LPBH NU Jateng Himbau Warganet Jaga Kesucian Islam



SemarNews.com || Semarang - Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Achmad Robani Albar, SH. MH memberikan himbauan untuk warganet agar menggunakan etika dalam bermedia sosial demi menjaga nama baik Islam. Menurut dia, arus informasi yang ada di media sosial (Medsos) belakangan ini dampaknya semakin luar biasa.

"Fenomena yang terjadi di media sosial super sangat dahsyat sekali implikasinya bagi si pembacanya," kata Robani saat dimintai keterangan persnya di kantornya, Gedung PWNU Jateng, Jalan dr. Cipto Semarang, Rabu (16/1/2019), "Ada yang bernuansa menyesatkan, selalu nyinyir, mengadu domba, memfitnah, dan bahkan ada pula yang menggunakan isu Sara (suku, agama, ras, dan antar golongan) untuk kepentingannya," imbuhnya.

Mendekati pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2019, Robani menyikapi serius kian maraknya fenomena politisasi agama, "lebih parahnya lagi ada yang menjual agama untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya," tukasnya. Dengan terang Robani merujuk pada dua peristiwa viral di Medsos, yakni, adanya teriakan dari salah satu pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Habib Luthfi bin Yahya di Haul Habib Ali di Solo yang lalu. Hal tersebut menurutnya tidak sesuai dengan etika keislaman.

"Seperti kejadian di acara haul Si Mbah Habib Ali di Solo. Menurut saya sangat tidak etis di dalam acara yang sakral kok Si Mbah Habib Luthfi diteriakin yel-yel politik dengan nada yang tidak sepatutnya dan tidak selayaknya diucapkan dalam acara tersebut," tegasnya, "yang lebih menyedihkan lagi diviralkan," tukasnya.

Menurutnya, hal tersebut seharusnya dihindari bagi orang yang ingin menjaga kesucian Islam, dan tidak mencerminkan akhlak seorang mukmin, "Adab dan etika keislamannya luntur. Hanya karena ngikuti nafsu syahwat politik saja mengorbankan sakralnya acara tersebut," tukasnya

Pada kejadian lain, Tabligh Akbar yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Gladak, Solo. Menurutnya, tabligh akbar sejatinya digunakan sebagai syiar atau dakwah tentang Islam yang damai, lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan menekankan agar umat Islam memahami dan menyadari tujuan diciptakannya manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada Allah. Melihat hal itu di medsos, kata Robani, tidak sepatutnya dan tidak selayakanya memaksakan kehendak dan kemauan sendiri dan kelompoknya hanya untuk persoalan politik.

Namun demikian, Robani mengapresiasi aparat keamanan di mana Polisi melaksanakan tugas dengan sabar meski dicaci dengan berbagai macam nyinyiran. Polisi dapat bertindak tegas dengan mengatakan kegiatan tersebut tidak ada ijinnya.

"Dari kejadian tersebut kami sangat prihatin bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Semestinya, mengaku sebagai umat Islam yang hidup di negara hukum ya harus taat hukum yang berlaku di negara kita ini, NKRI, supaya tetap terjaganya sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan kondusif," ujarnya.

Lebih lanjut Robani menghimbau, Polisi sebagai bentengnya masyarakat, wajib menegakkan hukum yang berlaku dengan tegas. Pihaknya, selalu memberikan dukungan kepada kepolisian yang selalu menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Meski demikian, Robani menuturkan, ada juga pengguna medsos yang perlu diapresiasi, yakni yang bernuansa mendidik. Robani mengajak agar masyarakat bijak dan berhati jernih untuk melihat fenomena yang terjadi di tahun politik ini

"Mari kita jaga bersama jaga adab kesopanan sesama anak bangsa, saling hormat menghormati, saling menyebar kebaikan, dan saling menyerukan kedamaian," tuturnya, "karna hidup ini fana, hanya sementara, mau cari apa?, toh akhirnya mati juga," imbuhnya.

Diakhir wawancara, Robani mengingatkan pada masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai. Jauhi adu domba, menjual ayat-ayat Tuhan, dan membodohi dengan berbagai rekayasa untuk kepentingan politik 

"Jangan kau adu domba kami. Jangan kau jual kami rakyat yang tak tahu apa-apa. Jangan kau jual agama untuk kepentingan sesaat. Dan Jangan badohi kami dengan rekayasa atau tipu muslihat yang kami tidak pahami ambisimu untuk apa dan siapa?," tutupnya. (HQ)
---------------

0 Response to "LPBH NU Jateng Himbau Warganet Jaga Kesucian Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel