Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santri Durrotu Aswaja Diterjunkan ke Masyarakat Lakukan I Mini Riset




 MEMBERIKAN ARAHAN : Pengasuh Pesantren Durrotu Aswaja, Kiai Agus Romadhon memberikan arahan kepada santri yang melakukan amal bakti santri (Abas) II di Kantor Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, kemarin.

Semarnews.com II SEMARANG - Sebanyak 70 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Durrotu Aswaja, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati diterjunkan ke masyarakat. Penerjunan tersebut sebagai upaya uji coba santri dalam mempraktikkan ilmu yang didapatkan selama belajar di pondok.
"Ini sebagai mini riset atau uji coba santri. Seberapa besar kemampuan mereka berinteraksi kepada masyarakat," tutur Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Romdahon di rumahnya, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Kamis (2/8).

Menurutnya, belajar di bangku perkuliahan saja tidak cukup, tetapi harus ditunjang program lainnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperlukan sebelum mereka lulus kuliah.

"Semua peserta ini merupakan mahasiswa. Selain belajar di kampus, mereka juga mengaji. Oleh karena itu ini sangat bagus bagi santri ke depannya," ungkapnya.

Dijelaskan, program bernama Amal Bakti Santri (Abas) ini merupakan kali kedua yang di lakukan Ponpes Durrotu Aswaja. Nantinya, para santri akan mengabdi di sejumlah tempat yang telah ditentukan.

"Kalau periode kemarin hanya 21 hari di tiga lokasi, tetapi sekarang bertambah menjadi tujuh lokasi selama sebulan penuh," imbuhnya.
Ketua panitia, Muhammad Reza Maulana (22) mengatakan, ada beberapa tempat yang menjadi tujuan kegiatan Abas tahap kedua ini, yakni Masjid Al Mukaromah dan Masjid Al Hidayah Kelurahan Ngijo, Gunungpati. Selanjutnya Masjid An Nur, Masjid Nurul Huda, Musala Al Muttaqin dan Musala di Perumahan  Sekargading. Semuanya bertempat di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati. Selanjutnya Masjid Ayodyah, Perumahan Ayodyah, Kelurahan Sekaran, Gunungpati.
"Setiap kelompok terdiri dari 14 santri. Semuanya memiliki tugas masing masing," paparnya.

Dijelaskan, sejumlah program kerja telah disiapkan antara lain, Salat Maktubah (salat lima waktu) berjamaah, mengajar Al quran, latihan bilal, khotbah, mengajar taman pendidikan Alquran (TPQ) dan rebana. Progam kerja lainnya seperti, mengajar Madrasah Diniyah (Madin), memberikan kultum, pembacaan tahlil, manakib, mujahadah, pembacaan Al Barjanzi, serta ikut serta memeriahkan hari ulang tahun (HUT) RI ke 73, dan Salat Idul Adha.

"Kami berharap semua akan berjalan lancar tanpa ada halangan apa pun," imbuh Reza yang juga mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Unnes itu. (HW-)
---------------

Berlangganan via Email