-c/pelatih%2Bwanita%2B2.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/08/antara-rektor-kepala-sekolah-dan.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/08/antara-rektor-kepala-sekolah-dan.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy