Yang Sakti Bukan Pancasilanya, Tapi yang Bikin Upacara Peringatannya

foto:fahmilanisti.blogspot.com

Kesaktian Pncasila, begitu hari ini kita dengungkan. Kita sebage putra-putri bangsa udah sama-sama tau sejarah munculnya hari ini, hari di mana kita sebage bangsa selamat dari bahaya laten yang selamanya bisa membelenggu bangsa ini dalam kesesatan, ateisme. Apalagi kalo bukan ideologi komunisme.

Komunisme itu ideologi monster, ideologi yang bisa ngubah manusia-manusia beradab dan berbudaya jadi manusia keji tak beriman dan tak kenal dengan kemanusiaan. Pancasila udah berhasil diselamatkan pada hari ini di tahun 65, penyelamatan yang ngorbanin hampir berjuta-juta rakyat yang buta dengan negaranya, itu kata mereka.

Sungguh sakti yang bikin upacara peringatan Kesaktian Pancasila, dia berhasil menghipnotis hampir seluruh makhluk hidup di Nusantara. Semua dibikin percaya gitu aja sama narasi besar kesaktian pancasila.

Kesaktian Pancasila dijadiin tameng “penipuan” besar-besaran. Biar penipuan itu tambah meyakinkan, semua pengetahuan berbasis kiri dienyahkan dari tanah nusantara dengan diterbitkannya tap MPRS XXV 1966. Semua orang yang berhaluan kiri dimusnahkan, bahkan yang cuman tetanggaan sama orang kiri dimusnahkan juga.

Anehnya, kok bisa semua orang percaya sama penipuan itu. Malahan ada yang kepercayaannya sama Kesaktia Pncasila sampe mendarah daging. Cuman orang sakti doang yang bisa menghipnotis sampe sedemikian parah. Pokoknya Tomi Rafael kalah dah ilmu hipnotisnya.

Padahal kalo kita mau fair, yang ngasih ilmu-ilmu perlawanan sampe bangsa kita bisa merdeka itu ya ideologi kiri. Coba tengok para Founding Fathers bangsa kita, sebut aja Soekarno dan hatta, smpean baca biografi pendidikannya. Apa “makanan” favorit mereka, marxisme, bagaimana mereka memandang pembebasan Bangsa, melalui jalan Revolusi. Revolusi itu bahasa orang mana, ya komunis.

Ada lagi tokoh lain yang luar biasa keimanannnya, namanya Haji Misbah, tokoh agama asli Solo ini dia paling suka sama teori agitasi dan propagandanya Marx. Bagi beliau, gak mungkin ada perlawanan kalo kita gak bisa ngumpulin massa dan nyiramin mereka dengan kesadaran dengan lingkungan tertindas.

Terus tokoh nasional yang lebih populer lagi, KH. Wahid Hasyim, ni tokoh agama paling lengkap lah, dia NU njegleg anaknya pendiri NU, menteri agama pertama, tapi kalo urusan kemerdekaan, dia belajar agitasi massa dari Kanjeng Sunan Tan Malaka yang matinya sangat mengenaskan. KH. Wahid Hasyim bisa ngerahin para santri untuk ikut perang karena dia punya ilmu agitasi dan propaganda dari tan Malaka.

Pertanyaan saya, kok bisa-bisanya komunisme itu dituduh sebagai ideologi makar, laten, dan berbahaya. Dia dianggap sesat dan menyesatkan, anti tuhan dan musuh semua agama. Padahal, saat ini di Plestina, Yordania, dan Suriah yang sedang berkecamuk perang. Ideologi inilah yang memberi jalan masyarakat di sana untuk mengungsi biar rakyat jelata bisa bebas dari perang saudara yang gak jelas itu.

Satu lagi, Shadiq Khan yang sekarang jadi Wali Kota London, dia seorang muslim yang taatnya “na’udzubillah” luar biasa, dia itu kader militan Partai Buruh yang berhaluan Komunis. Kurang bersahabat apa coba komunisme dengan Islam.

Mundur jauh lagi di awal-awal abad 20, di dataran timur tengah muncul Pan-islamisme yang begitu merebak di kalangan bangsa islam yang terjajah. Paham ini sangat dipengaruhi oleh aroma marxisme yang di dengungkan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha.

Pendek kata, semua tokoh-tokoh hebat penentang penjajahan di dunia ini pasti punya pengetahuan kiri. Semua para pejuang pendiri bangsa ini pasti udah mendarah daging pengetahuan Marxisnya. Gak ada satupun tokoh hebat yang gak belajar komunisme. Gus Durpun, sangat fasih dengan ideologi yang dianggap makar ini. Makanya Gus Dur bersikeras TAP MPRS XXV 1966 harus dicabut. Tapi ya yang dilawan Gus Dur ini orang-orang sakti ya jadinya gagal usaha beliau.

Intinya, komunisme yang begitu berperan memberi ideologi perlawanan terhadap penjajahan kok bisa “diseliwirkan” jadi ideologi berbahaya. Cuman orang sakti yang bisa menipu dan menghipnotis bangsa sedemikian rupa.


Well, masih mau ikut upacara peringatan Hari Kesaktian pancasila…??

COMMENTS

Name

artikel,253,berita,106,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Yang Sakti Bukan Pancasilanya, Tapi yang Bikin Upacara Peringatannya
Yang Sakti Bukan Pancasilanya, Tapi yang Bikin Upacara Peringatannya
https://1.bp.blogspot.com/-oJjJxf-oKws/V-8wYIe85VI/AAAAAAAABOM/xpuzkaQ1-CwdYb-4qUdxKNRi1EcpARsKgCLcB/s640/perisai-pancasila.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-oJjJxf-oKws/V-8wYIe85VI/AAAAAAAABOM/xpuzkaQ1-CwdYb-4qUdxKNRi1EcpARsKgCLcB/s72-c/perisai-pancasila.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/09/yang-sakti-bukan-pancasilanya-tapi-yang.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/09/yang-sakti-bukan-pancasilanya-tapi-yang.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy