Tak Bisa Atasi Anak Depresi, Orangtua Hubungi Dinsos



SemarNews.com | Semarang - Mulanya termasuk bagian dari anak yang berprestasi, namun kini ia depresi. Kurang lebih hal demikian inilah yang terjadi pada diri Puspita (46 th), bukan nama sebenarnya, warga Jalan Erowati RT 6 RW 3 Bulu Lor Semarang Utara tersebut menderita depresi yang membuat keluarganya kewalahan untuk merawatnya. Karenanya, orangtua Puspita menghubungi Dinas Sosial Kota Semarang untuk mengirimkan Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) dalam membantu menanganinya.

Di dalam kamarnya, Puspita sering berteriak-teriak tidak jelas alasannya, tidak mau mandi selama 2 bulan, terkadang bahkan tidak berbusana. Atas kondisi jiwanya itu, pihak keluarga terpaksa menyampaikan permohonan bantuan untuk sekedar membawanya kontrol ke RSJD dr Amino Gondohutomo Semarang.

Berdasarkan keterangan dari kedua orangtuanya, salah satu Korwil TPD, Budi Santoso mengatakan, Puspita sudah beberapa kali menjalani rawat jalan di RSJD. Saat ini, pihak keluarga membutuhkan pendampingan TPD dengan alasan Puspita susah diajak berkomunikasi.

Sejauh ini belum diketahui penyebabnya, namun berdasarkan penuturan keluarganya, Budi menerangkan gadis dari 3 bersaudara tersebut dahulu merupakan seorang wanita yang pendiam dan tergolong berprestasi di sebuah SMA Negeri Semarang. Kehidupannya tak mengalami permasalahan yang berarti sampai di suatu ketika ia terjatuh di parit dan terjadi benturan di kepalanya tatkala belajar berkendara motor.

"Waktu (kecelakaan) itu hanya dikasih betadine karna dianggap tidak apa-apa sakitnya," kata Budi, Jumat (29/3/2019).

Usai menamatkan SMA, Puspita meneruskan pendidikannya di sebuah akademi seketaris swasta, lanjutnya, namun entah kenapa saat ujian akhirnya ia merasa dipersulit oleh dosen. Puspita depresi. "begitu penuturan bapaknya," ujarnya.

Flora Indriyani, salah satu personil yang ikut menjangkau bersama Budi, Taufik dan Maryati menambahkan, kedua orang tua Puspita yang kini sudah dimakan usia kesulitan dalam merawatnya, terutama saat hendak melakukan rawat jalan. Kendati demikian, keluarga Puspita tetap mencurahkan perhatian pada putri ragilnya tersebut.


"Orangtuanya tergolong mampu dan perhatian, dan sudah 4 kali anak tersebut menjalani rawat inap," kata Flora.

Permintaan bantuan kepada TPD karena kedua orangtuanya takut adanya perlawanan saat dibawa berobat lantaran pernah dibawa secara paksa. "Orangtuanya pernah meminta bantuan polisi untuk membawanya berobat," kata Flora menerangkan, "Alhamdulillah kami (TPD) berhasil membujuknya sehingga proses membawa ke rumah sakit berjalan lancar, dia ngikuti saja, tidak melawan," urainya. (HQ)
---------------

0 Response to "Tak Bisa Atasi Anak Depresi, Orangtua Hubungi Dinsos"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel