Ahok, Tetep PD meskipun Ceplas-ceplos

foto:jakartanews

Orangnya over-confident, ceplas-ceplos, gak pake tedeng aling-aling, sering lupa dengan janji-janjinya tapi dicitrakan sebagai orang yang teliti, tegas, dan benar. Itulah Ahok, seenggaknya itu yang saya tau dari TV, koran, google, dan youtube. Ahok bukan tipikal orang pemarah dan pendendam tapi dia tipikal orang yang reaksioner. Hampir semua persoalan dia tanggapi, dari soal remeh-temeh kayak kabel PLN yang nyumbat di selokan sampe soal reklamasi teluk jakarta. Semua dikomentari. Cara berkomentarnya juga menggelegar, masalah kecil dikomentari panjang lebar, masalah besar dikomentari singkat-padat dan bikin emosi.

Untungnya dia punya super tim dan super penasehat serta motivator paling super di negeri ini, pokoknya lebih super ketimbang Mario Teguh lah. Mario Teguh mah apaan, didamprat Kiswinar aja udah keok…hehe (kok malah ngomongin motivator botak itu yah)

Seandainya sekarang dia gak punya tim pendamping dan penasehat yang mumpuni, pasti udah jatuh dia. Salut deh buat seluruh tim yang mendampingi Ahok. Walaupun saya gak tau juga siapa-siapa aja timnya dia, tapi kelihatan jelas lah, kan gak mungkin Ahok melakukan pencitraan sendirian.

Beberapa bulan lalu, kalo gak salah antara bulan agustus-september, ada seorang mahasiswa UI yang dengan PD-nya ngajak seluruh masyarakat Indonesia agar tidak memilih pemimpin non-muslim, pastinya Ahok jadi tema utama yang diomongin mahasiswa ini. Kemudian, dengan jernih dan jelas Ahok menyatakan mahasiswa ini harus diproses hukum. Malahan Ahok bilang, kalo dia jadi rektor UI, mahasiswa ini udah dia pecat. Padahal, pasca unggahan video itu, mahasiswa ini minta maaf sambil berlinang air mata ke Ahok. Apakah Ahok ngasih maaf? Iya Ahok ngasih maaf, tapi Ahok gak mau menghentikan proses hukumnya, baginya hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu ketek.

Sekarang, Ahok kena masalah yang persis sama. Gara-garanya si Ahok keceplosan waktu menasehati warga pulau seribu biar gak gampang ketipu sama orang yang suka bohong pake surat Al-maidah 51. Acara pertemuan dengan warga pulau seribu direkam sama pegawai pem-prof DKI, trus gak tau gimana ceritanya diup-load sama Buni Yani yang katanya seorang hatersnya Ahok. Diduga Buni Yani juga anggota tim-ses salah satu calon guberur DKI musuhnya Ahok.

Video rekaman di Pulau Seribu itu akhirnya nyebar, dan tercemarlah nama Ahok, dia dilaporin kepolisi atas delik penistaan agama. Timnya Ahok gak terima, mereka balik ngelaporin Buni Yani atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang informasi transaksi elektronik. Anehnya, yang ngelaporin balk Buni Yani kok Tim-Ses pencalonan Ahok, bukan SKPD atau Ajudan atau Staff Pem-prof, kan Ahok dateng ke pulau seribu sebagai gubernur, bukan buat kampanye… ah, ribet dih urusan…

Pendek cerita, Ahok emang udah minta maaf atas keceplosannya itu, dia juga menjelaskan gak ada maksud menistakan Al-qur’an apalagi agama Islam. Tapi dia udah kadung dilaporin, pihak Buni Yani juga gak mau nyabut laporannya. Fadli Zon juga bilang, “Ahok itukan udah ngaku salah, berarti dia bersalah, proses hukum harus terus jalan dong.” Begitu kata wakil rakyat yang pipinya nggemesin ini.

Bagaikan hukum karma, Ahok yang gak mau mberhentikan proses hukum mahasiswa UI itu, sekarang dapet kasus yang sama dan proses hukumnya gak mau dihentikan juga. Rasain lu Hok…

Yang bikin saya salut sama Ahok, dia tetap tegar dan show must go on walaupun dia sebenernya salah. Salahnya bukan karena menghina Al-qur’an, dia salah karena gak pernah ati-ati. Hampir semua masalah yang mengganggu pencitraannya dia, dia serahkan sama timnya yang hebat itu. Suatu saat ketika Ahok ditingal timnya yang hebat itu, gimana karir politikny ya…??

Tapi yang bikin seru, reaksionernya Ahok selalu ditanggapi reaksioner juga sama kelompok garis keras yang suka ngengkat pentungan sambil teriak Allahu Akbar.

Saya cuman berharap, semoga tontonan seru kayak begini gak cepat berakhir. Daripada penasaran sama film Headshoot, mau nonton di bioskop sama gebetan juga butuh banyak modal, mending nonton pertarungan antara Ahok vs Islam garis keras…hehe

Oke gini aja deh, Ahok emang salah dan dia udah ngaku salah. Sekarang yang lebih penting kita lebih fokus sama bagaimana DKI selama kepemimpinannya Ahok. Jangan sampe cuman gara-gara Video amatiran yang banyak potong scene, kita malah gagal fokus sama kasus reklamasi, penggusuran, dan penanggulangan banjir DKI.


Kalo saya jadi orang Jakarta, saya gak akan nyumpahin Ahok cuman gara-gara surat Al-maidah. Tapi saya bakal nyumpahin Ahok masuk neraka kalo DKI dia gadaikan sama cukong-cukong kapitalis. Buat koh Ahok juga, daripada ngurusin mahasiswa UI yang gagap ngaji Al-maidah, mending ente mawas diri, udah berapa ribu anak dibuat putus sekolah gara-gara rumah orang tuanya digusur. 

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya