Mou-Mao, Idealis dalam Berpikir Pragmatis dalam Bersikap

foto: Cak Adib

Pragmatisme, sebuah istilah yang kerap kali kita salah pahami. Kenapa disalahpahami? Karena sering kita menyebutkan istilah ini untuk sikap yang mengejar cara-cara instan dalam menghadapi masalah, skeptis dan cuek terhadap kondisi sekitar. Apa benar demikian? Yap, memang benar. Pragmatisme adalah paham yang melihat semua hal dari sudut pandang yang sederhana. Dan prinsip hidup manusia memang mencari cara termudah untuk menyelesaikan persoalan dan sekaligus bisa dipahami banyak orang, tak perlu banyak cing-cong.

Filsafat Pragmatisme, seperti yang dijelaskan William James, memang mengajarkan bahwa yang benar adalah sesuatu yang mampu mebuktikan bahwa dirinya sebagai yang benar, lalu bukti yang bagaimana itu? Bukti yang bisa ditangkap langsung oleh subjek. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang jika ingin mengetahui sesuatu, maka dia harus tahu secara indrawi sesuatu itu. Akan tetapi jarang orang yang mau melihat proses sesuatu itu menjadi sebuah ‘bukti’. Intinya pengalaman langsung atas sesuatu.

Dengan demikian, yang terpenting bagi kebanyakan orang sebenarnya bukan kebenaran objektif, tapi kegunaan praktis (jika sesuatu itu merupakan alat) atau sesuatu yang bisa dilihat secara gamblang dengan gampang.

Dasar dari pragmatisme adalah pengamatan, fakta individual. Seseorang lihat dengan mata kepalanya sendiri, gak pake njelimet. Mereka lihat dan langsung tahu. Nyata-fakta, konkret dan ditampilkan apa adanya. Itu yang akan diterima setiap orang. Gak pake ribet dengan segala tetek bengek argumentasi filosofis apalagi jika harus paham dengan proses yang kelamaan, yang bikin setiap orang bosan mengamati.

Nah, dari kesimpulan seperti itu, saya punya sosok yang pas banget mewakili filosof pragmatisme. Sosok itu adalah Jose Mourinho.

Mou (begitu panggilannya), sebetulnya bukan seorang yang gandrung dengan pragmatisme, apalagi mempelajari filsafat. Saya juga ragu kalo dia paham soal filsafat-filsafatan. Tapi, taktik permainan bola yang dia tamplikan di lapangan bisa mengambarkan bagaimana faham pragmatisme bekerja.

Mou menghendaki permainan efektif, tidak harus indah. Yang penting bagaimana para pemain bisa mengalirkan bola kegawang lawan sembari menjaga area pertahanan sendiri. Bagi Mou, gol gak harus banyak yang terpenting jangan sampai gawang sendiri kebobolan banyak gol, bila perlu parkir bis biar gawang tetep aman.

Dalam pemilihan pemain, Mou tidak mementingkan pemain itu siapa dan dari mana, terkenal atau tidak, berharga mahal atau gratisan. Yang penting badannya besar kekar atau kalau pemainnya bertubuh kecil ya harus bisa lari yang kenceng. Para pemain itu harus nurut sama apa yang dia mau. Contoh pemain binaan dia yang tadinya bukan siapa-siapa tapi jadi pemain penting, ada Drogba, Essien, Lampard, Militto, Matic, dll. Adapun nama-nama semacam Pogba yang harganya 1,5 T atau Ibrahimovic yang gajinya setinggi langit itu karena manajemen klubnya yang sekarang (MU) ingin menaikkan gengsi klub yang selama 4 musim ini terpuruk. Bahkan Ibra sendiri dipungut gratisan dari PSG.

Mou paham betul terhadap ekspektasi suporter olahraga, apalagi sepak bola. Para suporter sebetulnya cuma mau melihat kemenangan tim kesayangannya. Adapun permainan indah itu hanya bumbu permainan saja. Toh seumpama bermain indah, kalo timnya kalah suporter pasti kecewa. Bahkan yang menarik dari Mou, jika timnya sulit memenangkan pertandingan dan terancam kalah, dia bisa melakukan ‘taktik’ luar lapangan seperti menjaili pelatih lawan, mengeluarkan kata-kata profokatif, mengejek pemain lawan, atau bahkan berusaha merusak konsentrasi wasit. Yang penting timnya menang meskipun cuman selisih satu gol, dan gak penting lawannya tim kecil atau tim besar.

Bagi Mou jelas, prestasi adalah kemenangan bukan keindahan. Pragmatis bukan?

Ada satu sosok lagi yang perlu kita tahu ke-pragmatisannya. Dia adalaha Mao Zedong. Sidang pembaca pasti akan protes dengan nama kedua yang saya sebutkan ini. Tapi jangan protes dulu, yang mau saya komentari bukan paham yang dia anut, tapi cara dan sikap politiknya.

Mao memang salah satu ideolog Marxis paling joss sejagad raya, dia mampu menanamkan nilai-nilai marxisme kedalam sanubari rakyatnya. Dia mampu mengusir Ciang Kai Sek yang berkomplot dengan amerika kepulauan Taipei karena menentang kebijakan-kebijakan politiknya. Intinya, Mao adalah Marxis sejati anti kapitalisme.

Dalam menjalankan negara, Mao paham betul pasti akan ada pro-kontra yang menimbulkan konflik. Mao membagi konflik jadi dua, konflik antagonis dan non-antagonis. Konflik antagonis, menurut Mao, hanya bisa diselesaikan secara militer sedangkan yang non-antagonis bisa diselesaikan melalui diskusi, rapat, dan perundingan.

Mao mencontohkan, konflik antara buruh dan kaum kapitalis adalah konflik antagonis sedangkan konflik antara rakyat dan pemerintahannya adalah konflik non-antagonis.

Pada tahun 1950 moa mengeluarkan kebijakan yang mengakomodir para intelektual boleh mengeluarkan pendapat untuk PKT (Partai komunis Tiongkok) sebagai kompromi agar partai tidak melakukan tidakan kejam terhadap rakyat. Tapi kebijakan ini gagal karena pada kenyataannya para intelektual hanya ‘disuap’ sedemikian rupa agar tidak terlalu frontal terhadap kebijakan partai. Ketika ada sebagian intelektual yang keukeuh mengritik Mao dan partainya, mereka justru dilebeli pengkhianat dan membelot kepada kapitalisme karena terpengaruh pengetahuan barat dan sudah lepas dari tradisi konfusianisme.

Akhirnya banyak intelektual yang dijadikan pekerja paksa oleh Mao, setidaknya ada sekitar 700.000 orang yang dikirim kedesa-desa terpencil dan jauh dari ibu kota negara.

Mao percaya akan terjadi sebuah revolusi. Ia juga percaya setiap revolusi pasti menghasilkan gerakan kontra-revolusioner. Oleh karena itu dia menangkapi orang-orang yang dianggap berpotensi menimbulkan gerakan kontra revolusioner.

Mao juga mendirikan Garda Merah sebagai gerakan paramiliter. Mereka juga dibekali Buku Merah Mao yang berisi ciri-ciri kapitalisme dan pengkhianat negara antek-antek amerika dan sekutu-sekutunya yang harus dilawan. Dalam buku itu juga ditulis dengan jelas strategi-strateginya.

Pada tahun 1958 Mao meluncurkan jargon “Lompatan Jauh Kedepan” untuk merombak daerah-daerah pedesaan agar lebih maju. Tentu kebijakan ini disertai juga dengan aksi represi militer yang ia ciptakan.

Sebetulnya apa yang dia sebut konflik semuanya antagonis yang harus diselesaikan secara militer. Adapaun konflik non-antagonis yang bisa diselesaikan dengan berrunding hanya kamuflase untuk membungkam para intelektual dengan halus.

Intinya, yang Mao inginkan adalah pembangunan Republik Rakyat China secara massif. Dia ingin membuktikan, bahwa republik yang dia rebut dari Ciang Kai Sek bisa dia bangun dengan cepat dan menjadi begara paling kuat di dunia.

Dan terlepas dari kekejaman pemerintahan yang dijalankannya, sekarang china sudah menjadi Macan paling ditakuti di dunia.

Pragmatisme, memang bukan prinsip pribadi Mou dan Mao. Tap dalam menyikapi keadaan yang dihadapi, mereka selalu mencari jalan yang mudah dan sederhana, walaupun memakan korban. Mou sendiri sudah ‘mengobarkan’ banyak pemain demi kemenangan tim yang dia latih. Sebut saja Juan Matta, Ikker Casillas, dan yang paling menggiriskan adalah Bastian Swienstiger, mereka adalah pemain-pemain dengan nama besar dan kemampuan mumpuni.
Tapi demi sebuah kemenangan mereka dibuang begitu saja tanpa banyak bicara.


Begitulah pragmatisme, bagi pengagumnya, bukti nyata dan hasil konkret adalah dewa.

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Mou-Mao, Idealis dalam Berpikir Pragmatis dalam Bersikap
Mou-Mao, Idealis dalam Berpikir Pragmatis dalam Bersikap
https://2.bp.blogspot.com/-f24Yv7shwXA/V9PwnhcQ2JI/AAAAAAAABIs/L5YksmLLt9wgMp23jNUk_yinbxp7jq0WwCLcB/s640/jose-mourinho-man-utd-manchester-united_3472156.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-f24Yv7shwXA/V9PwnhcQ2JI/AAAAAAAABIs/L5YksmLLt9wgMp23jNUk_yinbxp7jq0WwCLcB/s72-c/jose-mourinho-man-utd-manchester-united_3472156.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/09/mou-mao-idealis-dalam-berpikir.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/09/mou-mao-idealis-dalam-berpikir.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy