Angklung KNPI Turut Meriahkan Dugderan



SEMARNEWS.COM , SEMARANG - Dugderan merupakan bagian dari gelaran budaya tahunan menyambut Ramadhan di Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Kanjeng Mas Raden Tumenggung Probo Hadikusumo menjelaskan arti kata Dugderan saat memberi sambutan perayaan Dugderan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (4/5/2019).

"Bedug dan meriam itu dibunyikan oleh Walikota Semarang ketika itu setelah menerima hasil rapat para kiai atau ulama. Karena Semarang ini luas dan ketik itu belum ada speaker, maka dipilih suara yang bisa didengar seluruh warga," katanya.

Pemahaman ini merupakan sebuah kearifan lokal yang diajarkan berdasarkan ilmu tutur, yakni dibicarakan secara turn temurun, meski banyak buku sejarah yang menuliskannya. Gelaran tersebut juga dimeriahkan dengan arak-arakan atau karnaval yang diikuti banyak kalangan. Salah satunya, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.

"Sebagai sebuah perhimpunan pemuda lintas organisasi kepemudaan, KNPI mengakomodir berbagai kalangan organisasi kepemudaan untuk ditampilkan, " kata Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Choirul Awaludin.

Grup angklung, katanya, merupakan kreasi yang praktis dan enak didengar. Selain itu sebagai komitmen pemuda dalam menjaga negara melalui pelestarian budaya. "Jaga negara, bela negara itu banyak bentuknya, salah satunya melestarikan budaya dan kesenian tradisional," ucapnya.

Awaludin juga sependapat dengan Ganjar, sudah bukan saatnya berbicara kontestasi politik. Menurutnya, bagaimanapun hasil dari Pemilu, pemuda harus kembali guyup, rukun bersatu memajukan kotanya. "Ada proses pleno terbuka di kabupaten/kota. Itu lebih bagus dijadikan acuan daripada menduga-duga dan beropini yang berakibat pada kerenggangan sosial," ujarnya. (HQ)
---------------

0 Response to "Angklung KNPI Turut Meriahkan Dugderan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel