Kisah Haris Azhar yang Mirip Nasib Papua



foto:www.jakartasatu.com

Sebelumnya saya gak pernah nyinggung-nyinggung soal papua, dan hari ini saya nulis karena isu soal kemerdekaan papua udah mulai reda. Dulu waktu isu papua merdeka lagi kenceng-kencengnya, mana berani saya komentar, takut mencederai rasa nasionalisme. Tapi, gimana bisa ngukur nasionalisme, wong saya belum pernah ke papua.

Ini ada cerita dari temen, temenku itu temennya jadi tentara dan ditugasin di papua, katanya di perbatasan papua nugini. Setelah sepuluh bulan tugas, dia pulang, dia mamerin tugas beratnya ketemenku tadi. Dia ngasih rekaman vidio aksi-aksi heroiknya dalam menumpas “pemberontak” yang nuntut papua merdeka.

Di video itu si tentara jelas banget ngasarin orang-orang papua, nendang, mukul, nyubit, malahan sampe nelanjangin. Denger cerita ini hatiku jadi perih banget. Seperih liat video sang mantan jalan bareng sama pacar barunya…

Saya kepikiran waktu Indonesia dijajah belanda. Bangsa kita dituduh pemberontak, bodoh, dan harus “ditertibkan”. Dengan cara pandang kayak gini, belanda ngerasa sah menjajah Indonesia. Dan sekarang giliran Papua yang distigmatisasi sebagai suku primitif, labil, pemberontak dan harus “ditertibkan” oleh Indonesia…  

Indonesia dan kroni-kroninya udah persis kayak mahasiswa labil yang KKN dan sok paling pinter di tempat KKNnya.

Saya, tentu saja sebagai warga Negara Indonesia yang dari lahir sampe setua ini gak pernah keluar negeri, pasti gak rela kalo Papua pisah dari NKRI. Tapi kalo cara memperlakukan orang Papua sekasar itu mana tega saya. Masa bangsa kita mau berubah jadi bangsa penjajah?

Dalam darah saya yang mengalir bumbu-bumbu aktifis dan gak tega ngeliat kekerasan yang menyengsarakan. Diem-diem jadi ngerasa wajar kalo Papua minta merdeka.

Papua gabung sama Indonesia itukan karena pengin kehidupannya lebih maju, kalo toh gabungnya karena”dipaksa” Soekarno, malah jadi kewajiban maha besar buat Negara kita Menuhin kebutuhan dasar orang papua, mulai pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Jangan cuman eksploitasi kekayaan alam secara membabi buta dong…

Lah sekarang, gimana?

Soal pendidikan, gimana perkembangan di sana? Sarana dan fasilitas sangat minim, jumlah sekolah juga minim, jumlah guru minim, bahkan perbandingan antara anak-anak yang sekolah dan gak sekolah hampir berbanding kebalik. Bisa jadi banyak yang gak sekolah..

Soal kesehatan, Papua jadi sarang malaria paling parah, seenggaknya di Indonesia. Apa menteri kesehatan gak bisa nanggulangin itu? Wallahu a’lam. Dengan massifnya wabah malaria,udah terbukti kalo Negara belum hadir untuk warga papua.

Kesejahteraan, apalagi ini. Udahlah gak usah dijelasin, paling yang sejahtera cuman anak pejabat dan anak tetua adat di sana.

Yang lebih ngeri lagi, suku-suku di Papua terancam mengalami kepunahan etnis. Gak tau juga nih, ini kabar valid apa enggak. mungkin punahnya karena terlalu sering perang anatar suku, yang menurut kabar burung, perangknya karena diadu domba. Tapi kalo diliat secara stastistik, yang menguasai sektor pertanian dan aktifitas ekonomi di Papua didominasi sama orang jawa dan melayu. Orang asli papua tetep "liar" hidupnya.

Sekarang apa yang bisa kita lakukan?

Mau nyalah-nyalahin pemerintah, takut dikira mencemarkan nama cemar (eh nama baik). Mau mendukung program kemanusiaan di Papua, malah dikira ndukung Papua merdeka. Dikira sebagai makhluk primitif dan labil yang perlu ditertibkan juga. Gimana dong?

Kayaknya, kalo mau nuntut keadilan jadi serba salah, di Negara kita ini nih, nuntut keadilan bisa jadi tersangka. Liat aja Haris Azhar, sekarang udah jadi tersangka gara-gara nyebarin testimoninya Freddy Budiman. Padahal cerita begituan kan udah jadi rahasia umum, aparat hukum tinggal nindak lanjutin dan nemuin oknum yang bermain.

Mungkin karena gak ketemu-ketemu oknumnya, jadinya polisi ambil jalan pintas deh, Haris Azhar jadi tersangka. Tapi kita jangan suuudzon sama polisi lho ya….

Saya masih berpikiran, kalo sebenernya polisi gak punya niat jahat sama Haris Azhar. Polisi kan pelindung masyarakat, dan Haris Azhar juga masyarakat, gak mungkinlah polisi sembarangan mau nyelakain Haris.

Tapi tugas kepolisian terlalu berat buat ngungkap oknum aparat yang bermain di balik kasusnya Freddy Budiman. Apalagi yang ikut bermain itu jendral besar dan katanya juga intelejen. Nah, polisi yang penyidiknya rata-rata berpangkat letnan, gak berani nangkep jendral, apalagi dilindungi sama intel, jadi repotkan ngungkapnya. Polisi juga dikasih target waktu buat segera netepin tersangka. Daripada gak dapet-dapet tersangka, polisi cari gampangnya aja lah, Haris Azhar divonis. Selesai urusan.

Beneran, ini bukan niat jahat polisi, mereka cuman minta sedikit kerelaan Haris Azhar biar tugasnya lebih ringan dan efisien. Lagian kang Haris sendiri kan yang bilang kalo polisi harus cari tersangkanya. Apalagi kang Haris itu orangnya suka “nyocot” di TV ngomentarin aparat-aparat hukum. Ya kalo ngomentarinnya positif, dia itu kalo nyocot pait banget kedengerannya, pak polisi jadi gak enak hati kan. Intinya, di mata polisi, Kang Haris itu orangnya labil, primitif, pembrontak dan perlu ditertibkan.

BTW, narasi “ditertibkan” ini kan warisannya orba. mungkin ini bentuk tanggungjawab pak polisi buat njaga warisan ini. Warisan pusaka yang bisa jadi senjata ampuh kalo ada orang yang dengan seenaknya ngganggu stabilitas politik dan hukum di negara kita ini. Gampangnya ngomong, apapun yang gak sesuai dengan isi jidat dan isi perut aparat hukum harus ditertibkan, ada undang-undangnya kok… makanya saya bilang, polisi gak ada niat jahat, polisi cuman menjalankan amanah undang-undang…

Nah kira-kira begitulah yang terjadi di Papua. Saya yakin KNPB (Komite Nasional Papua Barat) gak minta merdeka. Mereka cuman minta keadilan, eh malah mereka dikira ngerong-rong integerasi Papua di wilayah NKRI. Pemerintah saya yakin juga sebenernya gak mau melakukan gerakan militer. Lah tapi kalo gak pake militer urusannya jadi kelamaan, malah gak susah dapet investor buat ngelola Sumber Daya Alam di sana. Sekali lagi, pemerintah cuman minta ikhlas dan halalnya dari warga Papua. Jadi rakyat  papua jangan minta merdeka ya…

COMMENTS

Name

artikel,253,berita,106,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Kisah Haris Azhar yang Mirip Nasib Papua
Kisah Haris Azhar yang Mirip Nasib Papua
https://4.bp.blogspot.com/-jO11ENRMgS4/V6LHpPX5sYI/AAAAAAAABBM/-PN4QBuxro09Kt_tX72i54MqSoDP0LtMQCLcB/s640/hrz-341x220.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-jO11ENRMgS4/V6LHpPX5sYI/AAAAAAAABBM/-PN4QBuxro09Kt_tX72i54MqSoDP0LtMQCLcB/s72-c/hrz-341x220.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/08/kisah-haris-azhar-yang-mirip-nasib-papua.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/08/kisah-haris-azhar-yang-mirip-nasib-papua.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy