LEMBAGA PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN SEBAGAI PENDINGIN UMAT


Semarnews.com I Semarang. Perhatian pemerintah Indonesia terhadap pendidikan keagamaan cukup tinggi dibuktikan dengan pengalokasian anggaran terhadap Kementerian Agama sebesar 60 Trilyun 250 milyar pada tahun 2017 dan meningkat 63 Trilyun pada tahun 2018. Anggaran tersebut merupakan anggaran terbesar ke empat diantara anggaran kementerian/ lembaga Negara di Indonesia. Dan sebagai komitmen Menteri Agama, 85% dari anggaran 60 T 250 M tersebut diperuntukkan untuk fungsi pendidikan. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Farhani, SH, M.M di hadapan para peserta dari pondok pesantren se Jawa Tengah penyelenggara Program Wajar Dikdas pada saat mengisi acara Rapat koordinasi Persiapan Ujian Nasional Program Wajar Dikdas Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada hari Senin 5 Maret 2018 di Hotel Candi Indah Semarang. Lebih lanjut dijelaskan Kakanwil bahwa bidang pendidikan diberikan porsi anggaran yang sangat besar dikarenakan Kementerian Agama menaungi 3 pendidikan Keagamaan, yaitu Pendidikan Madrasah, Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren dan Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah-sekolah umum.
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil juga menyampaikan bahwa meskipun anggaran  untuk pendidikan keagamaan dianggap cukup besar angkanya akan tetapi riil di lapangan masih kurang, karena jumlah lembaga pendidikan keagamaan sangat banyak dan tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang ada. “Sebagai contoh, di Jawa Tengah ini jumlah pondok pesantren ada 4.514 lembaga, tetapi bantuan untuk rehab gedungnya hanya teralokasikan 30 lembaga. Maka dalam pelaksanaan anggaran tersebut, khususnya untuk program bantuan menggunakan asas pemerataan dan asas keadilan, artinya bahwa setiap lembaga pendidikan keagamaan yang telah mendapatkan bantuan tahun sebelumnya maka pada tahun berikutnya atau minimal 2-5 tahun tidak akan diberikan bantuan, demikian pula jangan sampai dalam satu kabupaten/ kota ada yang mendapatkan dua titik bantuan sementara kuota bantuannya terbatas, maka harus merata untuk 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah” papar Farhani di sela acara.
Kakanwil juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi berani memberikan anggaran yang tinggi pada Kementerian Agama dalam rangka mewujudkan revolusi mental terhadap bangsa Indonesia dan juga karena Kementerian Agama mengemban 7 misi mulya yang intinya untuk meningkatkan kualitas keberagamaan masyarakat Indonesai, misi yang sering disebut dalam kalangan Kementerian Agama sebagai misi kenabian (Prophetic Mission).
Berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) Program Wajar Dikdas pada Pondok Pesantren, Kakanwil menghimbau agar penyusunan naskah soal USBN menghindari naskah soal yang berbau sara atau berbau politis, karena akan menimbulkan keresaha serta kegaduhan di masyarakat. “Peran lembaga pendidikan seharusnya mampu menempatkan esensi agama yang semestinya, agama menjadi perekat antar semua golongan dan menjadi pendingin bukan menambah panas suasana sehingga umat merasa nyaman” tutur Kakanwil di akhir acara sekaligus menutup Rakor. (AL.Semarnews)

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya