Seandainya Piala AFF Happy Ending Seperti Cahaya dari Timur



Pernah nonton film Cahaya Dari timur? Itu lho film yang dibintangi Chico Jericho. Film itu mengisahkan konflik antar agama di Posso Maluku yang kejadian sekitar 1999-2000 an dan juga kisah menarik seputar sepak bola yang bisa meredam konflik agama di sana.

Yap, itu film kisah nyata yang mengisahkan seseorang bernama Sani (Chico) yang pernah ikut seleksi pemusatan latihan Baretti di italia tapi gagal, terus dia frustasi. Dia berniat pengin ngangkat harkat dan martabat keluarganya melalui sepak bola, tapi apa boleh buat, dia gagal karena perilaku indisipliner gara-gara mencederai kawan seleksinya sampe parah.

Singkat cerita dia pulang kampung ke Tulehu Maluku. Nah di sini kisah menariknya. Pas dia pulang ke Tulehu ternyata kondisi masyarakat setempat sedang parah-parahnya. Konflik antar agama kayak-kayaknya gak bisa diatasi lagi. Hampir tiap sore selalu aja ada perang di perbatasan desa.

Kebetulan juga waktu itu Indonesia baru aja kena krisis yang menggoyang perekonomian nasional. Udah lah konflik, keluarga Sani bergelimang kemelaratan pula. Sani sendiri akhirnya banting setir dari pemain bola jadi tukang ojek di prapatan.

Sani yang dulu di pemusatan latihan pernah bergaul dengan pemain-pemain lain yang beda suku dan agama merasa ada yang aneh dengan konflik yang terjadi di kampungnya, tapi dia bingung harus bagaimana. Sambil merenung ternyata dia dapat ide, dia gak mungkin bisa ngatasin konflik sendirian, emang siapa sani, tokoh agama bukan, keturunan orang terpandang juga bukan, dia kan cuman tukang ojek doang.

Ide yang dia jalankan sederhana, dia cuman ngajakin anak-anak kampungnya latihan bola setiap sore di pantai dan di lapangan. Kebetulan emang anak-anak di kampungnya suka banget main bola.

Nah dia mulai menerapkan program kecil-kecilan, tiap sore anak-anak dia ajak ke pantai buat main bola sambil suka-suka. Awal-awal dia gak mau ngasih menu latihan yang serius, yang penting anak-anak menikmati dan bisa melupakan konflik. Biasanya anak-anak di kampungnya kalo ada “perang” di perbatasan mereka suka nonton para orang dewasa bacok-bacokan. Sani berharap kalo anak-anak terus dipantau dan terus didorong supaya enjoy main bolanya, anak-anak gak lagi mau nonton bacok-bacokan itu lagi.

Tapi ya yang namanya usaha pasti ada susahnya, anak-anak masih suka nonton perang kalo ada bunyi pukulan tiang listrik sebagai tanda mulainya perang. Sani berusaha sekuat tenaga nyegah anak-anak itu, sampe-sampe sani seringkali mengabaikan profesi ngojeknya meskipun dapet job menggiurkan. Bagi sani yang penting anak-anak main bola dan gak nonton perang lagi. Bahkan gara-gara njagain anak-anak main bola terkadang Sani sampe “lupa” sama keluarganya. Seringkali pendapatan ngojeknya jauh dibawah target yang diminta istrinya.

Singkat cerita Sani udah lima tahun ngawal anak-anak kampung latihan bola, tentunya anak-anak didik sani udah pinter semua mainnya. Tokoh kampung Tulehu, atau sebutan sana Bapa Raja, minta anak-anak diikutkan ke kompetisi biar latihan selama ini gak sia-sia. Singkat cerita anak-anak asuh Sani ikut kompetisi itu tapi bukan Sani yang mimpin, tapi Rafi temennya Sani. Lha kok bisa? Ceritanya si Rafi itu caleg yang selama ini mbiayain program latihannya Sani.

Udah pasti Sani kecewa berat, sampai pada akhirnya Sani dapet tawaran dari salah satu SMK yang kebetulan mayoritas kristen siswanya. Ya ada sedikit gejolak lah. Untungnya pihak SMK gak mempermasalahkan keyakinan Sani yang Islam, yang penting tim SMK itu bisa juara. Tim SMK ini akhirnya bertanding sampe final dan ketemu sama klub Tulehu putra, mantan anak asuhnya Sani itu. Dan kemudian tim SMK kalah.

Setelah kompetisi itu selesai, ada seorang utusan dari PSSI yang ngasih sosialisasi akan diadakannya kompetisi U-17 Nasional di Jakarta, tim maluku harus ikut ke kompetisi itu. Dan akhirnya diputuskan tim maluku ikut dan Sani jadi pelatihnya. Karuan saja Sani membawa sebagian besar mantan anak asuhnya itu.

Sani sendiri punya misi yang besar ikut kompetisi ini, selain mentarget juara, yang Sani inginkan nantinya dengan juara yang dia bawa Maluku bisa damai. Dia ingin menghilangkan konflik itu dengan cara menjuarai kompetisi sepak bola U-17 nasional.

Sani dan timnya menjalani misi dengan susah payah, tapi sedikit demi sedikit udah mulai kelihatan hasilnya. Orang-orang maluku banyak yang nonton bareng tim kebanggaannya tanpa memandang ras dan agama. Mesjid, greja, dan rumah-rumah ibadah yang ada di maluku jadi arena nobar. Yang bikin bangga, mereka nobar di rumah-rumah ibadah dengan tanpa membeda-bedakan agama.

Mau agama apapun boleh masuk mesjid, boleh masuk gereja asalkan buat ndukung tim Maluku sebagai kebanggaan. Konflik redam, kerukunan terjalin, dan kedamain mulai bersemi berkat Tim maluku yang dengan heroik dan susah payah menjalani kompetisi. Dan akhirnya Maluku juara dan konflik sudah hilang.

Nonton film ini, hawanya jadi kepengen ngeliat Indonesia bisa juara AFF tahun ini. Tapi ya mau gimana lagi, kita udah kalah sama Thailand, yang mengecewakan bukan hasil akhir pertandingannya. Tapi efek setelah gagal menjuarai AFF. Seandainya Indonesia juara, mungkin konflik-konflik yang menjurus ke SARA yang selama ini terjadi bisa hilang, konflik politik busuk bisa redam, dan masalah-masalah lain yang mengusik ketenangan berbangsa dan bernegara bisa hilang juga. Yang lebih penting lagi, Papua dan maluku selatan gak lagi minta merdeka. Toh Timnas kali ini kaptennya Boaz Salosa yang orang papua. Dan yang terpenting, ya kelakuan lebay FPI yang nuduh Ahok sembarangan itu bisa terlupakan.

Saya betul-betul udah muak sama kelakuan FPI yang selalu sembarangan gak karuan nuduh orang sesat, nista, dll seolah-olah mereka aja yang bener. Seandainya aja Indonesia Juara, bukan cuman Thailand aja yang kalah, FPI juga ikutan bubar.

Tentunya kalo mau jadi juara harus ada pembinaan yang serius, semua pihak mendukung sekaligus mengupayakan agar generasi-generasi yang menikmati sepak bola bisa ngelupain masalah-masalah dan konflik-konflik yang gak penting. ya kayak yang dijalanin sama Sani. Serius mbimbing anak-anak buat main bola sekaligus ngasih pelajaran moral dan pedamaian. Jangan sampe generasi bangsa bobrok cuman nonton konflik politik gak bermutu.

foto:sepakbola.com

Setumpuk harapan udah saya titipkan sama timnaslah pokoknya. Tapi saya tetep salut, timnas yang cuman dibangun mbah Riedl apa adanya bisa membikin banyak orang terbelalak-menganga kaget bukan kepalang. Tim yang gak diunggulin sama sekali bisa sampe kefinal, padahal harus ngelewatin musuh-musuh berat kayak Thailand, Philipina, Singapura, Vietnam, dan ketemu Thailand lagi di final, menang 2-1 di leg pertama dan kalah 2-0 di leg ke-2. Yauadahlah gak papa, saya tetep salut dan bangga punya timnas yang punya daya juang tinggi.

Tapi masalahnya, karena timnas belum juara, konflik dipastikan belum reda juga. Akhirul kalam, saya cuman mau bilang, timnas Indonesia bukan kalah lawan Thailand tapi lawan film Cahaya Dari Timur.


COMMENTS

Name

artikel,253,berita,106,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,14,semartv,5,
ltr
item
SemarNews.com: Seandainya Piala AFF Happy Ending Seperti Cahaya dari Timur
Seandainya Piala AFF Happy Ending Seperti Cahaya dari Timur
https://2.bp.blogspot.com/-1HVCnxbV3kw/WFYhqiJw5hI/AAAAAAAABd0/9lfYyO1APmwbTxdnVoDfoA5P9a9Wq-L7ACEw/s640/Cahaya-Dari-Timur.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-1HVCnxbV3kw/WFYhqiJw5hI/AAAAAAAABd0/9lfYyO1APmwbTxdnVoDfoA5P9a9Wq-L7ACEw/s72-c/Cahaya-Dari-Timur.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/12/seandainya-piala-aff-happy-ending.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/12/seandainya-piala-aff-happy-ending.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy