Habis Gayeng Terbitlah Puyeng

foto:twitter

Dari dulu kita udah tahu kalo jawa tengah adalah provinsi paling gayeng se-Indonesia, malah mungkin sedunia. Buat mengingat-ingat silahkan lihat sejarah lagi, bukan di teks sejarah yang berupa buku, tapi dari cerita-cerita para sesepuh.
Saking gayengnya, hampir di seluruh kabupaten dan kota sejawa tengah pembangunan berlangsung sangat lambat. Karena saking gayengnya, para “kuli pem-bangunan” kerja sambil guyonan. Apa mereka gak serius? Ya serius dong, tapi adatnya orang jawa tengah ya kayak gitu, gayeng!
Warga jawa tengah juga terkenal gak suka menuntut. Jawa tengah itu ya apa adanya aja, gak usah yang ndakik-ndakik, narimo ing pandum, lan monggo kerso. Gak ada tuh ceritanya di jawa tengah, terutama ibu kota provinsinya, semarang, terjadi gejolak politik yang membahayakan stabilitas pemerintah.
Tapi untuk saat ini gak tahu deh gimana, ujug-ujug kok berubah jadi serba puyeng, apalagi menjelang pilgub tahun depan (2018). Kayaknya agak-agak anget gimana gitu. Meskipun belum booming, tapi ya tetep aja rasa penasaran menyeruak di hati sanubari warga jawa tengah. Kira-kira siapa yang bakal maju dari partai berlogo banteng lemu... (partai lainnya juga bikin penasaran sih...hehe)
Belum boomingnya mungkin gara-gara ketutupan remah-remah pilkada DKI kemaren. Walaupun udah selesai pilkadanya, tapi hawa panasnya kayaknya gak bakalan reda sampai pemilu 2019. Tapi ya wajar, wong Dki itu representasi politik nasional.
Kita kembali ke jawa tengah. Gubernur yang sekarang, yang ngencengin lagi slogan Jateng Gayeng, juga lagi kejebak kedalam limbah kepuyengan. Dia punya misi yang luar biasa mulia, yaitu mengebut pembangunan infrastruktur. Sampe-sampe dia pernah berikrar bahwa selama lima tahun jabatannya saat ini, dia menyebut sebagai periode infrastruktur.
Jalan-jalan di pelosok-pelosok jawa tengah dicor, jalan-jalan yang bolong di kabutpaten-kabupaten terbelakang dicor juga, kawasan-kawasan industri baru dibangun, terminal-terminal baru dibangun, bandara-bandara di Jawa Tengah kapasitasnya diperbesar, dan yang paling penting jalan-jalan utama provinsi ruasnya semakin diperpanjang dan diperlebar. Ya emang sih program-program itu inklud di program pembangunan nasional.
Konsekwensi dari misi pembangunan infrastruktur yang ekstra-ngebut itu ya keterpenuhan bahan baku. Apa itu? Semen. Mau pake apa lagi mbangunnya kalo gak pake semen, wong yang dibangun itu infrastruktur modern. Masa iya mabngunnya pake kayu jati. Bisa balik ke jaman mataram dong kalo pembangunan infrastrukturnya pake kayu jati...hehe
Nah, di sinilah kepuyengan itu muncul. Pembangunan pabrik dan tambang semen di beberapa wilayah jawa tengah ditentang sama warga. Kayak semisal di Gombong Kebumen, Kendeng Rrembang, dan Pegunungan Seribu Wonogiri. Satu-satunya pabrik semen yang berhasil dibangun cuman di Ajibarang Banyumas, itupun kapasitasnya kecil dan yang ngelola PT. Pulau Intan, pabrik semen kelas medioker.
Setali tiga uang, kepuyengan itu semakin menjadi-jadi manakala presiden dan kementrian PU, BUMN, serta kementrian Lingkungan Hidup lepas tangan. Terpaksa Ganjar Pranowo harus berjuang sendirian menghadapi arus protes petani. Lho kok sendirian? Kemana partai yang mengusungnya? Partai berlogo banteng lemu yang mengusungnya juga ikut-ikutan protes ternyata, sekalipun alasan protesnya politis, gak idealis...hehe.
Temennya Ganjar cuman tinggal PT Semen Indonesia, ya karena perusahaan itu yang berkepentingan. Nanti kalo pabriknya yang di Rembang udah jalan juga Ganjar bakalan ditendang. Bagi PT Semen, Ganjar itu siapa, cuman Gubernur yang njabat 5 tahun doang kok dipikirin. Yang penting kalo pabrik udah jalan Ganjar dikasih persenan berapa terus udah selesai urusan sama Ganjar. Soal Ganjar mau nyalon lagi di 2018 ya terserah dia..haha.
Apalagi sekarang Ganjar lagi kesandung masalah korupsi e-KTP, puyeng deh dia, sekalipun katanya dia ngembaliin uang bakal suap e-KTP waktu dia duduk di komisi dua DPR RI. Tapi siapa yang tahu dia ngembaliinnya kayak gimana, keseluruhan atau sebagaian, trus ngembaliinya seketika itu dulu atau baru sekarang-sekarang aja. Kita kan gak tahu. Atau emang beneran dikembaliin karena Ganjar udah dikompensasi oleh PT Semen Indonesia. Bisa jadi kan, siapa tahu.
Waduh puyeng bener kita mikirin jawa tengah yang sekarang ini. Bagi para pembaca gak perlu percaya tulisan ngaco ini deh. Silahkan menikmati jawa tengah yang lagi puyeng ini...hehe
Moga-moga aja Mourinho gak puyeng ngelatih MU. Kalo puyeng mending ngelatih timnas Indonesia aja, dijamin tambah puyeng...

Comments

Popular posts from this blog

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Bangun SDM dan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

Tebarkan Kasih di Gersangnya Hati

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter