Bupati Rembang, Abdul Hafidz Katakan Lasem, Sumber Peradaban Sehat Dunia



SemarNews.com , Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengatakan, Lasem sebagai peradaban sehat dunia di mana para tokoh nasional banyak yang berdarah Lasem. Hal ini dia katakan saat memberikan sambutan acara peringatan puncak Satu Abad Ponpes Al Hidayat, Desa Karangturi Kauman Lasem, Rembang, Rabu, (14/11/18) pagi.
“jika berbicara mengenai perdamaian ataupun toleransi, kita tidak boleh lepas dari Kota Lasem. Lasem merupakan sumber dari perdaban yang sehat dunia, banyak ulama-ulama yang berpengaruh dan tokoh nasional yang mempunyai darah Lasem. Maka dari itu, sudah seharusnya kita merawat khazanah keilmuan, kebudayaan dan sosial Lasem sebagai rekomendasi untuk menuju perdamaian dalam skala lebih besar." ujar Hafidz di hadapan para tokoh yang hadir.

Sementara, salah satu pengasuh Ponpes al Hidayat, KH. Zaim Ahmad menjelaskan, tema tersebut sengaja diangkat untuk menunjukkan kondisi sosio-kultural di Lasem yang demikian indah, kondusif dan harmonis bagi Indonesia.
"Dengan kegiatan ini, kami ingin menawarkan keindahan toleransi Lasem untuk era sekarang terutama Indonesia," ujar Kiai yang biasa disapa Gus Zaim, "Toleransi Lasem sudah terjalin sejak ber abad-abad islam, interaksi antar suku, etnis, agama di Lasem sangatlah sejuk dan santun. Inilah yang ingin kami sampaikan bahwa, Toleransi itu indah ," tuturnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Zaim juga menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan tokoh lintas Agama yang ada di Lasem sebagai spirit kebhinekaan dalam berbangsa dan beragama, "Kegiatan ini juga bekerjasama dengan beberapa lapisan masyarakat, mulai dari perwakilan tionghoa, budha, kristen dan beberapa pemuka umat agama lain. Ini juga merupakah wajah toleransi yang selama ini dibangun oleh para sesepuh dan masyayikh Lasem," imbuhnya.,

Perlu diketahui, kegiatan puncak Satu Abad Ponpes Al Hidayat diawali dengan Halaqoh Kebangsaan yang mengangkat tema 'mengahdirkan keindahan toleransi dari Lasem untuk Indonesia', dengan narasumber Dr. Husainy Dosen Al Azhar Mesir, KH. Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU, Pdt. Tjahjadi pendiri Ein Institute, Prof. Masdar Hilmy Rektor UIN Sunan Ampel, Dr. Ulil Abshar Abdalla Cendekiawan Muslim. (HQ)
---------------

Comments

Popular posts from this blog

Antara Candana dan Mataram

PSSI saja bisa dibekukan, kenapa HTI tidak?

Jika Wahyu Telah Hilang, Ibukota Akan Gamang