Perempuan dan Eksistensinya di tengah Tantangan Global



Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah kepulauan yang terbentang luas dari sabang sampai marauke. Tidak menafikan khasanah dan kekayaan bangsa Indonesia memunculkan suku, ras, budaya, adat, dan agama yang sangat beragam tidak dapat ternilai harganya. Dengan luas wilayah kurang lebih 2 juta km2 ini, tercatat sekitar 250 juta jiwa yang menetap di Indonesia (dari data statistik 2014). Dari kesekian banyak jumlah penduduk tersebut,  perempuan dan anak  di Indonesia  mencapai  60-65 %  dari penduduk Indonesia. Sementara itu berdasarkan penelitian WHO jumlah perempuan Indonesia berkisar 40-50 %,  sedangkan  anak Indonesia berkisar 10-15 % dari penduduk Indonesia.

Membincang tentang perempuan di Indonesia saat dalam menyikapi tantangan global, beberapahal yang mucul yakni permasalahan yang menyangkut tugas dan tanggung jawab seorang perempuan baik dalam posisinya sebagai istri, ibu rumah tangga, dan juga sebagai anggota masyarakat. Globalisasi bagi perempuan dapat bernilai baik dan buruk, namun hal terpenting disini bahwa globalisasi dimaknai dengan suatu realitas yang harus dihadapi oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali kaum perempuan.

Selain itu, sisi lain yang harus diterima oleh kaum perempuan adalah kenyataan bahwa negara Indonesia telah diwarisi oleh nenek moyang yakni sebuah budaya yang biasa disebut budaya patriarki. Menurut Kamla Bhasin budaya patriarki merupakan sebuah sistem yang selama ini meletakan kaum perempuan terdominasi dan tersubordinasi oleh kaum laki-laki. Dalam praktiknya, budaya ini dikonstruksikan, dilembagakan dan disosialisasikan lewat institusi-institusi yang terlibat sehari-hari dalam kehidupan seperti keluarga, sekolah, masyarakat, agama, tempat kerja sampai kebijakan negara.

Percaya diri

Terlepas dari berbagai permasalahan yang ada di Indonesia, kembali lagi sebagai upaya mengawali langkah dalam menjawab tantangan globalisasi, perempuan harus meyakini bahwa mereka mampu memainkan peranannya masing-masing sesuai minat dan skillyang dimilikinya, dan harus yakin bahwa segala bidang dapat dikuasai oleh siapapun tanpa adanya sex barier. Keyakinan akan hal tersebut akan membentuk mainset kehidupan mereka untuk tidak merasa memiliki keterbatasan gerak, sehingga dapat memainkan peran dengan baik dan maksimal. Misal peran perempuan dalam hidup berkeluarga, bersosial hingga merambah ke peran publik.

Berbagai peran

Salah satu contoh kaum perempuan dalam memainkan perannya sebagai pencetak generasi penerus bangsa yang cerdas. Seorang perempuan  pasti akan menjadi seorang ibu, tentunya ikut andil dalam menentukan kebijakan anak negeri. Besarnya peranan seorang perempuan (ibu) dalam mengubah peradaban dan mencetak kader-kader yang produktif juga setara. Oleh karena itu, kaum perempuan harus dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun peradaban bangsa ini.

Contoh lain, peran yang perlu dimainkan yakni masalah peran publik seorang perempuan, dalam realitas masyarakat masih nampak sesuatu yang dianggap tabu atau bahkan menakutkan bagi kalangan laki-laki, sebab bisa saja akan menggeser peran laki-laki dalam dunia publik. Dalam ranah publik, terutama dalam pengambilan kebijakan yang seringkali mengalami bias geder.

Permasalahan tersebut seringkali terjadi karena dominasi penuh kaum laki-laki terlalu banyak dalam pengambilan kebijakan tersebut. Dengan demikian kaum perempuan dengan segala kemampuan yang dimiliki harus mampu membelah diri dan masuk dalam beberapa wilayah di sektor publik setidaknya untuk memberikan perspektif yang lebih baik menganai pengambilan kebijakan yang melibatkan perempuan.

Sekali lagi salah satu konsekuensi dari era globalisasi adalah adanya persaingan atau kompetisi yang ketat antar individu. Oleh karena itu perempuan harus mampu berperan dalam segala bidang sehingga mampu bertahan dalam menghadapi ancaman dan tantangan globalisasi.

Comments

Popular posts from this blog

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

Tebarkan Kasih di Gersangnya Hati

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter