Posts

Showing posts from January, 2017

Yang Perlu Diteladani dari Trump

Image
Donald Trump, si tua-tua keladi, makin tua makin kemaki. Si Tua bangka yang lebih pantes merenung dan melakukan penebusan dosa kegereja malah bikin polah yang bikin orang-orang di seantero dunia geregetan. Seolah-olah pengin narsis, dia malah bikin kebijakan-kebijakan kontol-sial, #eh kontroversial. Kebijakan yang dia bikin menurut sebagian orang mengada-ada dan malah bisa nambah citra buruk Amerika di mata dunia, udahlah dituduh kapitalis-eksploitatif ditambah rasis pula.
Gimana gak bikin geger, baru aja dilantik, dia mewacanakan mau bikin tembok pembatas perbatasan AS-Meksiko. Terus dia bikin kebijakan melarang pengungsi-pengungis dari timur tengah dateng ke Amerika, karena takut ada gangguan terorisme seperti 9/11. Apalagi pengungsi-pengungsi yang dilarang dateng ke Amerika itu mereka yang berasal dari negara lawan politik AS seperti Iran, Suriah, Libya, Iraq, Afganistan, Pakistan, dan Lebanon. Sedangkan Arab Saudi dan negara teluk gak kena larangan itu, padahal kalo diinget-inget, …

Pork Festival; Lelucon yang Gak Perlu Diganggu

Image
(artikel ini ditulis tanggal 4 februari 2016, jadi maaf kalo gak up-to-date, cz gak ada editing sama sekali)
DASAR BABI....!!!!

Panggilan serapah buat siapapun yang aku benci, atau untuk sekedar guyonan. Setidaknya dikampung dulu, dalam pergaulan sehari-hari nama hewan ini sering dilontarkan dalam konotasi yang tidak menyenangkan atau dalam suasana bercanda. Yah, paling tidak derajatnya samalah dengan ASU. Tapi seberapapun derajatnya, hewan ini adalah salah satu jenis makanan andalan etnis-etnis minoritas di negeri ini. jujur saja, saya pernah tidak sengaja makan daging hewan ini, rasanya lebih enak daripada daging kambing lah, mau coba...hehe

Nah, bagi yang mau “nyoba” tanggal 23-29 ini di sriratu mall semarang mau diadain nih festival kuliner semarang untuk merayakan IMLEK, diantara menunya ada daging babi. Tapi inget, bagi yang mau nyoba aja, yang gak tertarik gak usah ikut-ikutan, apalagi protes...
Et-et... tunggu dulu, saya gak ada maksud ikut promosi acara ini. Saya juga masih kukuh…

Istirahatlah Kata-kata, Istirahatlah Nonton Film

Image
Hai para aktifis yang budiman, penganut PRD yang budiman, yang masih percaya bahwa Indonesia masih cemas, terutama para penikmat dan pelaku puisi yang budiman, sekalian Budiman yang katanya sahabat Wiji Thukul yang Insya Allah bukan sekedar nama saja Budiman. Sudahkah anda nonton film? Yang ini bukan sembarang film, tapi film inspirasional buat siapapun yang merasa aktifis, pejuang, dan sosialis tapi galau di rantau jauh dari keluarga, mau kirim oleh-oleh gak punya dana, mau pulang malu gimana. Inilah film yang pas buat kalian, Istirahatlah kata-kata.
Film ini sudah bikin saya penasaran setengah mati sembari bertanya-tanya “kok ada ya sutradara ngangkat tokoh dengan kata-kata gelap ke layar film? Apalagi tragedi yang mengitari tokoh ini bisa menohok dalem-dalem perasaan sebagian tokoh-tokoh militer di republik ini.”
Tapi ya Alhamdulillah, ternyata sang sutradara udah bisa memasang strategi biar film ini gak disemprot sama tokoh-tokoh tadi. Gimana strateginya? Ya silakan tonton sendiri f…

Dialog Agraria; Perjuangan Menyelamatkan Ibu Bumi

Image
Selasa 17 Januari kemarin, ada diskusi yang diadakan caffe milik kang Putu, seorang budayawan Semarang. Malam itu suasana cukup panas, panas dalam makna yang sebenarnya, walaupun sebetulnya cuaca di luar caffe sedang gerimis.
Malam itu kita diskusi dengan lima narasumber, pertama adalah seorang peneliti tentang budaya menjaga lingkungan, namanya mas Eko Cahyono. Beliau banyak meneliti soal hubungan manusia dengan alam, bagaimana manusia menjaga alamnya sesuai dengan ajaran adat dan budaya.
Nrasumber kedua namanya Merah Johansyah, seorang motor penggerak JANTAM (Jaringan Advokasi Tambang) yang konsen mengawal kebijakan pertambangan di Indonesia serta aktifitas tambang. Dia juga banyak menemukan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya karena kebijakan tambang itu.
Narasumber ketiga namanya Muhammad Al-Fayadl, seorang tokoh agama dari Probolinggo yang mendalami filsafat kiri. Dia juga banyak mengomentari berbagai macam persoalan kerakyatan.
Narasumber keempat namanya Roy Murtadhlo, s…

Kelas Pemikiran Gusdur II. Gusdurian Kota Semarang

Image
demi kedamaian dan kemanusiaan... kami dari Gusdurian ingin melestarikan pemikiran dan perjuangan Gusdur dengan mengadakan Kelas Pemikiran Gusdur (KPG) II di kota Semarang. insya'l kegiatan akan dilaksanakan di kampus UWH sampangan pada 4-5 Februari 2016... mari kita ikuti bersama...
apa kalian siap...??!!

Selesaikan Kasus Penistaan dengan Cara Adat

Image

Tubuh dan Politik Kekerasan; Sebuah Bacaan Teks dalam Teks

Image
Okty Budiati (Penari dan Koreografer)
Talqin :gp
Lantaran kamu Lebih memilih beton tumbuh Di otakmu di matamu di telingamu di mukamu Di dadamu di perutmu Di duburmu di penismu Di sekujur tubuhmu Beton! Maka bersimpuhlah kamu Pada batang beton Dan kelak Katakan pada kedua malaikat Bahwa semen adalah tuhanmu Nabimu uang Serta kitabmu? Logika ngawur menjadi Kitab pedoman hidup Seenak-enak udelmu Jangan lupa, Ibadahmu adalah Menerbitkan surat ijin petaka Yang bakal Memperkosa ibu bumu Menista sesamamu!
Kelana Siwi Kendal, 10 Desember 2016
Apakah “Talqin” dan apakah puisi? Saat menjawab dua pertanyaan tersebut, hal yang paling memungkinkan penyatuan dari keduanya adalah tubuh. Mengapa demikian? Karena secara umum kata “talqin” dapat diartikan sebagai wujud suatu pengajaran kembali kepada orang tentang prinsip dari seseoarang yang telah meninggal. Sedangkan puisi yang berarti sebuah bentuk karya seni atau cipta dengan media bahasa teks. Lantas mengapa kedua hal tersebut menyatu dalam tubuh?
Tubuh sebagai media komunika…

Sastra Sebagai Pendidikan Telah Berdampak Psikosomatis

Image
Oleh : Okty Budiati
Talqin :gp
Lantaran kamu Lebih memilih beton tumbuh Di otakmu di matamu di telingamu di mukamu Di dadamu di perutmu Di duburmu di penismu Di sekujur tubuhmu Beton! Maka bersimpuhlah kamu Pada batang beton Dan kelak Katakan pada kedua malaikat Bahwa semen adalah tuhanmu Nabimu uang Serta kitabmu? Logika ngawur menjadi Kitab pedoman hidup Seenak-enak udelmu Jangan lupa, Ibadahmu adalah Menerbitkan surat ijin petaka Yang bakal Memperkosa ibu bumu Menista sesamamu!
Kelana Siwi Kendal, 10 Desember 2016
Setelah membaca kembali satu per satu susunan kata dalam teks puisi di atas, kita dapat melihat sebuah kalimat terbaca sebagai sarkasme sekaligus dilematis. Sarkasme biasanya keluar dari ruang bawah sadar manusia scara personal apabila merasa terusik. Namun dalam sebuah karya sastra, sarkasme menjadi satu ciri atas kritik sosial kepada penguasa atau kebijakan bemasyarakat. Sarkasme menjadi bentuk sindiran satir. Awal munculnya karya dengan genre ini oleh Fyodor Dostoyevsky, sastrawan dari rusia. Gay…

Perjuangan Warga Kendeng Mendidik Penguasa

Image

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme