Si Cantik Ela dan Agora


Lailatus Sa’adah, seorang gadis muda biasa yang datang dari desa Nalumsari Jepara. Tak ada keistimewaan apapun yang saya temukan dari dia kecuali perjalanan singkatnya untuk belajar di dunia pergerakan. Tiga tahun saya mengenal dia, dan tiga tahun itu pula saya membangun narasi tentang dia.

Sebetulnya saya ingin menulis artikel tentang kehebatan Sherlock Holmes dalam membangun dan mengelola istana ingatan, dan menurut saya, tokoh fiksi ciptaan Sir Arthur Conan Doyle jauh lebih istmewa dari tokoh sehebat apapun dalam dunia nyata. Tapi, karena ada yang lebih mendesak untuk saya ungkapkan maka tulisan ini saya tampilkan dengan sedikit nada haru dan hiperbolis serta metaforis. Tentu saya tidak ada maksud untuk mencitrakan sesuatu, tapi hanya sekedar rasa kagum yang subjektif, sama seperti pengagum-pengagum lain yang tanpa ragu menunjukkan sikap naif.

Dek El, panggilan sayang dari senior-senior terdekatnya dan yang sedang PDKT dengan dia, meninggal begitu mendadak tanpa koordinasi tanggal 13 desember 2016 jam 22.30 WIB, tepat waktu tanpa molor sedikitpun, tak seperti biasanya dia telat dalam setiap kegiatan.

Soal waktu, tak pernah ada yang mempersoalkan. Tapi, dalam berproses di dunia pegerakan, dia punya cita-cita yang hingga kini belum bisa dia wujudkan, terutama bagaimana dia bisa mengajak sebanyak-banyaknya kader perempuan untuk tidak menyerah dalam berproses. Dengan sabar dia menunggu cita-citanya terwujud, semolor apapun dia akan terus menunggu tanpa mengenal kata baper. Sosok gadis pejuang dan penyabar yang cukup ideal jadi pendamping hidup tentunya.

Bicara mengenai bangunan konsep pergerakan perempuan, jujur saja dia mentah, tapi bukan berarti dia tak berbuat apapun. Semua dia lakukan agar dia bisa membangun konsep yang kokoh. Dia sadar betul akan keterbatasan perempuan, mulai dari tuntutan cepat lulus, cepat kawin, cepat punya anak, cepat bosan, dan cepat baper. Dia banyak berdiskusi dengan aktivis perempuan senior, dia berkonsultasi bagaimana agar semua hambatan itu bisa dia dobrak.

Pernah suatu ketika saya dibuat bingung dengan satu pertanyaan, “mas, kok cowok-cowok bisa surfaif di organisasi, cewek-cewek jarang yang bisa gitu deh mas…??!!”

Sontak saya bingung, mau saya jawab apa pertanyaanya. Kemudian, seperti senior-senior yang lain, sebelum menjawab saya tertawa bijak dengan bibir tetep mingkem, baru kemudian saya berikan jawaban klasik “sabar nduk, kamu jalani saja prosesnya.”

Dengan jawaban seklasik itu dia hanya manggut-manggut, sepertinya dia paham. Kesabaran itu masih dia jalani sampai beberapa kali dia jatuh sakit, beberapa kali pula dia dirawat inap di puskesmas.

Ada banyak hal yang mestinya saya narasikan di sini, tapi apa boleh buat, semua tentangnya tak cukup jika diungkapkan melalui tulisan. Bahkan, lisan ini yang seharusnya bisa bercerita banyak, nyatanya tak sanggup untuk melafalkan semua tentang dia.

Sebelum saya mengakhiri tulisan ini, saya ingin bilang. Biasanya, jika saya menceritakan kehebatan tokoh muda, saya selalu menyandingkan dengan tokoh-tokoh hebat dalam sejarah. Cerita tentang dek El ini mengingatkan saya dengan satu sosok gadis muda di zaman yunani, namanya Agora, gadis cantik murid Aristarchus. Aristarchus adalah orang yang pertama kali bilang bumi itu bulat dan mengelilingi matahari dengan perhitungan deduktif.

Agora mewarisi kehebatan gurunya itu dalam menjabarkan matematika deduktif untuk menjelaskan susunan alam raya. Dia mengajarkan eksistensi alam dengan sentuhan ilmiyah. Bisa jadi dia adalah perempuan pertama dalam sejarah yang mampu menjelaskan konsep matematika.
Aktifitas Agora adalah mengajar di lingkungan istana yunani. Dengan sabar mengajarkan matematika dan kosmologi di tengah-tengah kemelut para penganut agama dan kepercayaan Romawi, ketika itu Yunani sudah dikuasai Romawi. Saat penganut agama Nasrani dan yahudi berselisih soal keabsahan agama-agama mereka, Agora diam. Dia dengan tekun mengajarkan ilmu-ilmu pasti, sampai akhirnya, ketika perselisihan berujung pada peperangan antar agama, agora selalu dituduh kafir dan sesat karena ketidak-perduliannya terhadap sentimen agama. Agora dipandang sebagai orang yang tak bertuhan. Dan akhirnya dia terbunuh.

Kisah Agora, jika diperbolehkan, saya sandingkan dengan kisah Dek El. Mereka sama-sama punya cita-cita dan sedang membangun jalan untuk mewujudkan cita-cita itu, namun sebelum cita-citanya kelar, mereka sudah meninggalkan dunia ini.

Semangat mereka dalam meniti jalan mimpi menjadi pelecut semangat kita. Semoga mimpi-mimpi mereka bisa diwariskan kepada semua orang. Terutama mimpi Dek Ela.

Salamat jalan Dek El


RIP Ela

COMMENTS

Name

artikel,256,berita,110,Cerpen,4,esai,26,Fotografi,19,hiburan,7,jualbeli,1,kolom,4,opini,2,Puisi,20,resensi,3,sastra,15,semartv,6,
ltr
item
SemarNews.com: Si Cantik Ela dan Agora
Si Cantik Ela dan Agora
https://3.bp.blogspot.com/-m3lGXa6m8-s/WFGKhlI-rJI/AAAAAAAAAI4/UjmCujJMm2wGbcSjVq2aoDAKXPUuquowACLcB/s400/13935016_1165248250230482_7453516229826134663_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-m3lGXa6m8-s/WFGKhlI-rJI/AAAAAAAAAI4/UjmCujJMm2wGbcSjVq2aoDAKXPUuquowACLcB/s72-c/13935016_1165248250230482_7453516229826134663_n.jpg
SemarNews.com
https://www.semarnews.com/2016/12/si-cantik-ela-dan-agora.html
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/
https://www.semarnews.com/2016/12/si-cantik-ela-dan-agora.html
true
6531980057997603091
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy