Lahan Minim Bukan Kendala Wujudkan Kampung Hijau



SemarNews.com || Semarang - Minimnya lahan bukan kendala untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Ketua Bank Sampah Raflesia, Menuh Desak Putu telah membuktikan, mewujudkan Kampung Hijau di RW I Jalan Jomblang Sari, Candisari, Kota Semarang.

"Tagline kita Kampung Hijau. Jadi, dalam pembuatannya memanfaatkan lahan sempit yang ada di rumah untuk menanam kebutuhan sendiri," kata Menuh saat ditemui usai kegiatan peringatan Hari Ibu di Kelurahan Jomblang Sari, Sabtu (22/12/2018).

Menurutnya, Kampung Hijau diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat kota. Dengan menanam sayur dan mengolah sampah diharapkan bisa memberikan manfaat tersendiri bagi kehidupan rumah tangga. Utamanya, dalam hal meminimalisir pengeluaran harian.

"Ada tanaman sayuran, bumbu, dan obat atau herbal. Semua menyesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, kita mengolah sampah plastik. Kan kita sering denger tuh berita tentang sampah yang merusak laut. Nah, itu kita cegah agar sampah tidak terbuang di selokan dan terbawa air ke laut," terangnya.

Dia melanjutkan, Bank Sampah Raflesia mengutamakan pengolahan sampah plastik yang sesuai dengan kebutuhan atau tepat guna. Lampu hias dan perabotan misalkan, selain bermanfaat memperindah rumah juga bernilai jual.

"Untuk pembuatan secara umum perabot rumah tangga, hanya saja untuk penjualan baru dilakukan dalam even-even tertentu seperti bazaar," tutur Ketua Bank Sampah Raflesia yang biasa disapa bu RW ini.

Untuk terus memacu hasil, Bank Sampah Raflesia memberikan motifasi lebih pada momen Hari Ibu ke 90 dengan menggelar perlombaan yang diikuti oleh warga RW I, di antaranya terdapat lomba senam secara kelompok bagi tiap perwakilan RT, lomba merangkai sayuran, dan pengolahan sampah plastik yang diikuti secara perorangan. (HQ)
---------------

0 Response to "Lahan Minim Bukan Kendala Wujudkan Kampung Hijau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel