GP Ansor Diminta Ikut Terlibat Lawan Teror Pembakaran

SAMPAIKAN SAMBUTAN : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I GP Ansor Kota Semarang di Yayasan Alkautsar, Jalan Brotojoyo III, Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (5/2).




SEMARANG II SemarNews.com – Lima belas kasus teror pembakaran mobil dan motor yang terjadi di Kota Semarang menjadi keprihatian bersama warga Semarang. Walikota Semarang Hendrar Prihadi berharap Gerakan Pemuda Ansor ikut melakukan penjagaan dan pengamanan di wilayah masing-masing.

“GP Ansor saya minta ikut melawan aksi teror pembakaran mobil,” tegasnya dalam  Rapat Kerja GP Ansor Kota Semarang di Yayasan Al Kautsar Panggung Kidul, Semarang Utara, Selasa (5/2).

Hendi, sapaan akrab Walikota, menyampaikan bahwa jelang pelaksanaan pemilihan umum, seluruh sedulur Semarang harus kompak, termasuk kader muda Nahdlatul Ulama (NU).

“Buktikan bahwa Ansor kompak dan tidak takut walaupun sedang digoyang kondusivitasnya” katanya.

Jika potensi Ansor dan Banser dikerahkan, maka yang akan meneror Kota Semarang akan takut," sambungnya.

Organisasi GP Ansor sudah lama dikenal oleh Hendi sejak aktif menjadi Ketua DPD KNPI Jawa Tengah. Dan baginya, yang penting dalam berorganisasi adalah dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

“Dalam menghadapi teror di Kota Semarang ini, saya berharap Ansor ikut memberikan kontribusi nyata membantu masyarakat,” tegasnya.

Cara mengantisipasi teror lanjutan, kata dia, masyarakat perlu menggiatkan siskampling, membuat portal di gang-gang perumahan dan memasang CCTV.

Sekretaris Korwil Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, M Rikza Chamami ikut prihatin dengan terjadinya teror pembakaran di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kendal ini.

“Aksi teror ini tidak boleh dibiarkan menyebar ke daerah lain dan meminta tim Kepolisian mengusut tuntas pelakunya,” tegas dosen UIN Walisongo Semarang ini. GP Ansor siap bersinergi dengan Pemerintah dan aparat dalam mengusut peristiwa ini dan menginstruksikan semua kader untuk menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi.

Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Kota Semarang Rahul Syaiful Bahri menyatakan kesiapannya untuk menjaga Ibukota Provinsi Jawa Tengah tetap kondusif dan aman hingga pemilihan umum nanti. “Ansor sudah teruji semangat berbangsa dan bernegara dan tidak akan rela jika ada pihak-pihak yang meneror Semarang. Dan pemilu harus menjadi pesta demokrasi yang bersahabat dan penuh kedamaian,” tegasnya.

Turut hadir, Ketua MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji, Rais Syuriah NU Kota Semarang, KH Hanif Ismail, Ketua PCNU Kota Semarang, KH Ansom, Ketua Ansor Korwil Jateng-DIY, Mujiburrohman, dan sejumlah tokoh penting lainnya. (HW-)
---------------

Comments

Popular posts from this blog

Antara Candana dan Mataram

PSSI saja bisa dibekukan, kenapa HTI tidak?

Jika Wahyu Telah Hilang, Ibukota Akan Gamang