Prof Abdurrahman Mas'ud Berikan Respon Hasil Penelitian Balai Litbang Agama Semarang


Semarnews.com | Semarang - Keberhasilan tim Balai Litbang Semarang dalam mengungkapkan 42 persen mahasiswa aktifis LDK mendapat sambutan positif dari Prof Dr KH Abdurrahman Mas'ud MA PHD saat memberikan sambutan penutup Seminar Hasil Penelitian tentang 'pemahaman keagamaan dan transmisi ajaran agama di kalangan mahasiswa Islam dalam konstelasi kebangsaan' di Grand Wahid Hotel jalan Jendral Sudirman Nomor 2, Sidorejo, Kota Salatiga, kamis lalu.

Dinyatakan, hasil penelitian kolaboratif tersebut tidak mengkhawatirkan, sebab objek penelitian tersebut mengambil sampel LDK, menurutnya, masih banyak organisasi kemahasiswaan yang menunjukkan kecintaan dan loyalitas terhadap Negara. Meski tak khawatir, namun hasil penelitian kolaboratif tersebut perlu ditindaklanjuti dengan serius. Caranya, kata dia, dengan berbincang dengan setidaknya 3 orang menteri untuk menentukan kebijakan. Saat diminta bentuk kongkrit hasilnya, dia mencontohkan beberapa kegiatan yang ada di FKAUB (Forum Kerukunan Antar Umat Beragama) merupakan upaya yang efektif dalam menekan radikalisme.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, potensi radikalis yang menjadi temuan tersebut masih bersifat laten, atau belum nampak secara aksi. Hal ini, menurut ia, seperti peringatan yang telah diungkapkan oleh Gus Dur pada periode tahun 2005. Dikatakan Gus Dur pernah menyatakan tentang bahaya radikalisme bagi Indonesia.

Sementara, para peneliti BLA Semarang menyatakan bahwa terdapat beberapa keterangan yang kurang tepat dalam pemberitaan media. Sebagaimana diungkapkan oleh Samidi Khalim selaku ketua tim, yang mana metode penelitian yang digunakan adalah kolaboratif, bukan survey. Penelitian tersebut merupakan kategori penelitian kualitatif yang didukung dengan data kuesioner. Dalam pengambilan sampel, menurutnya, bukan hanya dari LDK saja. Namun, ada unsur lainnya, "kuesioner diisi oleh mahasiswa dan aktifis mahasiswa," kata Samidi, "kami juga minta bantuan adik-adik LDK untuk menyebar kuesioner yang telah disediakan," lanjutnya, "jadi, yang mengisi adalah mahasiswa muslim, secara spesifik ada yang aktifis kampus ada juga yang tidak" terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Balai Litbang Agama Semarang, jalan Untung Suropati, Bamban Kerep, Ngaliyan, Kota Semarang (08/05/2018). Pihaknya menolak bila penelitian tersebut di-generalisasi sebatas LDK. Sebab, tak sebatas mahasiswa aktifis LDK yang menjadi objek, namun mahasiswa PTU dari berbagai organisasi yang dijadikan objek penelitian. Menurutnya, terdapat responden lain dari Majlis Taklim Kampus, dan beberapa organisasi ekstra kampus. (HQ.semarnews)

Comments

Popular posts from this blog

Lantik Ranting NU se Kecamatan Gunungpati, Kiai Hanif Tunjukkan Peran NU Hadapi Tantangan

Lawan Terorisme, FKPT Jateng Kenalkan Konsep Gemeter

Ragam Aksi Teror, Ika Unnes Sampaikan Pernyataan Sikap

Wow, Seminar Hasil Penelitian Balai Litbang Agama Semarang Ungkap 42 Persen Mahasiswa LDK Setuju Khilafah

FKPT Jateng Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Dini Hadapi Terorisme