Apa Beda Perencanaan dan Perubahan?


foto:thedailymail.com


Saya ingin bercerita tantang suatu kisah yang menohok buat saya, si pengangguran tengil yang paling sok dengan penganggurannya, seolah-olah di dunia ini cuman saya yang nganggur. Padahal, negara sudah merilis bahwa pengangguran di Indonesia sekitar 13% atau sekitar 31 juta rakyat menganggur, bukan cuman saya sendiri.

Sebelum  saya bercerita lebih lanjut, saya mau kasih klu kenapa saya kasih judul perbedaan perencanaan dan perubahan.

Kedua terminologi itu tanpa harus dibeda-bedakan emang udah beda dari sononya. Perencanaan adalah menejemen waktu untuk melakukan sesuatu, sedangkan perubahan adalah membuat satu hal berubah sedemikan rupa baik dalam waktu singkat ataupun lambat.

Lantas, Kenapa mesti dibeda-bedakan? Kan, sesuatu dibedakan karena biasanya ada banyak persamaannya? Begitu kan?

Sebelum saya tarik ke jalur perbedaan, biar kita nyambung saya mau mencari persamaan yang paling signifikan. Perencanaan dan perubahan memang labih banyak perbedaannya daripada kesamaannya. Tapi, walaupun secara kuantitas banyak perbedaan, secara kualitas memiliki persamaan erat dan pasti yang namanya perencanaan diikuti dengan perubahan atau sebaliknya, kalau ada perubahan pasti diikuti perencanaan. Paham…??!!

Persamaan apakah itu? Waktu. Perencanaan dan perubahan sama-sama mengandung unsur waktu. Tanpa mempertimbangkan waktu, nihil sudah perencanaan dan perubahan itu. Dan di dalam waktu itu pasti ada aktifitas atau usaha untuk mewujudkan keduanya. Klopp…

Setelah kita tahu titik persamaannya, sekarang kita tarik ke jalur perbedaannya. Cara membedakannyapun tidak dilihat dari sudut pandang definisinya, tapi dari sudut pandang usaha mewujudkannya dan cakupan aktifitasnya. Saya sudah bilang tadi, bahwa dalam unsur waktu pasti ada aktifitas dan usaha.

Dalam perencanaan, usaha yang dilakukan adalah menentukan target apa yang ingin dicapai. Setelah target ditentukan, maka langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Dalam menentukan langkah-langkahpun harus menghitung waktu, tenaga, biaya kalau perlu, bahkan usia jika mencakup urusan hidup, bahkan situasi dan kondisi tidak boleh lepas dari pengamatan agar jika ada suatu hal yang tak terduga bisa melakukan langkah-langkah antisipatif. Semua harus dielaborasi sedemikan rupa agar target tercapai. Setiap langkah tidak boleh meleset, mata, hati dan pikiran harus fokus pada target itu. Terkadang perencanaan dilakukan dengan cara senyap, sehingga terkadang pula seolah-olah haslinya muncul tanpa “pemberi-tahuan”. Namun perencanaan adalah “perubahan” dengan paradigma materialistik.

Perubahan, beda lagi. Usaha yang dilakukan gradual, terkadang konsolidatif atau malahan kontraktif. Penuh dengan muatan-muatan ideologis dan lebih mengedepankan hal-hal absurd seperti cita-cita, mimpi, dan khayalan. Sama seperti perencanaan, dalam mengusahakan perubahan juga menetukan target. Namun targetnya berupa hal-hal abstrak seperti membangun sistem, konsep, bahkan paradigma. Perubahan tidak hanya selesai pada hal-hal materialistik yang bisa dirasakan secara fisik serta dilihat dan diterawang secara kasat mata, tapi harus mengubah semua hal-hal yang absurd dan abstrak tadi (modyar…mumet pora kowe…). Dalam menentukan langkah-langkahpun tak serigid dalam perencanaan, perubahan lebih menuntut keyakinan pada sesuatu yang lagi-lagi abstrak, keyakinan ini bisa berupa yakin kepada ilmu, pengetahuan, kepercayaan, dan agama, atau bahkan percaya kepada suara hati. Lalu, apakah perubahan masih merunut pada waktu? Tentu saja masih, perubahan tidak bisa tidak harus ada dalam rel waktu untuk mencapainya. Tapi karena semua hal untuk menuju perubahan itu abstrak dan tak bisa diterawang, maka tak bisa kita menentukan waktu yang pasti kapan perubahan bisa terjadi.

Setelah kita paham perbedaan perencanaan dan perubahan, sekarang kita masuk ke kisah yang saya janjikan tadi.

Begini sodara, dalam satu wawancara kerja, saya bertemu dengan seorang teman baru, sebut saja namanya Gombloh. Sebagai salam kenal si Gombloh ini nanya basa-basi sama saya, “mas, ngelamar kerja?”, “iya mas” saya jawab singkat.

“Mas umur berapa?”

“dua nam” jawab saya.

“mas kenalin, nama saya Gombloh.”

“Nama saya bejo (sebut saja begitu).”

“maaf mas, baru kenalan kok udah nanya umur. Tapi saya boleh ngobrol-ngobrol ya mas, biar gak suntuk.”

“gak papa sih, nyante aja…hehe” jawab saya dengan senyum kelelahan.

“udah berkeluarga mas?”

“belum mas, lha njenengan?”

“udah mas, udah punya cilikan (anak) satu malahan” jawab Gombloh dengan senyum-senyum malu.

Sebelum saya sempat menyahut omongannya, Gombloh bicara lagi “mas kok betah membujang ya, gak punya rencana hidup mas?” Saya langsung tersentak sambil diem-diem mengepalkan tangan dan mbatin “iki wong kok kurang ajaa….rrrr.”

Segera setelah itu Gombloh ngomong lagi “hehehe…guyon mas, biar gak garing.”

Dia lanjut ngomong lagi, “mas, saya tu nikah umur 22 tahun, dulu saya pernah kuliah tapi gagal, saya nyesel mas. Sekarang saya mau nyusun rencana hidup biar besok-besok saya gak salah langkah.”

“rencana hidup yang gimana mas?” tanya saya dengan gobloknya.

“mas, sekarang umur kita sama-sama dua nam, kebayang gak empat tahun lagi kita kepala tiga. Mas msaih punya orang tua?”

“punya”

Si Gombloh masih lanjut nyerocosnya, “mas, kita sama-sama masih punya orang tua, dan saya juga punya anak dan istri. Jujur aja mas, orang tua, anak, dan istri itu beban buat saya, tapi sekaligus berkah mas. Dengan keberadaan mereka saya jadi orang yang penuh dengan rencana sekarang. Alhamdulillah, perjalanan hidup saya kayak udah kesusun dan rapi.”

“mas pernah kuliah?”

“sekarang masih kuliah mas saya” jawab saya.

“mas aktifis?”

“iya mas, emang kenapa mas?”

“mas, saya juga dulu aktifis mas, dan gara-gara itu saya punya banyak masalah sama dosen dan petinggi kampus, akhirnya begini deh saya (DO) hehe.”

Si Gombloh lanjut nyerocos lagi, “mas, sepengalaman saya nih, aktifis itu biasanya yang dituntut perubahan, kadang-kadang tuntutan itu gak dibarengi sama solusi gara-gara tuntutannya terlalu tinggi sampe petingi-petinggi kebingungan. Mas sekarang saya sadar mas, hidup itu harus selangkah demi selangkah gak bisa ujug-ujug berubah, harus ada rencana dan langkah-langkah yang pasti.”

“oh, gitu ya,” saya masih menjawab datar.

Sampai di kalimat terakhir, saya paham arah pembicaraannya. Bahwa rencana hidup yang dia maksud itu rencana keuangan. Berbeda dengan perubahan yang selama ini menjadi slogan abadi aktifis mahsiswa yang hanya mengandung mimpi dan khayalan.

Setelah pertemuan saya dengan Gombloh itu, saya menyimpulkan, kita ini ingin melakukan Perencanaan atau perubahan. Atau mungkin perubahan dengan perencanaan atau juga sebaliknya, perencanaan yang berujung perubahan. Bisa juga gak usah pake rencana dan gak usah ada perubahan. Selesai…

COMMENTS

Name

artikel,254,berita,107,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Apa Beda Perencanaan dan Perubahan?
Apa Beda Perencanaan dan Perubahan?
https://2.bp.blogspot.com/-StyNFAIXFzA/WAxK-O1o_JI/AAAAAAAABXA/ttbFfqERPyE1BgzyB4e-uv_DDsQ4W4v5ACLcB/s640/Strategic-Planning.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-StyNFAIXFzA/WAxK-O1o_JI/AAAAAAAABXA/ttbFfqERPyE1BgzyB4e-uv_DDsQ4W4v5ACLcB/s72-c/Strategic-Planning.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/10/apa-beda-perencanaan-dan-perubahan.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/10/apa-beda-perencanaan-dan-perubahan.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy