Waspada Cuaca, LPBI NU, DFAT dan BNPB Gelar Workshop dan Gladi




Semarnews.com | Semarang - Setiap warga negara memiliki tugas dan peran masing-masing dalam kontribusinya terhadap negara. Terlebih bagi golongan intelektual yang terstruktur dalam sebuah organisasi. LPBI NU  LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) bersama dengan DFAT (Departement of Foreign Affairs and Trade) berupaya bersinergi dengan pemerintah Indonesia, dalam hal ini bekerjasama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). LPBI NU, DFAT dan BNPB bersinergi dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca dan penanggulangan bencana dengan menggelar Workshop dan Geladi. 

Rurid Rudianto, Deputi Program Manager Slogan LPBI NU dalam sambutan pembukaan Workshop Persiapan Pelaksanaan Geladi Ruang, Geladi Posko, Geladi Lapang Program Slogan - Steady di hotel Pandanaran lantai 5 jalan Pandanaran no 58 Semarang Tengah Kota Semarang (07/03/2018) menyatakan bahwa program peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat daerah dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana menuju tanggap darurat yang cepat, tepat, dan efektif. Slogan tersebut telah dilaksanakan secara bertahap dari berbagai pelatihan VCA (Vulnerability Capacity Assessment), PRA (Partsipatory Rural Appraisal) hingga pembentukan FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) yang dibuat dalam bentuk tim respon bencana berdasarkan partisipasi komunitas. 

Diungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program lanjutan dari pendampingan LPBI NU selama 2 tahun di Kabupaten Jepara dan Kudus. Rurid menjelaskan bahwa LPBI NU telah melakukan kajian resiko daerah, desa, maupun kelurahan dengan melibatkan elemen masyarakat sehingga mampu membangun EWS (Early Warning System) secara partisipatif. Hal ini dia sebut sebagai sebuah langkah maju dalam memprediksi dan menginformasikan kepada masyarakat saat kondisi rawan bencana.
 Sementara, Kepala Bidang Perencanaan Kesiap-siagaan BNPB, Eni Supartini menambahkan tentang makna dari segi tiga yang terdapat pada lambang BNPB. Ia mengungkapkan bahwa terdapat pelaku dunia usaha dalam men-support kegiatan tersebut, "Ke depan perlu menggandeng dunia usaha, sehingga sisi dari tiga dimensi ini menjadi kekuatan yang luar biasa", kata dia.

Kegiatan yang menurut rencana berlangsung dua hari ke depan menghadirkan narasumber dari BNPB, BPBD Propinsi Jateng, dan BBMKG Jateng diikuti IPAD (Organisasi Perangkat Daerah), Kepolisian, TNI dan beberapa potensi yang kompeten di bidang kebencanaan. (HQ.semarnews)

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Sarasehan Jurnalistik, Gerakan Santri Menulis Lawan Paham Radikalis

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya