Gusdur dalam “Islamku Islam Anda dan Islam Kita”

              
foto:tokobukusangmedia
Narasumber: Mas Anwar

Buku ini adalah karya besar Gus Dur, boleh dibilang master piece, walaupun sebetulnya adalah kumpulan essai yang membahas topik-topik tertentu sesuai dengan persoalan tertentu pula. Buku ini membahas berbagai permasalahan Islam untuk mengemban visi kemanusiaan.

Buku inipembahasannya begitu kompleks. Pada intinya buku ini bermuara pada HAM, karena bagi Gusdur Puncak beragama adalah memanusiakan manusia, islamtak bisa “egois” hanya dengan berorientasi teosentris-ideologis tetapi harus berani “turun-kelas” menjadi agama antroposentris.

Salah satu persoalan menarik yang dibahas Gusdur dalam buku ini adalah pindah agama. Ketika muslim memilih “murtad”, dalam tradisi fiqih hanya ada dua pilihan, yaitu kembali pada Islam ataudihukum pancung. Hal ini dikritik habis-habisan oleh Gus Dur, dia mengatakan, dalam sejarahpemurtadan banyak sekali didominasi oleh narasi-narasi politis, bukan keyakinan keberagamaan. Kenapa demikian? Karena, terminologi “murtad” yangdimaknai “penghianatan” dimulai ketika kholifah Abu Bakar memimpin, dia melebeli murtad kepada para pengemplang Zakat, nabi palsu, pemberontak yang berusaha mendirikan ke-kholifah-anbaru yang kemudian pemurtadan mereka mendapat pembenaran dalam fiqih.

Pindah agama menurut Gusdur, adalah hak setiap manusia, jika seseorang sudah yakin betul untuk berpindah keyakinan, maka tak seorangpun bisa menahannya apalagi dengan paksaan dan ancaman. Syaratnya adalah, dia berpindah agama bukan karena paksaan orang lain.

Islamku

Islamku dalam judul buku ini memiliki arti Islam dari sisi pengalam pribadi, Gus Dur melewati berbagai fase-fase pengalaman keagamaan. Ketika kuliah di Al-Azhar Mesir, beliau sempat menjadi pengikut Ikhwanul Muslimin yang termasuk dalam Islam garis keras, hingga kemudian Gus Dur sampai pada pemikirannya tentang Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

Menurut gusdur, pengertian “Islamku” adalah manifestasi pengalaman pribadi seseorang dalam menjalani kehidupan ke-islam-an. Dimana setiap pribadi pasti punya pengalaman sendiri-sendiri; ada yang berislam dengan cara keras, lembut, progresif, liberal, atau bahkan hanya di KTP. Hal itu tak bisa diganggu-gugat.

Islam Anda

“Islam anda” adalah cara berislam orang lain yang berbeda dengan “islamku” tadi. Dalam pengalaman dan pengamalan “Islamku” dan “Islam anda” pasti berbeda dan tak jarang akan bertentangan. Salah satu contoh; Orang ziarah, banyak sekali makam wali yang dikultuskan sedemikan rupa tanpa ada verifikasi dari para peziarahnya. Peziarah selalu larut dalam mendatangi makamwali yang seperti itu, mereka tak perduli dengan bagaimana sejarah sosok yang dimakamkan tersebut, mereka hanya mengikuti tradisi leluhur yang selalu ziarah dan menganggap makam wali itu mengandung karamah. Nah, hal seperti ini adalah pengalaman Islam orang lain yang mungkin berbeda dengan dengan keyakinan “Islamku” yang harus memverifikasi setiap makam wali. Maka cara ber-islam yang seperti contoh tadi adalah “islam anda”

Contoh lagi yang masih ngetrend, ada fatwaMUI yang melarang mengenakan atribut natal karena dikhawatirkan merusak akidah. Bagi gusdur, lembaga ini sah-sah saja memberikan fatwa, dan kita tak berhak melarang lembaga ini untuk berfatwa, karena ini adalah sikap “islam anda”.

“islam anda” juga merupakan pengalaman spiritual Gusdur ketika berkelana dari timur tengah hingga eropa. Ada banyak hal yang menunjukan sisi subjektif dalam menjalankan agama yang tak mungkin bisa seseorang dengan orang lainnya sama persis.

Islam Kita

Sedangkan Islam Kita, seseorang memiliki hak untuk memiliki keyakinan terhadap berbagai persoalan keagamaan. Gusdur mencampur sekaligus memilah konsep “islamku” dan “islam anda” tadi agar tidak saling berbenturan. Gusdur mencontohkan sendiri bagaimana mengamalkan “islam kita” ini, Gusdur adalah sosok yang menjalani agama dalam koridor yang sangat liberal, akan tetapi ketika beliau bertemu dengan sesorang yang berpendirian keras dalam agama, Gusdur tak berusaha sedikitpun mempengaruhi mereka.

Contoh yang lebih konkret lagi dalam menggambarkan “islam kita” ketika Gusdur berhadap-hadapan dengan Abu Bakar Ba’asyir. Kita tahu bersama bahwa Abu Bakar Ba’asyir sangat memusuhi Gusdur karena sikap liberalnya, sebaliknya Gusdur sangat tidak suka dengan sikap ekstrem Abu bakar. Namun begitu, ketika negara ingin membubkarkan Pondok Pesantren Ngruki, gusdur justru melindungi pondok tersebut, kenapa demikian? Bagi Gusdur, sekalipun Pondok tersebut mengajarkan Islam garis keras, masyarakat ataupun negara tak berhak membubarkan paksa, yang harus kita lakukan adalah menyadarkan mereka agar tidak memaksakan ajaran keagamaan yang ekstrem itu.

Gusdur hanya membenci sikap memaksa yang dilakukan Abu Bakar Ba’asyir, termasuk juga Gusdur tidak suka sikap arogan FPI, namun begitu toh, pemikiran dan pendapat keagamaan mereka tidak boleh diintervensi.

Nah, sama juga dengan fatwa MUI, silahkan MUI membuat fatwa sebanyak-banyaknya tapi MUI tidak berhak memaksakan fatwanya itu apalagi sampai membawa negara untuk menekan rakyat agar mengikuti fatwa MUI. Selama masih dalam tataran ide dan pendapat, bagi Gusdur, sah-sah saja, namun ketika sudah mencapai level memaksa dan mengancam, ini harus ada tindakan, tindakan itupun jangan sampai dilakukan dengan cara kekerasan. Artinya adalah, kita harus mencegah tindakan kekerasan tapi jangan menggunakan kekerasan.

Termasuk negara. Negara tidak boleh mengintervensi terhadap permasalahan ini, yang nantinya bisa berimbas menjadi agama paksaan. Relasi agama dan negara inilah yang nantinya terangkum dalam tiga kata, Islamku Islam Anda dan Islam kita. 

Gus Dur tidak pernah melihat bungkus sebagai sesuatu yang signifikan, tetapi lebih pada substansinya. Islam original adalah islam kultural yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, bukan khilafah yang hanya berorientasi kekuasaan.

Pertanyaan 1 (Mas Abdit): Konsep kemaslahatan dan kedamaian seperti apa yang ditawarkan oleh Gus Dur?

Gus Dur adalah tokoh yang sangat kaya literatur, sehingga lahirlah Gus Dur sedemikian rupa sebagai tokoh pluralis sehingga sangat cocok untuk menjawab permasalahan yang kini sedang diperdebatkan banyak kalangan. Sehingga madzhab Gus Dur dinilai narasumber sebagai jawaban yang kemudian memang boleh dianut oleh umat Islam.

Gusdur boleh dibilang sebagai madzhab asli Indonesia.Menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah sebagai jawaban dalam berbagai problem-problem manusia.

Maslahat menurut Gus Dur adalah HAM, kemaslahatan adalah yang tidak merugikan nilai-nilai kemanusiaan. Akal adalah yang menjadi patokan utama daripada teks (nash), misalnya hifdzu al din dan hifdzu an nafs, ketika dalam keadaan terdesak seseorang boleh mendahulukanhifdzu an nafs daripada hifdzu al din. Contoh, ketika waktu sholat Ashar tinggal sepuluh menit menjelang maghrib sedangkan kita ingin melaksanakan sholat, tiba-tiba didepan mata kita terjadi kecelakaan, maka kita harus mendahulukan menolong orang ketimbang melaksanakan sholat. Jika sholat tertunda masih bisa diqodlo’, sedangkan orang yang kecelakaan jika tidak segera ditolong, nyawa yang dipertaruhkan.

Pertanyaan II (Mas Afit) :bagaimana menurut mas Anwar tentang Wilayah privasi dan publik dalam beragama menurut gusdur?

Beragama adalah pikiran, pilihan. Ketika seseorang memilih pindah agama karena betul-betul yakin tanpa ada pengaruh dari siapapun, berarti seseorang sedang memelihara akalnya. Tapi jika pindah agama karena dipaksa, akalnya sedang dikedilkan.

Wilayah privasi adalah masuk dalam kesalehan ritual, sedangkan kesalehan sosial adalah masuk dalam wilayah publik.Pindah agama adalah wilayah privasi, sedangkan menolong orang, bekerja bakti, mengamalkan bakti kepada masyarakat adalah wilayah publik. Kedua-duanya memang merupakan ajaran agama, tapi dalam wilayah yang berbeda penyikapannya berbeda pula. Tidak semua wilayah diselesaikan dengan cara agama.

Pertanyaan III (Mb Umi):  Bagaimana eksistensi MUI yang dalam pandangan Islam liberal dinilai dapat memecah belah umat?

Menurut Gus Dur, MUI boleh-boleh saja mengeluarkan fatwa-fatwanya, tetapi tetap dalam konsistensinya bahwa “Islamku” tidak boleh di “Islam kita”-kan, atau pemaksaan, terlebih ada kekerasan dan ancaman di dalamnya. Perbedaan pandangan dalam beragama tetap menjadi nomer satu bagi Gusdur, asalkan masih dalam koridor tidak memecah belah umat. Yang bermasalah adalah, ketika ikhtilaf yang nantinya memunculkan pertentangan.

Pertanyaan IV (Mas  Ajid): Toleransi dan batasan-batasannya

Sebelum saya menjawab itu, saya ada usulan, bagaimana jika Gusdur kita jadikan sebagai madzhab baru yang asli Indonesia. Bagi saya adalah sah, karena banyak sekali gagasan-gagasan genuin yang muncul dari seorang gusdur, dan selalu banyak yang mengikutinya.

Tiga poin penting ini bisa jadi landasan penting:
a.    Menjunjung tinggi kemanusiaan
b.    Minoritas harus dibela
c.    Tidak menggunakan kekerasan

Toleransi: keislaman Gus Dur adalah keislaman sufi, yang telah melampui sekat-sekat simbol (formalisasi).

Pertanyaan V (Fifi) : Apakah Gus Dur akan mentoleransi ISIS?


Jelas Tidak dong, karena ISIS menggunakan kekerasan dalam melancarkan aksinya.

*KSMW

COMMENTS

Name

artikel,253,berita,106,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Gusdur dalam “Islamku Islam Anda dan Islam Kita”
Gusdur dalam “Islamku Islam Anda dan Islam Kita”
https://4.bp.blogspot.com/-_WUWePbPhx8/WFwOP-VEgvI/AAAAAAAABe8/bwassb_yrE0y7kbc4Kvk5UC1QGCavgKIwCLcB/s640/islamku%2Bislam%2Bkita.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-_WUWePbPhx8/WFwOP-VEgvI/AAAAAAAABe8/bwassb_yrE0y7kbc4Kvk5UC1QGCavgKIwCLcB/s72-c/islamku%2Bislam%2Bkita.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/12/gusdur-dalam-islamku-islam-anda-dan.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/12/gusdur-dalam-islamku-islam-anda-dan.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy