Jangan Mudah Terprovokasi, Pemuda Tulang Punggung Bangsa - Peringatan Hari Sumpah Pemuda

FOTO BERSAMA : Pengurus DPD KNPI Jateng, KNPI Kota Semarang, KNPI Kecamatan Gunungpati foto bersama sesuai acara Konser Budaya, Pemilu Damai Tanpa Hoaks di Omah Alas Kelurahan Kandri, Gunungpati, Rabu (31/10) malam ini.


SEMARNEWS - Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda jangan mudah terprovokasi. Sebab, pemuda menjadi tulang punggung bangsa dalam mewujudkan pemilu damai dan aman. Andil serta tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Antara lain, menangkal berita bohong (hoaks), saling menghargai satu sama lain, dan sejumlah hal penting lainnya.
"Pemuda berperan besar dalam ikut serta menjaga terselenggaranya pemilu damai dan aman," kata Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, Tino Indra W di Omah Lawas, Kelurahan Kandri, Gunungpati, Semarang, Rabu (31/10) malam ini.

Menurutnya, momen Hari Sumpah Pemuda dapat diisi berbagai hal positif seperti, berdiskusi, mengasah kreatifitas bahkan ikut serta menangkal berita palsu atau hoaks yang sekarang ini semakin merajalela.

"Menyaring dahulu setiap informasi yang didapat lebih baik dari pada langsung disher. Pemuda memiliki tugas ini," terangnya.

Ditambahkan pula, keragaman pemuda di organisasi kepemudaan (OKP) menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia. KNPI sebagai wadah berbagai OKP memiliki kepentingan dalam mewujudkan hal itu.
"Jangan mudah terprovokasi. Kita harus bergandeng tangan agar semakin kuat," pesan Tino.

Sementara itu, Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Tengah, Syafiq Pahlevi Lontoh mengatakan, pemuda dapat ikut serta mengangkat potensi yang ada di daerahnya masing masing. Di wilayah Kandri misalnya, banyak potensi yang mampu dikembangkan seperti, alas, kerajinan tangan.

"Potensi ini bisa Anda promosikan melalui media sosial. Diviralkan saja, tidak perlu khawatir," katanya.
Sementara Ketua KNPI Kota Semarang, Choirul Awaluddin meminta pemuda di Kota Semarang tetap menjaga kondusivitas Kota Semarang.

"Jaga kekompakan supaya Kota Semarang tetap aman dan kondusif," kata Awal.

Tak kurang 150 peserta mengikuti kegiatan bertajuk "Konser Budaya dan Ngobrol Pemilu Damai Anti Hoax Dalam Rangka Hari Sumpah" tersebut. Mereka terdiri dari berbagai organisasi seperti Ansor, PMII, IPNU, IPPNU dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. (HW).
---------------

Comments

Popular posts from this blog

Antara Candana dan Mataram

PSSI saja bisa dibekukan, kenapa HTI tidak?

Jika Wahyu Telah Hilang, Ibukota Akan Gamang