KISAH ZEUS, HERMES, KISRA, GUA HIRO dan MAHASISWA

foto:google

suatu saat dewa ZEUS ingin sekali menyampaikan kebenaran kepada umat manusia. tapi, dia bingung harus di sampaikan dengan bahasa apa? sementara manusia tak paham dengan "bahasa langit" yang universal, esensial, dan mencakup masa-lalu, masa-kini, dan masa-depan. sedangkan ZEUS tak paham dengan "bahasa bumi" yang parsial, berbeda antara bangsa yang satu dengan yang lainnya, dan sangat temporal...
pada saat yang sama ada seseorang yang bernama HERMES, dia terkenal pandai menulis dan menenun. dia juga terkenal sebagai retoris ulung, bertutur kata baik, ramah, indah, dan memikat. bahkan konon katanya dialah yang menemukan dan mempopulerkan tulisan dan tenunan untuk pertama kali di dunia ini. semua orang kagum padanya, termasuk suku-bangsa yang berada jauh dari negaranya....
singkat cerita ZEUS tertarik kepada HERMES, ada sebuah keyakinan bahwa inilah orang yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan dari ZEUS. kemudian HERMES di panggil kelangit untuk di beri petunjuk.
singkat cerita HERMES turun kebumi dan menyampaikan pesan-pesan ZEUS, dia mengira akan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan itu, tapi ternyata dia mendapat tantangan yang hebat bahkan dari sang penguasa yang bernama KISRA. sebenarnya KISRA mengerti dan faham betul dengan apa yang di sampaikan oleh HERMES, namun apabila dia tunduk dengan apa yang di sampaikan oleh HERMES maka dia menganggap sama saja mempertaruhkan kekuasaannya, karena HERMES menyampaikan egalitarianisme, hidup berdampingan, menjunjung tinggi harkat martabat manusia (HAM) dan memberikan ruang aspirasi seluas-luasnya kepada umat untuk menyampaikan pendapat, serta pendidikan. pastilah ini bertentangan dengan prinsip kekuasaan absolut yang di pegang oleh KISRA...
selain itu HERMES mulai mengajarkan menulis, menenun, dan berpidato kepada umat manusia, kegiatan tersebut selalu di adakan di "alun-alun" sehingga KISRA pasti melihat kegiatan ini secara langsung, sehingga ini di anggap mengancam kekuasaan KISRA...
umat yang menjadi pengikut HERMES semakin banyak, mereka merasa mendapatkan kebebasan, dan perkembangan peradaban yang signifikan sehingga mereka berani melawan sang penguasa dengan kepandaian yang di ajarkan oleh HERMES....
ZEUS adalah simbol kebenaran yang harus di sampaikan, namun kebenaran ini tak mungkin bisa dipahami oleh umat manusia apabila manusia tak berpendidikan, dan bungkam, serta merasa paling benar sendiri...
HERMES adalah simbol agen perlawanan terhadap kebodohan dan ketertindasan, dia adalah "agen of sosial change" dan "agen of control". dengan kepandaian dan kecerdasannya, dia tak menyampaikan dengan hanya berteriak, dan pidato saja. namun dia turun untuk mengetahui kondisi riil umat manusia dan langsung bergerak...
sedangkan KISRA adalah simbol penindas yang selalu takut terhadap kebenaran dan selalu ingin menyembunyikan kebenaran itu, dan selalu menebarkan kebohongan dan kebodohan kepada umat.... seolah-olah dialah yang harus "di benarkan"...
dan ada kisah lain yang mengatakan GUA HIRO tempat nabi muhammad mendapatkan wahyu untuk pertama kali itu adalah simbol kebebasan. kata "hiro" berasal dari "hara, yuhariru" yang artinya bebas. maka "hiro" adalah fi'il 'amar yang artinya "bebaskanlah"...
bersamaan dengan itu wahyu yang pertama kali muncul adalah "iqro" (bacalah)...
dan umat manusia aharus di bebaskan dari kebodohan agar tak mudh di bohongi... dan pembebasan terhada umat manusia harus di mulai dengan membaca/pendidikan...
dengan pendidikan-pembebasan umat manusia akan tahu medan perjuangan yang di hadapinya. kita sebagai MAHASISWA "agen of sosial change" berkewajiban membuka mata umat manusia bahwa hari ini penuh dengan penindasan, kesewenang-wenangan, dan pembodohan yang menjadikan manusia sebagai budak.....

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya