Posts

Showing posts from February, 2017

Kekonyolan Ganjar dan Izin Lingkungan Baru PT Semen Indonesia

Image
IZIN LINGKUNGAN (BARU) PT. SEMEN INDONESIA CACAT HUKUM (Ganjar Pranowo telah bertindak sewenang-wenang dan menciptakan Preseden Buruk bagi Penegakan Hukum di Indonesia)
---Semarang, 24 Februari 2017---
"Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum."  (Pasal 28D ayat (1) UUD Negara RI 1945)
Upaya Warga Negara untuk memperoleh kepastian hukum yang adil sesuai petikan Pasal Undang-Undang Dasar 1945 diatas, hari ini seutuhnya terampas oleh tindakan yang penuh dengan cacat hukum dan merupakan buah dari tindakan arogan pemerintah, pembangkangan hukum dan tindakan sewenang-wenang. Melalui website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengahwww.jatengprov.go.id Kamis (23/02/2017) sekitar pukul 22.34 telah diumumkan penerbitan Izin Lingkungan PT. Semen Indonesia dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017. Penerbitan Izin Lingkungan baru tersebut merupakan muara yang berhulu dari tindakan arogan yang cacat hukum dan sewena…

Para Pembajak di Nusantara

Image
“ingat-ingatlah, berapa kali aku ajari kalian? Emas itu biang keladi di daratan, mutiara itu biang keladi di lautan. Tambah banyak barang emas masuk kemari, tambah banyak kemungkinan bajak datang.” (Pramoedya Ananta Toer. Gadis Pantai)
Emas dan mutiara adalah sebuah benda mati yang tak bernilai jika sejarah tak menempatkan keduanya sebagai lambang kekuasaan. Dengan emas semua dapat ditukar, dapat dibeli, tak pernah ada yang mempertanyakan kenapa emas bisa sedemikian kuatnya. Tak ada logam apapun yang kemuliaannya dapat menyamai emas.
Sebuah perusahaan besar datang kebumi papua tahun 66, tahun 67 mereka melakukan kesepakatan kontrak karya yang hingga saat ini membuat mereka berkelakuan semau-mau mereka sendiri. Menyewa aparat keamanan tanpa melalui pemerintah, menggusur warga tanpa mempedulikan pemerintah, membagi untung dengan pemerintah tanpa memikirkan keuntungan  bagi warga papua, si tuan rumah yang mereka tumpangi.
Semua kesepakatan hanya diputuskan sepihak oleh “kerajaan” yang angkuh…

Tubuh dan Politik Kekerasan; Sebuah Bacaan Teks dalam Teks

Image
Okty Budiati (Penari dan Koreografer)
Talqin :gp
Lantaran kamu Lebih memilih beton tumbuh Di otakmu di matamu di telingamu di mukamu Di dadamu di perutmu Di duburmu di penismu Di sekujur tubuhmu Beton! Maka bersimpuhlah kamu Pada batang beton Dan kelak Katakan pada kedua malaikat Bahwa semen adalah tuhanmu

Cerpen: Tertipu Persekongkolan Jahat Para Setan

Image
Cerpen: Tertipu Persekongkolan Jahat Para Setan by 
1 MINUTE READ

BARDAH terpana. Vonis Hakim yang baru saja di jatuhkan serupa geledek menyambar dirinya. Ia tidak mengira bakal mendapat vonis sesuai dengan apa yang dituntutkan Jaksa. Sejenak matanya melirik ke kanan, dilihatnya Suto masih tegak bagai cadas. Matanya tajam memandang ke depan dan parasnya terlihat sangat tenang. Bahkan nampak anggun! Dan ketika Bardah mencoba melirik ke kiri, Mujab berkaca-kaca nampak matanya.

Demi melihat wajah Mujab, meski lewat sebuah lirikan, Bardah seperti dibanting dalam liang kemarahan. Ia marah kepada Mujab! Karena bagaimanapun, Mujablah yang membawa dirinya hari ini bukan saja menjadi terpidana, tapi juga membawa dirinya sebagai seorang penghianat! Dengan kelakuan cerobohnya, Bardah telah rela menghianati Suto, kawan seperjuangannya. Dan baru kali inilah selama lebih dari setengah abad ia hidup di dunia baru merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia yang tidak berguna.

Ya, Suto, Bardah dan…

Komersialisasi Pendidikan

Image
Salah satu tuntutan yang mengemuka dari kalangan aktivis gerakan sosial, terutama dalam isu pendidikan adalah desakan untuk menggratiskan pendidikan. Yakni, siswa masuk sekolah dan memperoleh segala jenis layanan sekolah (buku, seragam, sepatu, tas, dan lainnya) tanpa harus membayar sepeserpun. Tuntutan tersebut masuk akal, terlebih ketika didasarkan pada paradigma bahwa pendidikan adalah barang publik (public goods) hingga sudah semestinya dapat diakses bebas oleh masyarakat umum, bukan barang privat (private goods) yang hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang punya posisi menguntungkan (privilege) dan modal besar. Dalam konteks negara Indonesia, selama dasar ideologis negara masih Pancasila di mana sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menolak membiayai pendidikan rakyatnya. Hal inilah yang sejak lama diupayakan oleh pemerintah beberapa di antaranya melalui program Wajib Belajar (Wajar) 9 (sembilan) tahun, …

Imaji Media Hoax

Image
10 Januari 2017, salah satu distrik di Indramayu terjadi bentrokan antar kampung, penyebabnya karena ada berita pembunuhan seorang pemuda kampung A oleh warga kampung B. Setelah bentrokan usai dan korban berjatuhan, baru diketahui ternyata pemuda kampung A itu tewas akibat kecelakaan sepeda motor.
Berita tewasnya pemuda kampung A mewarnai akun-akun media sosial (FB, twitter, WA, BBM) yang dimiliki para warga. Dan setelah ditelisik, kabar via medsos itu ternyata bohong.
Berita itu disebar tidak hanya sekali-dua kali saja, dan tidak hanya sekedar tulisan belaka. Berita itu disebar dengan menggunakan beragam teknik penyampaian pesan, mulai dari tulisan, foto, meme, desain grafis, dll agar memunculkan efek dramatis. Hasilnya luar biasa, dua kampung yang bersebelahan akhirnya bertempur dalam perang saudara.
kedua kampung itu memang sudah menyulut rasa saling benci sejak lama, penyebabnya kurang jelas. Yang pasti ada rasa saling bersaing.
Terlepas berita itu adalah hoax, penggunaan bahasa yan…

Retorika dan Tindak-Tutur Calon Pemimpin

Image
Fenomena pilkada DKI telah merenggut perhatian masyarakat Indonesia, wajar jika disebut sebagai miniatur pilpres, apalagi semenjak jokowi terpilih sebagai presiden setelah sebelumnya dia menjabat sebagai gubernur DKI. Tulisan yang berlatar pilkada DKIpun sudah banyak berseliweran. Dan saya juga sudah kesekian kalinya menulis hal-hal yang berbau pilkada DKI.
Satu hal yang banyak disoroti yakni debat calon gubernur, rata-rata para kritikus mengomentari debat itu sebagai adu retorika. Ada yang salah dengan retorika? Tentu tidak. Justru kemampuan retorika adalah modal penting bagi setiap calon untuk bisa menjelaskan visi-misinya, terutama bagi calon petahana. Tidak mungkin para calon menjelaskan secara detail-rijid dan terperinci apa yang akan dia lakukan sementara durasi debat hanya dibatasi 2-3 jam saja, apalagi waktu debat diatur oleh panitia untuk bergiliran. Jika tidak dengan rumusan retorika yang baik, bisakah mereka menjelaskan visi-misinya?
Sebagai pendengar, terutama warga Jakarta …

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme