Posts

Showing posts from November, 2016

Saat Negara Bubarpun Saya Tidak Tahu

Image
Melihat apa yang terjadi di medsos, kadang-kadang saya ketawa-ketiwi sambil terharu. Ada saja tingkah polah para netizen, banyak hal yang sebetulnya tanpa dibuat-buat bisa bikin kita ketawa tanpa putus, bahkan semua hal yang ada di medsos dari yang negatif sampai positif, dari yang berdakwah sampai menebar maksiat, dan yang cuman sekedar lucu-lucuan sampai hujat-menghujat. Semuanya bisa bikin kita ketawa, beneran, tanpa dibuat-buat. Alamiah.
Di zaman seperti sekarang ini, dunia sudah tidak bisa lagi diukur dengan meteran, karena seberapapun jauh jarak seseorang bisa kita lihat hanya dengan gadget kecil yang bisa kita genggam. Apa lagi ada aplikas-aplikasi yang bisa mendeteksi seseorang sedang ada di mana, sebut saja GPS.
Semua bener-bener sudah bisa kita lihat dengan menyentuh layar saja. Kita juga bisa tahu banyak hal hanya dengan benda kecil yang bisa kita genggam. Mau nyari-nyari resep masakan bisa, mau cari tips merawat anak bisa, mau cari cara jitu buat PDKT juga bisa, apa lagi isu…

Bedah Konflik Pembangunan Apartemen di Permata Puri Ngaliyan Semarang

Image
Save permata puri
Pak yulistyo kepala RW. Di sidik dua kali Apartemen di permata puri 6000 orang, merubah/evolusi pada masyarakat ngaliyan sekitar 20/30 tahun. Lambat laun akan kita alami. Warga PP sejak thn 1996, 60 ha 2200 rumah 1600 kk 7000 jiwa Warga 80% usia produktif, profesional, pengusaha Pendidikan sarjana Bukan tipe penuntut/minim fasum, mandiri, membangun fasos/fasum swadaya Pengembang tidak melakukan yang seharusnya tapi bagi warga adalah sabar, hikmah Merasa nyaman, tentram dan bahagia, menerima kekurangan Sarana prasarana dengan potensi warga yang ada Peran tokoh dalam membangun sosial kemasyarakatan Tidak ada RTH Banyak majelis taklim dibawah naungan takmir masjid, berbeda paham tapi rukun Acara masjid rutin mingguan dan pembinaan anak2 agamis, peka lingkungan Kalau apartemen jalan maka kegiatan besar keagamaan warga akan hilang karena terhalang kendaraan Bangunlah apartemen di depan atau diluar pp tidak apa-apa. Alasan SOSIAL MASYARAKAT Pemiliki PP mengerahkan satpol PP untuk mengama…

Plato; Musik, Gimnastik dan Mimpi Negara Utopia

Image
Plato, seorang filsuf legendaris dan orang yang pertama kali mendefinisikan istilah filsafat, walaupun istilah “filsafat” dipopulerkan oleh Pythagoras, namun Plato berhasil merancang definisi yang runtut dan jelas sehingga setiap orang bisa membedakan mana yang filsuf dan mana yang bukan. Dalam mendefinisikan filsafat, plato selalu membayangkan seorang yang tangguh, pemberani, adil, bijaksana, dan sederhana. Namun, jika energinya hanya dihabiskan untuk mendefinisikan satu orang saja, kelihatannya akan sia-sia. Bahkan kriteria-kriteria filsuf itu sendiri belum tentu dimiliki oleh satu orang. Maka dari itu, dia mengalihkan perhatiannya kepada hal yang lebih besar, yakni negara. Negara yang tangguh, pemberani, adil, bijaksana, dan sederhana. Tapi dia berpikir lagi, bagaimana negara semacam itu bisa lahir jika pemimpinnya saja tak mempunyai sifat-sifat seperti itu. Maka pada akhirnya, yang dipikirkan oleh Plato adalah seorang pemimpin.
Dalam karya dialognya “Republik” negara yang dia impik…

MARHAENISME SOEKARNO; JEJAK PEMIKIRAN “KIRI MODERAT” INDONESIA

Image
Para penganjur sosialisme percaya bahwa masyarakat mengalami perkembangan sesuai tahapannya: dimulai dari masyarakat perbudakan rasis, kemudian masyarakat feodal yang monopolis, lalu berganti menjadi masyarakat kapitalis yang liberalis, dan berakhir pada masyarakat komunisme-sosialis. Berbeda dengan tahapan sebelumnya dimana masyarakat masih terkungkung pada pertentangan kelas sosial. Pada masyarakat komunisme-sosialis sudah tidak ada lagi pertentangan kelas. Cita-cita masyarakat sosialis sebenarnya sudah menjadi kesepakatan umum para penganjur sosialisme, terutama pengikut Marx. Akan tetapi mereka berbeda di dalam cara mewujudkan cita-cita masyarakat sosialis itu. Ada dari mereka yang melakukannya dengan gerakan revolusi kiri yang lebih fundamentalis, seperti Lenin dan Luxemburg. Tetapi terdapat juga mereka yang melakukannya secara moderat, seperti misalnya Eduard Berstein yang memilih perjuangannya melalui parlemen.

Ketika Bung Karno ‘memperkenalkan’ Marhaenisme sebagai ideologi PNI …

Perang Medsos, Makin Sadis dan Gak Mungkin Ada Gencatan Posting

Image
Pernah merasakan sakitnya dihujat dan dicela? Pernah juga merasakan nikmatnya dipuja dan dipuji? Kalo itu terjadi di dunia nyata dan ada dihadapan kita, minimal kita bisa membalas celaan kalo dicela atau membalas pujian kalo dipuji, setidaknya bisa bilang trimakasih. Dan kalo celaan dan pujian itu dipanjatkan tidak di hadapan kita, setidaknya kita tidak merasakan, jadi tidak ada rasa sakit dihujat-hujat.
Persoalan menjadi lain ketika hujatan dan pujian dilakukan di medsos, semua kata-kata sampah bisa langsung terpublikasi tanpa kendali. Bagi yang dihujat bisa saja membalas, tapi, yang dibalas bisa juga tidak merasakan pembalasan dari lawannya. Malah yang terjadi, akan ada pendukung di masing-masing pihak yang akan melakukan serangan posting hujatan tanpa henti.
Kalo pertkaiannya ada di lapangan, setidakknya kita bisa melerainya. Nah ini di medsos, bagaimana caranya melerainya? Repot kan.
Saling hujat-menghujat memang udah jadi barang yang biasa. Bahkan bagi para penikmatnya, wilayah meds…

KISAH ZEUS, HERMES, KISRA, GUA HIRO dan MAHASISWA

Image
suatu saat dewa ZEUS ingin sekali menyampaikan kebenaran kepada umat manusia. tapi, dia bingung harus di sampaikan dengan bahasa apa? sementara manusia tak paham dengan "bahasa langit" yang universal, esensial, dan mencakup masa-lalu, masa-kini, dan masa-depan. sedangkan ZEUS tak paham dengan "bahasa bumi" yang parsial, berbeda antara bangsa yang satu dengan yang lainnya, dan sangat temporal... pada saat yang sama ada seseorang yang bernama HERMES, dia terkenal pandai menulis dan menenun. dia juga terkenal sebagai retoris ulung, bertutur kata baik, ramah, indah, dan memikat. bahkan konon katanya dialah yang menemukan dan mempopulerkan tulisan dan tenunan untuk pertama kali di dunia ini. semua orang kagum padanya, termasuk suku-bangsa yang berada jauh dari negaranya.... singkat cerita ZEUS tertarik kepada HERMES, ada sebuah keyakinan bahwa inilah orang yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan dari ZEUS. kemudian HERMES di panggil kelangit untuk di beri petunjuk. singk…

Konspirasi Bertangga, Menunggu Penyelidikan Detektif Connan

Image
Lagi-lagi terpaksa saya menampilkan tulisan dengan latar belakang pilkada DKI 2017, karena untuk membicarakan banyak hal, isu ini bisa jadi kaca mata paling jernih, atau setidaknya bisa jadi batu jinjit buat ngintipin fenomena lain, bahkan yang tidak berkaitan sekalipun. Dan dari banyak spekulasi yang berkembang seputar pilkada DKI, tentu surat Al-maidah ayat 51 menjadi pemicu paling “sadis” yang paling mendapat sorotan. Bisa jadi dengan ayat ini, Gusti Allah sedang menunjukkan kekuasaannya, kita yakini saja itu, sekalipun agak dipaksakan.
Sebelum saya melanjutkan cerita, saya harus tegaskan, apa yang dibicarakan di sini bukan suatu kebenaran mutlak, karena kebenaran hanya milik Gusti Allah dan yang sedang menjalankan konspirasi. Kita-kita yang banyak bacot ini, menurut Buya Syafi’I, cuman tentara setan yang gak begitu penting buat didengerin omongannya. Sekali lagi, kita yakini saja itu, biar nanti kalo saya salah omong bisa dimaklumi dan gak digepyok-oyok sama FPI sampe babak-belur k…

Puisi untuk Bacchus, Dewa Anggur Pujaan Para Pemberontak

Image
Bacchus, salah satu dewa dalam kisah yunani kuno, seorang dewa yang melindungi ketidak-mapanan dan anti terhadap keteraturan. Dia melindungi manusia tertindas yang mendamba kebahagiaan. Karena keteraturan membuat jiwa manusia menjadi kering, dari sinilah kemudian dewa Bacchus mewujud untuk melawan keteraturan itu. Di sisi lain, para pemuja dewa Bacchus beranggapan bahwa kemapanan dan keteraturan adalah kedok para plutokrat(orang-orang kaya yang sengaja menjauhkan diri dari kaum miskin) untuk selalu mendapatkan untung dan melegitimasi kekikiran mereka terhadap kaum miskin.
Di tengah-tengah peradaban Yunani kuno yang memang belum mengenal konstitusi, para plutokrat membuat “konstitusi” sendiri untuk sengaja membuat kelas-kelas masyarakat (dari sini Karl Marx memunculkan terminologi Kelas). Para plutokrat membuat sebuah pedoman yang disebut dengan Prudensi, suatu tatanan masyarakat yang dipenuhi dengan aturan-aturan agar kehidupan masyarakat terencana. Namun sebetulnya, Prudensi ini adala…

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme