Pernyataan PMII Terkait Pembubaran Acara HMI Bersholawat di UIN Walisongo


SEMARANG, semarnews.com - Terkait pemberitaan pembubaran acara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bersholawat di Masjid Kampus III UIN Walisongo Semarang yang mencatut organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus PMII Komisariat Walisongo memberikan klarifikasi dan pernyataan.

Ketua PMII Komisariat Walisongo M. Fizalul Muttaqin, mengatakan bahwa peristiwa pembubaran acara HMI bersholawat sepenuhnya persoalan HMI dengan lembaga internal kampus kenapa organisasi PMII diikut-ikutkan.

Sebagaimana rilis yang diterima suaramerdeka.com, Jumat (6/9), berikut pernyataan resmi pengurus PMII Komisariat Walisongo.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sehubungan dengan berita yang beredar di media tentang “Puluhan Orang Bubarkan Acara HMI Bersholawat” yang dirilis tanggal 5-6 September 2019. Kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo Semarang merasa dirugikan karena sebagai berikut:

  1. Kami pengurus PMII Komisariat UIN Walisongo tidak pernah mengeluarkan intruksi kepada kader PMII Walisongo Semarang untuk melakukan  pembubabaran kegiatan yang diselenggarakan organisasi HMI di masjid kampus 3 UIN Walisongo.
  2. Di dalam berita tersebut mencantumkan salah satu anggota dari kami yang bernama Anna Muhimah, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2017 bahwasanya dirinya tidak pernah diminta sebagai narasumber dalam berita tersebut.

Dengan itu kami menuntut :

  1. Klarifikasi dari pihak media terhadap kebenaran berita tersebut.
  2. Permohonan maaf dari khalayak media tentang pencantuman nama lembaga PMII Komisariat UIN Walisongo dan nama pribadi Anna Muhimah sebagai narasumber (Halaman Web Wartanasional).
  3. Menghapus dan menarik kembali berita tersebut karena data yang dicantumkan tidak benar.
  4. Membersihkan nama baik lembaga organisasi PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang.

Landasan Hukum:

  1. Kode Etik Jurnalistik
  2. Pasal 310 ayat (1) KUHP, pencemaran nama baik yang diartikan sebagai perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan  menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.
  3. Pertama, Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh UndangUndang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”) mengatur mengenai penyebaran berita bohong di media elektronik (termasuk sosial media) menyatakan: Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Demikianlah surat ini kami buat dengan tujuan agar pihak warta nasional bisa merespon tentang berita tersebut.

Wallahul Muwaafieq Ilaa Aqwaamith Tharieq, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. (HQ)

0 Response to "Pernyataan PMII Terkait Pembubaran Acara HMI Bersholawat di UIN Walisongo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel