Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jelang Pemberlakuan PKM, Warga Dukuh Silayur Buat Dapur Umum


Covid 19
Keterangan foto : Aktifitas dapur umum warga RT 08 RW 04 Dukuh Silayur, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang di Dapur Umum. (HB)


SemarNews.com , Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menentukan Jogo Tonggo sebagai pandemic responce Covid-19. Menyambut hal itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun memilih Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menyambut kebijakan tersebut warga RT 08 RW 04 Dukuh Silayur, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang membuka Dapur Umum untuk menyediakan sahur dan buka puasa warga yang tidak mampu selama bulan Ramadan. Hal itu dikatakan Kordinator Dapur Umum Dukuh Silayur Awaludin

"Nasi bungkus disiapkan sekitar 100 bungkus setiap hari di antar dari rumah ke rumah sebagai wujud phisical distancing sampai dengan wabah selesai," kata Awaludin disela kegiatannya, Minggu (26/4/2020).

Lanjutnya, Dapur umum tersebut sebagai bentuk kepedulian warga untuk Jogo Tonggo dari wabah Corona dan krisis ekonomi.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Bringin mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berdirinya dapur umum, "Kami berterimakasih kepada seluruh warga yang mampu ikut serta membantu terselenggaranya dapur umum ini untuk kebersamaan warga dan jogo warga dan sebagai permulaan sebelum PKM," ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Yohanes berharapan agar dapur umum ini menjadi contoh bagi warga Kota Semarang lainnya, "Semoga dapur umum ini bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain dalam proses PSBB di kota semarang, karna ini sangat membantu," ungkapnya. (HB)

Berlangganan via Email