TPD Ketemukan Eyang Sapu Jagat



SemarNews.com || Semarang - Manusia sejak dahulu memiliki kepercayaan yang kuat terhadap mitos dan barang-barang gaib. Tak jarang berbagai laku tirakat dilakukan. Tak jarang pula, mereka yang gagal menjadi tak karuan hidupnya. Terlebih bagi yang hanya diniati untuk kepentingan duniawi.

Pria ini mengaku bernama Eyang Sapu Jagat (ESJ),  hidup menggelandang di jalanan Kota Semarang. Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang pada Senin (18/2/2019) lalu menemukan pria misterius tanpa identitas tersebut. Oleh karena kondisinya tersebut, ia dikategorikan sebagai kelayan (istilah penerima manfaat Dinsos,red) dengan latar belakang gangguan kejiwaan (psikotik)

Hasil pencarian  TPD, ESJ menempati gubuk buatan yang bisa dipindah pindah. Salahsatu Korwil TPD, Budi Santoso mengungkap, ESJ merupakan orang yang gagal dalam melakukan tirakatnya, sementara dua orang temannya berhasil mencapai yang diharapkan.

"Menurut penuturan Bu Ola, pemilik warung makan depan Angkringan Teko di Jalan Moeradi, Eyang Sapu jagat dulu bertapa sampai beberapa tahun beserta 3 orang temannya yang dari Jawa Timur," kata pak  Budi, "hanya dua orang yang berhasil,  hanya dia (ESJ) yang jadi begini (dianggap psikotik)," ujarnya menambahkan.

Budi menerangkan, ESJ hampir setiap hari tidur di bawah meja warung makan Bu Ola, kadang tidur di 2 gubuk buatan tersebut. Selain itu, ESJ biasa meminta makan makan dan rokok di warung Bu Ola.

"Eyang Sapu Jagat tidurnya ya di kolong meja warung Bu Ola. Tiap hari juga minta makan dan rokok sama Bu Ola, tapi kalau dikasih uang tidak mau," terangnya.

Kondisi ESJ tidak sepenuhnya dianggap gila oleh sebagian orang. Justeru sebaliknya, ada yang menganggapnya sebagai orang spesial yang memiliki kelebiham ilmu magic. Oleh sebab itu, di malam hari sering ada orang yang bertamu padanya.

"Orang sekitar malah menganggap Eyang Sapu Jagat itu 'Orang Pintar' dan hampir tiap malam ada saja tamu atau murid-muridnya yang bersama dia," kata Budi menirukan penuturan Ola.

Informasi adanya ESJ bermula dari laporan akun instagram Pauline_emeralda pada akun Walikota Semarang @Hendrarprihadi yang memberikan informasi perihal seorang kakek yang membuat iyupan (gubuk bambu kecil) di Jalan Raya Muradi dan kadang terlalu mepet di tepi jalan. Karena dinilai menganggu kenyaman warga dan terkadang membahayakan pengguna jalan. Untuk sementara, ESJ dibawa ke Panti Rehabilitasi Among Jiwo. (HQ)
---------------

0 Response to "TPD Ketemukan Eyang Sapu Jagat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel