Pesantren Pusat Pluralisme Indonesia.



SEMARNEWS.COM , KABUPATEN SEMARANG - Almarhum KH Mahfud Ridwan dikenal mengayomi umat dengan berbagai latar belakang. Teladan ini terbukti salah satunya di Salatiga. Sebuah kota yang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki ragam kultur dan latar belakang agama maupun kebudayaan.

"Kiai Mahfud ini tinggal di Gedangan Tuntang yang masuk Kabupaten Semarang, tapi juga berperan juga untuk masyarakat Salatiga dengan berbagai latar belakang dan kepentingan masyarakatnya," ungkap Pendeta Izak Lattu, pengajar Fakultas Theologi UKSW Salatiga, saat di acara Haul Al Maghfurlah KH Mahfud Ridwan bertemakan Pesantren sebagai pusat gerakan Pluralisme di Indonesia, di Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (29/4/2019).

Izak menggambarkan di Salatiga ada banyak warga ex-PKI yang datang pada beliau, dan mereka sangat diayomi oleh KH Mahfud Ridwan. "Bahkan bisa menjadi penengah antara warga Ex-PKI dan kepentingan pemerintah. Hebatnya Kiai Mahfud Ridwan ini bisa mengayomi kedua kepentingan yang berbeda dengan baik," ungkapnya.

Kehadiran KH Mahfud Ridwan ini juga banyak dirasakan berbagai kalangan di nusantara. Dari masyarakat biasa, orang tua santri, pedagang, anggota DPR hingga presiden pernah berkunjung ke Pondok Pesantren Edi Mancoro tempat Kiai Mahfud mengasuh santri. Semuanya diayomi oleh sahabat KH Abdulrahman Wahid ini.

"Kiai Mahfud ini sudah mengejawantahkan ajaran-ajaran tauhid. Di mana ajaran tauhid itu sudah tidak melihat siapa yang dihadapi, tapi semuanya adalah rahmatan lil alamin. Semua mahluk akan beliau ayomi, dirawat untuk kebaikan bersama," ungkap Ahmad Faidi penulis buku biografi KH Mahfud Ridwan.

Sebenarnya ajaran multi kultural ini sudah ada di pondok pesantren, bahkan sudah diajarkan dalam keseharian KH Mahfud. "Multi kultural ini bagian kecil dari ajaran tauhid dan itu sudah diajarkan lewat contoh yang dilakukan Kyai Mahfud yang melayani orang berbeda-beda latar belakang," ungkap Faidi. (HQ)
---------------

0 Response to "Pesantren Pusat Pluralisme Indonesia."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel