Ini Pesan Ketua PWNU Jateng dalam Muskercab NU Purbalingga

NU Jateng


SemarNews.com | Purbalingga - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purbalingga menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pada tanggal 20-21 Juli 2019 di Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, Kembangan, Bukateja, Purbalingga. Dalam kesempatan tersebut, ketua PWNU Jawa Tengah Mohammad Muzammil berpesan tentang sifat tawasuth yang menjadi karakter ahlus sunnah wal jamaah.

"NU ini memiliki akidah, fikrah, amaliyah dan harokah. Hal ini dikembangkan dari ajaran Nabi tentang iman, Islam dan Ihsan, yang kini telah berkembang dalam disiplin keilmuan, baik tauhid, fiqh, tasawuf, dan berbagai macam ilmu alat yang mendukungnya, seperti nahwu, shorof, balaghoh, dan seterusnya," tandasnya, Sabtu (20/7/2019).

Muzammil menuturkan, NU sebagai organisasi keagamaan yang secara tegas memperjuangkan nilai-nilai ajaran Islam ahlus sunnah wal jamaah (aswaja). Disebutnya bahwa aswaja sebagai manhaj yang memecah ketegangan teologi ektrem yang muncul kala itu.

"Ahlussunah wal jama'ah kan muncul sebagai jalan tengah (manhaj at-tawasuth) dari kalangan yang menitikberatkan pada akal seperti (ahlu al- ro'yu), dan di lain sisi terdapat kalangan yang hanya menitikberatkan pada wahyu (ahlu al-hadits)," katanya.

Saat itu, lanjutnya, muncul golongan yang disebut Jabariyyah dan Qadariyah, selanjutnya disusul Mu'tazilah yang memiliki kesamaan dengan golongan Qadariyyah. Selain itu, terdapat pula akidah Musyabbihah-Mujasimah yang secara berlebihan dalam mengekspresikan pemahamannya sehingga Allah diserupakan dengan makhluk atau jism.

"Setelah itu lahirlah Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansyur Al-Maturidi yang mengambil jalan tengah dengan berangkat dari istilah maa ana alaihi wa ashhabi, yang menegaskan pemahaman di bidang aqidah," ujarnya.

Jadi dalam beragama kita harus bermadzhab kepada imam madzhab yang muktabaroh, imbuhnya, yang sanadnya bersambung hingga Rasulullah SAW sebagai sandaran keilmuan yang dapat dipertanggung jawabkan karena kejelasan silsilah keguruan.

"Hal inilah yang dilanjutkan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari dalam kitab Irsyadusy Syari dan kitab-kitab tulisan beliau," terangnya.

Di akhir sambutannya, Muzammil berpesan untuk memegang teguh keNUan sebagaimana yang telah diajarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama. "Tugas kita sekarang adalah pertama, al-ma'rifatu bi Nahdlatul Ulama, memahami ilmu-ilmu dari ulama al-salaf al-sholih. Kedua, atsiqoh bi Nahdlatul Ulama, yakin terhadap ilmu-ilmu tersebut. Ketiga mengamalkan ilmu-ilmu itu. Keempat berjuang bersama NU, dan kelima bersabar di dalam NU, karena mencari ilmu dengan tekun dan selama hidup," pesannya

Selain memberikan apresiasi atas dilantiknya lembaga-lembaga yang ada dalam pwriode ini, yakni untuk Masa Hidmat 2019-2023, dia berharap, agar apa yang direncanakan dapat ditindaklanjuti dengan baik dan berkelanjutan. "Seyogyanya kita dapat memahami dan mengamalkan secara ikhlas dan istikamah. Selamat atas pelantikan lembaga-lembaga dan Muskercab PCNU Purbalingga. Semoga tindak lanjutnya berhasil baik dan berkelanjutan," tutupnya.

Dalam pembukaan tersebut, hadir Bupati Purbalingga, Diyah Hayuning Pratiwi beserta suaminya, jajaran Forkominda, dan sejumlah tokoh masyarakat. (HQ)
---------------

0 Response to "Ini Pesan Ketua PWNU Jateng dalam Muskercab NU Purbalingga "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel