Saya Pernah Jadi Santri



foto:mediamadura.com


Begini sahabat, saya mau bilang bahwa saya mantan santri, karena jika saya bilang alumni pondok pesantran dengan pengasuh seorang kyai yang alim, itu terlalu lebay. Cukup saya bilang “mantan santri” yang pernah meilhat, mendengar, dan bersalaman (sambil cium tengan bolak-balik tiga kali) dengan seorang kyai yang saya kagumi.

Bagi saya status mantan santri sudah lumayan membanggakan, karena di tengah-tengah keluarga abangan yang tidak pernah bersenggolan dengan pesantren, saya satu-satunya anggota keluarga yang pernah merasakan derita sebagai santri dalam durasi waktu 3 tahun, bisa nulis arab dan bisa baca doa. Bagi keluarga saya itu sudah rrrruuuuaaarrrrrr bbiiiaaddaaabbbbb…...

di keluarga, yang punya nama dengan lafal arab dan di awali dengan nama sang nabi agung Rosulullah SAW hanya saya dan adek bungsu saya. Sejak lahir kami berdua sudah di persiapkan untuk mondok, tentu kami menolak karena ada kesan angker, harus hidup menderita selama di pondok, harus menghindari nikmatnya dunia, dan prihatin. Pendek cerita akhirnya saya yang di kirim ke pondok pesantren setelah lulus SMP, sementara adek bungsu di tunda dulu.

Di pondok, ternyata pengalamannya lebih pahit dari apa yang saya bayangkan. Udah, pokoknya kalo di ceritakan samasekali gak inspiratif. Yang pasti di pondok saya punya kesempatan besar untuk belajar agama dan sedikit kesempitan untuk menikmati indahnya dunia luar. Tapi saya lebih memilih berjuang untuk mendapatkan kesempitan daripada memanfaatkan kesempatan.

walaupun suka menganulir jadwal ngaji setidaknya saya pernah di doktrinasi untuk menjadi anak yang baik, mengamalkan ilmu di jalan yang benar dan membawa amanah para ulama agar bangsa ini maju dalam berakhlak. (pikirku, waow sekali.....). pesan itu terus terngiang lalu tumbuh menjadi "faham radikal" yang menginginkan santri mendapat tempat khusus dalam belantika masyarakat nusantara.

percaya atau tidak, dalam benak saya yang santri dulu,pernah terbesit bayangan "seandainya bangsa ini di jalankan dengan sistem syari'ah yang ala santri, bukan ala syi'ah, apalagi wahabi, dan yang pasti tidak sekuler, pasti bangsa kita akan damai sejahtera dan terbebas dari jerat para koruptor." sehingga Pernah secara fanatis saya berfikir, jika negara ini belum di pimpin seorang santri jangan harap akan maju. Dalam pikiran naif saya terus tumbuh asumsi bangsa ini akan sempurna akhlaknya jika seorang santri yang memimpin, apalagi bangsa ini pernah dipimpin Gus Dur si santri yang setengah nabi itu. gak usah pinter-pinter bahasa inggris, itu bahasa orang barat, katilapis, amerika sarang pemanyun, antek wahyudi, agen Remason, dan tafir srabi. Cukup bisa berbahasa arab, pusatnya islam, jalan masuk surga, dan lebih manusiawi serta beradab.

Tapi coba pikir bagaimana jadinya jika sebuah negara di pimpin oleh orang yang suka sarungan tapi gak pake daleman, suka pecinan tapi gak suka pake baret, suka pake baju koko tapi gak mau pake seragam loreng-loreng. Pemimpin yang mandinya 15 menit, menghabiskan banyak sampo tapi jarang pake sabun, lebih suka grumbal-grumbul sambil ngopi tapi gak suka rapat resmi, dan kalo pas ngantuk tidur di manapun jadi....

yah, santri memang layak di tempatkan secara terhormat karena mereka adalah bagian integral dari bangsa, demikianpun dengan kelompok masyarakat yang lain. santri juga punya amanah untuk memimpin negeri, tapi jika ada yang lebih berkompeten kenapa tidak. sejarah perjuangan santri dalam memerdekakan bangsa patut mendapat apresiasi, tapi jangan menganulir sejarah perjuangan kelompok lain dengan mengecap sebagai kuminis.

tapi sayang, hingga kini SANTRI masih menjadi stigma kaum miskin, marjinal, dan terbelakang... masya Allah...

Udah itu saja cerita saya,


COMMENTS

Name

artikel,254,berita,107,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Saya Pernah Jadi Santri
Saya Pernah Jadi Santri
https://3.bp.blogspot.com/-0x98_Jx0Vr4/WAqvnXvYd_I/AAAAAAAABWc/QeDky9cbqkMkoKAaM5uY1I0Ta8RDI_2oACLcB/s640/Hari-Santri-Nasional-2-500x330.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-0x98_Jx0Vr4/WAqvnXvYd_I/AAAAAAAABWc/QeDky9cbqkMkoKAaM5uY1I0Ta8RDI_2oACLcB/s72-c/Hari-Santri-Nasional-2-500x330.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/10/saya-pernah-jadi-santri.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/10/saya-pernah-jadi-santri.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy