Mbak Zum; Dari Hoby Nyanyi Menuju Jajaran Legislatif



SemarNews.com | Semarang - Dewasa ini, kontestasi politik menjadi semakin menarik. Pasalnya berbagai latar belakang calon legislatif (Caleg) yang tampak serius mencuat dari kalangan kian beragam. Satu diantaranya terdapat nama Zumrotusa'adah, seorang penyanyi lokal yang memiliki tekad membawa aspirasi. Berawal dari menyanyi ia siap bersaing menuju jajaran legislatif.

Meski tak sepopuler artis Ibukota, Zumrotussa’adah, perempuan yang lahir di Semarang, tanggal 27 November 1984 ini tak surut diri berkontestasi dan siap membawa aspirasi bagi warganya. Kepada reporter, perempuan yang akrab disapa Mbak Zum ini menceritakan sebagian kisah hidupnya.

Kepada awak media, perempuan yang akrab disapa Mbak Zum menuturkan, ketertarikannya terhadap dunia tarik suara berawal semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bermula dari mengikuti kasidah di kampung, dan berbagai pentas seni di sekolah, bahkan kadang-kadang juga didaulat sebagai qori’ah dalam kegiatan keagamaan di kampung itulah yang membuat bakatnya terus berkembang. Memasuki SMA, dia ikut  bergabung dalam Orkes Kasidah NIDARIA Semarang. Sebuah grup kasidah legenda asal Kota Semarang yang dipimpin Hadiq Zen.

“Saat awal-awal kuliah, saya masih menekuni karir di dunia seni kasidah sampai kemudian menikah  dengan seorang politisi, Masruhan Samsurie. Suami justru mendorong hobi bernyanyi saya dengan membentuk group Layla Majnun. Sebuah grup musik yang berirama balasyik, kasidah,” urainya.

Alumnus UIN Walisongo Semarang ini mengungkapkan, baginya bermusik merupakan sarana dakwah, terlebih saat ini kesempatan dia bernyanyi biasa didapat dari acara pesta pernikahan, khitanan, akhirussanah (Perpisahan Madrasah/Pondok Pesantren) dan acara-acara lainnya. “Bagi saya, bersenandung lagu merupakan dakwah lewat kesenian. Memang lagu yang saya suka adalah kasidah balasyik sama lagu-lagunya Umi Kulsum Mesir. Meski saya juga bisa lagu-lagu pop, rock dan dangdut,” pungkas perempuan yang mengidolakan penyanyi legendaris asal Mesir, Umi Kulsum itu.

Menyajikan musik religi dan nuansa arab, Mbak Zum memiliki idola penyanyi legendaris asal Timur Tengah. "Penyanyi yang paling saya idolakan adalah penyanyi legendaris dari mesir, Umi Kulsum," akunya. Aktifis yang kini menjadi pengurus DPD KNPI Jateng ini, kala itu, mendapat respon luar biasa sehingga diberi kesempatan tampil dalam sebuah even bertajuk Doa untuk Palestin yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dengan bakatnya tersebut, ia yakin dapat memperjuangkan aspirasi warganya bukan lantaran menyanyi. Baginya, keahlian menyanyi yang dimilikinya merupakan sarana komunikasi. Sebab, berkah dari kelihaiannya itulah yang menjadikan dirinya mudah dikenal dan lebih mudah menjalin relasi dengan berbagai kalangan.

“Dari bermusik dan bernyayi inilah, saya bisa menjalin jaringan pertemanan dengan banyak kalangan, tidak hanya dari kalangan santri saja, tetapi juga kalangan lain, seperti para pecinta hijabers, aktivis perempuan dan berbagai kalangan profesional,” akunya kepada semarnews.

Mencoba meniti karir di dunia politik, Zumrotussa'adah berharap dapat mencontoh ketegaran seorang Benazir Buto. "Untuk tokoh, saya mengidolakan Benazir Buto. Dia seorang muslimah yang pernah menjadi perdana mentri Pakistan dengan ide2nya yang modern meskipun resikonya ia dibunuh oleh rakyatnya sendiri karena ketidaksiapan rakyatnya menerima pembaharuan," terangnya.

Namanya kini terdaftar sebagai calon anggota legislatif Kota Semarang dengan nomor 4 dari Partai Pesatuan Pembangunan (PPP), posternya pun banyak bertebaran. Dalam kampanyenya, Mbak Zum turut menyuarakan Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres yang digelar serentak bersama Pileg pada 17 April mendatang.

Saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik, Mbak mengaku sudah mendapatkan restu dari suami. "Karena yang pertama saya diijinkan oleh suami. Kan dalam keluarga muslim ijin suami ini wajib,  kedua saya sebagai SDM perempuan merasa ditantang untuk ikut aktif mewakili perempuan memperjuangkan hal-hal yang masih menjadi persoalan bagi kaum hawa misalnya KDRT dan TKW," ujarnya

Ikut berperan aktif sebagai Bidang Sosenbud PW Fatayat NU Jateng, Bidang Sosenbud MUI Kota Semarang, dan Wakil ketua PW Wanita Persatuan Pembangunan Jateng, Mbak Zum memantabkan diri untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan dengan maju sebagai Caleg PPP dengan Dapil 5 yang meliputi Mijen, Ngaliyan, dan Tugu. Selain itu, pengalamannya sebagai Wakil Bendahara DPD KNPI Jateng juga memberikan nilai kritis tersendiri.

"Atas persoalan tersebut saya akan berjuang perlunya Perda-perda yang mengadvokasi kaum hawa," kata Wakil ketua DPC PPP Kota Semarang, "Adanya bantuan dana untuk penguatan kaum hawa misalnya untuk kegiatan ekonomi, kesehatan dan pendidikan," tutupnya. (HQ)
---------------

0 Response to "Mbak Zum; Dari Hoby Nyanyi Menuju Jajaran Legislatif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel