Ada Segudang Ilmu Pengetahuan di Balik Kopi Sianida

foto:oketekno.com

Seumur-umur dalam hidup, yang namanya nonton sinetron ya kayak begitu itu, ceritanya pasti berkutat sekitar keluarga dan segala konfliknya, sama sekali gak mendidik dan cenderung monoton, yang seneng nonton pasti cuman ibu kita tercinta yang setiap malam sehabis ngurusin urusan rumah selesai, itu waktu terbaik buat beliau tercinta menghibur diri.

Tapi sekarang, ada sinetron genre terbaru. Mirip-mirip reality show. Bedanya reality show sama sinetron ini cuman satu. Kalo reality show setiap episode selalu berganti cerita, kalo yang ini udah dari setahun lalu ceritanya begituan aja. Tapi yang bikin sinetron ini istimewa adalah soal perkembangan ilmu pengetahuan beserta varian-variannya sekaligus hubungan antar ilmu pengetahuan itu. Intinya, sinetron ini bisa jadiin kita belajar ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya dan sepuas-puasnya.

Mau tau sinetron itu? Kayaknya udah pada bisa nebak itu sinetron apaan. Yap, apalagi kalo bukan kasus kopi sianida.

Saya hanya akan mengulas secara kronologis aja kenapa banyak banget varian ilmu pengetahuan yang muncul. Karena kalo saya tulis panjang lebar, malah mbosenin.

Begini, pertama-tama yang dikasuskan itu soal kematian mirna yang konon katanya dibunuh Jessica dengan racun sianida yang ditaburkan di kopinya Mirna, kejadian ini tempatnya di Vietnam café kalo gak salah. Singkat cerita, kasus itu selesai di tangan penyidik dengan kesimpulan Jessica jadi tersangka.

Eh, tanpa diduga, keluarga jessica beserta keluarganya gak terima dengan keputusan penyidik. Akhirnya keluarga Jessica menggugat kasus ini kepengadilan (yang ini namanya banding atau apalah). Tentu saja keluarga Mirna melakukan “serangan Balik” dengan mengajukan banding lagi. Sampe di sini mungkin hakim agak bingung karena kedua keluarga Mirna dan Jessica saling serang.

Setelah pengadilan menunda kasus ini lumayan lama, pengadilan membuka lagi kasus ini dengan menghadirkan beberapa saksi ahli. Saksi ahli yang pertama datang dari laboratorium forensik untuk membuktikan ada kandungan sianida di cangkirnya Mirna minum kopi. Tentu hasilnya positif ada sianida di cangkir kopi itu.

Keluarga Jessica masih gak terima dengan itu, akhirnya mereka berdalih bahwa Jessica mengalami gangguan kejiwaan akibat stress dan macam sebagainya. Bahkan suami Mirna sendiri bilang kalo Jessica emang agak-agak aneh gimana gitu kelakuannya. Nah, di ranah psikologis inilah perkara tambah panjang. Kalo Jessica beneran mengalami gangguan kejiwaan berarti Jessica bebas dari sangkaan hukum. Tapi keluarga Mirna tetep gak terima, bagi mereka Jesssica mau waras atau gila tetep harus dapet balasan setimpal.

Kasus tambah panjang, ditandai dengan usulan pengacara keluarga Mirna untuk menghadirkan saksi ahli lainnya dari pihak keamanan. Pihak keamanan diusulkan supaya memperlihatkan rekaman CCTV café itu yang merekam kronologi pengracuanan. Sialnya, yang kerekam malah bartender café itu yang melayani pesanan si Mirna.

Berkat rekaman CCTV inilah muncul pakar telematika yang terkenal, siapa lagi kalo bukan Roy Suryo.

Sampai di sini, sependek pengetahuan saya. Kemungkinan besar bakal banyak pendekatan Ilmu Pengetahuan lain yang berusaha menjelaskan kasus kopi sianida ini.


Persoalan utama dari kasus ini cuman gak ada seorangpun saksi mata yang ngeliat kejadian pengracunan itu. Dalam dunia peradilan, untuk memvonis fakta hukum sekurang-kurangnya harus ada dua saksi mata yang ngeliat secara langsung kejadian itu. Kalo gak ada saksi mata, harus menghadirkan saksi ahli dalam hal-hal yang diperlukan.

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

Wow, Seminar Hasil Penelitian Balai Litbang Agama Semarang Ungkap 42 Persen Mahasiswa LDK Setuju Khilafah

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme