Sebaran Hoaks Masif, Kumpulan Intelektual Bergerak Menangkan Jokowi



Foto : Jokowi (ilustrasi)


JAKARTA II SemarNews.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menanggapi dukungan sejumlah alumni dari berbagai universitas di Indonesia ke Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan, dukungan itu diberikan sebagai reaksi atas kegelisahan dan keprihatinan atas penyebaran hoaks yang begitu masif.

"Untuk membendung itu semua, perlu gerakan intelektual. Tujuannya, membangun kesadaran moral agar tidak memproduksi dan menebar hoaks," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (4/2).

Menurutnya, kaum intelektual tidak boleh diambil, tetapi harus bersuara dan terlibat aktif dalam politik yang menyegarkan.

Tak hanya itu, derasnya dukungan kaum intelektual kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menunjukan kinerja Jokowi dianggap baik.
"Para intelektual dalam menilai seorang pemimpin menggunakan ukuran yang jelas dan objektif," paparnya.

Ujang melanjutakan, kekuatan intelektual dapat menjadi legitimasi bagi paslon nomor 01 untuk bersemangat dalam membangun Indonesia dalam lima tahun kedepan.

Dia berpendapat, dukungan alumni Perguruan Tinggi ini menandakan basis dukungan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak hanya rakyat kecil, tapi kaum terpelajar yang biasa bersikap kritis dan objektif.

Sebagaimana diketahui, Jokowi kembali mendapat dukungan dari 12 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah. Alumni dari dua belas kampus di Jateng bergabung dan membentuk Koalsisi Alumni Diponegoro untuk memenangan Jokowi-Maruf Amin.

Koalisi Alumni Diponegoro terdiri dari alumni Undip, Unnes, UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, UKSW Salatiga, Universitas Islam Sultan Agung, Untag Semarang, Unika Sugiyopranoto, Unisbank, Universitas Dian Nuswantoro, USM, dan STIE Widya Manggala.

Perwakilan koalisi alumni Diponegoro, Dini Andriani menilai, Presiden Jokowi telah berhasil memimpin selama 4 tahun terakhir. Bersama para alumni belasan Perguruan Tinggi di Jateng, Dini yakin dapat memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres April 2019 mendatang.

Sementara itu, Jokowi yang hadir di acara tersebut, memberikan pesan kepada para alumni supaya turut serta melawan hoaks. Ia menilai, alumni Perguruan Tinggi memiliki intelektualitas dan kemampuan untuk menyaring hoaks. Menurutnya, tantangan saat ini ialah bagaimana cara menangkal berbagai kabar bohong yang mencatut namanya.

"Saya berhadapan dengan intelektual-intelektual yang bisa kita harapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Jangan sampai kita biarkan hoaks ini merajalela sampai ke desa-desa, sangat berbahaya sekali," ujar Jokowi di hadapan puluhan ribu peserta yang tergabung dalam Koalisi Alumni Diponegoro tersebut.

Dia mencontohkan beberapa isu hoaks yang merajalela jelang Pilpres, mulai dari surat suara di tujuh kontainer yang sudah dicoblos, hingga selang darah dipakai 40 kali di rumah sakit. Namun, saat ditanggapi, pihak-pihak tersebut justru diam.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengungkit kasus hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet. Dia mengatakan, Ratna merupakan orang yang jujur dan berani. Karena itu, Jokowi pun mengacungkan jempol kepada Ratna.

"Sehingga waktu terakhir sudah ramai, beliau sampaikan apa adanya. Saya acungi jempol pada Mba Ratna Sarumpaet karena ngomong apa adanya," ulas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, yang tidak benar adalah yang memberikan informasi bahwa Ratna babak belur lantaran dipukuli dan dianiaya. Jokowi meyakini masyarakat sekarang semakin cerdas, tidak mudah termakan isu hoaks.

"Itu enggak benar. Itu sebetulnya maunya apa? Nuduh kita kriminalisasi, itu saja sebetulnya arahnya. Tapi jangan lupa, masyarakat sekarang semakin pintar. Dipikir mereka masih bodoh-bodoh," imbuhnya. (HW-)
---------------

0 Response to "Sebaran Hoaks Masif, Kumpulan Intelektual Bergerak Menangkan Jokowi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel